Showing posts with label Pemda Gresik. Show all posts
Showing posts with label Pemda Gresik. Show all posts

JEPANG TAWARKAN BANTUAN PROGRAM 1 JUTA YEN



Pemerintah Jepang tawarkan bantuan program 1 juta yen untuk masyarakat Gresik. Bantuan program yang bertitle grant assistance for grass roots human security projects merupakan bantuan hibah dari masyarakat Jepang. Menurut vice consul The consulate General of Japan At Surabaya, Masatake ITO,“ bantuan ini merupakan bantuan hibah akar rumput untuk peningkatan keamanan manusia”, ujarnya saat diterima Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si di kantornya Rabu (1/2).

Masakake ITO yang didampingi oleh project officers program tersebut Muhammad Zinuri menyampaikan beberapa hal terkait bantuan hibah tersebut. Menurut Masakake ITO, bantuan ini berlangsung sejak 1989. Setiap tahun ada 10 – 30 program bantuan yang terealisasi di Indonesia. Masih menurut Masakake ITO, bantuan hubah akar rumput ini bertujuan memberikan bantuan cepat tanggap yang langsung menyentuh tingkat akar rumput.

Selain kepada Wakil Bupati Gresik Paparan Masakake Ito dan M. Zinuri dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya ini juga disimak oleh beberapa Pejabat Pemkab Gresik diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Dirut RSU Ibnu Sina, Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Sosial Kabupaten Gresik dan beberapa Kabag di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik.

Beberapa lembaga dan organisasi yang bisa mendapat bantuan itu antara lain, lembaga nirlaba yang berbadan hukum dan bekerja di bidang pembangunan social dan ekonomi pada masyarakat akar rumput. Berpengalaman dibidangnya selama 2 tahun dan mampu mengelola program. Bidang yang menjadi target yaitu kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Sanitasi dan penyediaan air, Penanggulangan bencana alam, Perlindungan lingkungan, Energi, Transportasi, Informasi dan komunikasi.

Beberapa program yang telah dibiayai dari program selama ini yaitu, perbaikan pembangunan gedung sekolah, rumah sakit balai latihan kerja serta pengadaan peralatannya. Pembangunan sarana air bersih dengan penggalian sumur serta pemasangan pipa air. Program pemberdayaan wanita, penanggulangan bencana alam, penanggulangan dan pencegahan penyakit menular, perbaikan fasilitas pertanian dan peningkatan SDM petani.

Sedangkan bidang yang tidak bisa dibiayai yaitu bantuan yang tidak jelas manfaatnya untuk masyarakat kecil. “Penelitian di Lembaga pendidikan juga tidak termasuk dalam program yang mendapatkan bantuan pembiayaan dari program ini”. ujar ITO. Juga beberapa biaya yang tidak bisa dibiayai termasuk biaya operasional yang sifatnya pribadi. Pembelian dan sewa tanah, pajak, pembelian buka, computer dan pembelian kendaraan tidak bisa dibiayai.”termasuk juga biaya konsumsi rokok” tambah ITO.

Sementara Wakil Bupati Gresik menyambut baik tawaran Pemerintah Jepang itu. Kami akan mengkoordinasikan untuk memanfaatkan kesempatan bantuan itu se optimal mungkin dengan cara yang benar. Karena menurut informasi Masatake ITO, dari 13 proporsal yang di ajukan oleh kelompok masyarakat Gresik ke Konsulat Jepang pada 2011 tak satupun yang lolos mendapat bantuan 1 juta Yen yang kalau di kurskan ke mata uang rupiah mencapai Rp. 700 juta – Rp. 800 juta.

Wabup yang sangat berharap agar bantuan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Gresik berharap agar proporsal yang diajukan dikoorrdinasikan dengan Pemkab Gresik. Karena proporsal sebelumnya tidak dikoordinasikan dengan kami”13 proporsal itu berjalan sendiri dan tidak ada koordinasi dengan Kami. Setelah diseleksi administrasi hanya 3 yang lolos. Seleksi berikutnya dengan korespondensi melalui telepon dan hanya 1 yang lolos. Namun setelah di survey, tak satupun yang lolos” ujar Qosim yang menyampaikan kembali informasi dari Masatake ITO. (sdm)

SAMA DENGAN SURABAYA, UMK GRESIK 2012 TERTINGGI DI JAWA TIMUR



Sesuai SK Gubernur Jawa Timur Nomor 81 tahun 2011, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2012 Rp. 1.257.000,-. “Upah tersebut sama seperti Kodya Surabaya dan tertinggi di Jawa Timur. Namun secara umum pendapatan yang kalau dibagi 30 menjadi Rp. 44.000,- perhari masih belum mencukupi kehubutuhan hidup layak (KHL)”.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto saat sosialisasi UMK Gresik 2012 dihadapan sekitar 150 orang undangan. Selain Bupati, Acara yang berlangsung di gedung Pusat Pelatihan Semen (PPS) Gresik, Selasa (6/12) dihadiri juga oleh kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Eddy Purwanto, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono, serta Perwakilan dari serikat Pekerja/Buruh, Mansyah.

Dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan terima kasih kepada dewan pengupahan Gresik atas penyusunan UMK Gresik sampai terbitnya SK Gubernur hingga sekarang keadaan Gresik aman terkendali.”sampai saat ini kami masih belum mendengar ada gejolak atau unjukrasa perburuhan. Baik ditingkat buruh maupun pengusaha atas penentuan UMK Gresik tahun 2012. Kami berharap kepada seluruh khalayak untuk menjaga situasi yang telah kondusif ini, sehingga investor lebih tertarik untuk berusaha di Gresik”

Bupati mengusulkan kepada Dewan Pengupahan, agar penentuan UMK kedepan perlu menghadirkan lebih banyak lagi dari berbagai unsur termasuk unsur perguruan tinggi. Perlu ada questioner dengan memasukkan banyak indicator serta memasukkan data statistic. Lalu yang lebih penting dewan pengupahan ini agar melakukan survey dan analisa.”hal ini penting, agar hasil akhir yang didapatkan tidak bisa dibantah” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Eddy Purwanto mengatakan, tugas Pemerintah dalam UMK ini yaitu membahas dan merumuskan, mensosialisasikan dan memantau pelaksanaan UMK dilapangan. Dia berharap agar semua pihak memperoleh pemahaman yang sama. “khususnya para pengusaha dan perusahaan agar melaksanakan UMK dengan sebaik-baiknya” harapnya.

Tentang UMK sekarang, Perwakilan pekerja/buruh, Mansyah menyatakan bangga. Menurutnya, UMK kabupaten Gresik saat ini sudah bagus ”Bila dihitung dalam 10 tahun terakhir kenaikan upah pekerja Gresik mencapai Rp. 740 dari UMK tahun 2003 Rp. 516.500,- berarti tiap tahun naik 10%. Jika di kurskan ke dollar kita bisa menerima $ 4,5 sejajar dengan Negara Philipina dan Thailand” ujarnya. Mansyah yang mewakili pekerja ini berharap, kedepan perlu dibicarakan upah sektoral.

Diakui oleh Ketua Apindo Gresik, dengan kenaikan UMK ini ada penurunan ekonomi perusahaan untuk itu dia berharap agar Pekerja/buruh meningkatkan produktifitas.”hal ini penting untuk bargaining perusahaan agar bisa lebih bersaing”. Ketua Apindo Gresik ini juga berharap agar restrukturisasi fungsi buruh. “serikat pekerja agar lebih aktif untuk meningkatkan produktifitas buruh/pekerja, juga peran pemerintah dalam hal pengawasan lebih ditingkatkan” ujarnya. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

Berikut nilai dan besaran UMK Kabupaten/Kota di Jawa Timur (sumber harian Surya):

Kota Surabaya :UMK Rp 1.257.000. dari KHL Rp 1.257.000

Kabupaten Gresik :UMK Rp 1.257.000. dari KHL Rp 1.257.000

Kabupaten Sidoarjo :UMK Rp 1.252.000. dari KHL Rp 1.249.978

Kabupaten Mojokerto :UMK Rp 1.234.000. dari KHL Rp 1.234.000

Kabupaten Pasuruan :UMK Rp 1.252.000. dari KHL Rp 1.242.394

Kota Malang :UMK Rp 1.132.254. dari KHL Rp 1.092.066

Kabupaten Malang :UMK Rp 1.130.500. dari KHL Rp 1.089.295

Kota Mojokerto :UMK Rp 875.000. dari KHL Rp 918.036

Kabupaten Probolinggo :UMK Rp 888.500. dari KHL Rp 974.320

Kabupaten Pasuruan :UMK Rp 975.000. dari KHL Rp 975.000

Kabupaten Batu :UMK Rp 1.100.251. dari KHL Rp 1.100.215

Kota Kediri :UMK Rp 1.037.500 dari KHL Rp 1.037.000

Kabupaten Tuban :UMK Rp 970.000 dari KHL Rp 1.252.389

Kabupaten Kediri :UMK Rp 999.000 dari KHL Rp 1.000.500

Kota Pasuruan :UMK Rp 975.000 dari KHL Rp 975.000

Kabupaten Pamekasan :UMK Rp 975.000 dari KHL Rp 1.112.980

Kabupaten Lamongan :UMK Rp 950.000 dari KHL Rp 950.000

Kabupaten Jember :UMK Rp 920.000 dari KHL Rp 920.947

Kabupaten Bojonegoro :UMK Rp 930.000 dari KHL Rp 940.500

Kabupaten Jombang :UMK Rp 978.200 dari KHL Rp 1.022.259

Kabupaten Banyuwangi :UMK Rp 915.000 dari KHL Rp 948.000

Kabupaten Bangkalan :UMK Rp 885.000 dari KHL Rp 882.470

Kota Mojokerto :UMK Rp 875.000 dari KHL Rp 918.036

Kota Probolinggo :UMK Rp 885.000 dari KHL Rp 967.181

Kabupaten Sumenep :UMK Rp 825.000 dari KHL Rp 894.231

Kabupaten Blitar :UMK Rp 820.000 dari KHL Rp 855.083

Kota Madiun :UMK Rp 812.500 dari KHL Rp 892.804

Kabupaten Lumajang :UMK Rp 825.391 dari KHL Rp 907.023

Kota Blitar :UMK Rp 815.000 dari KHL Rp 850.000

Kabupaten Bondowoso :UMK Rp 800.000 dari KHL Rp 806.692

Kabupaten Situbondo :UMK Rp 802.500 dari KHL Rp 874.914

Kabupaten Ngawi :UMK Rp 780.000 dari KHL Rp 799.960

Kabupaten Sampang :UMK Rp 800.000 dari KHL Rp 1.031.809

Kabupaten Tulungagung :UMK Rp 815.000 dari KHL Rp 871.132

Kabupaten Madiun :UMK Rp 775.000 dari KHL Rp 791.714

Kabupaten Trenggalek :UMK Rp 760.000 dari KHL Rp 778.426

Kabupaten Nganjuk :UMK Rp 785.000 dari KHL Rp 824.703

Kabupaten Pacitan :UMK Rp 750.000 dari KHL Rp 771.324

Kabupaten Magetan :UMK Rp 750.000 dari KHL Rp 765.135

Kabupaten Ponorogo :UMK Rp 745.000 dari KHL Rp 762.514

TIM ASISTENSI AUSTRALIA SIAP BANTU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS



Terkait Rencana Pendirian Resource Centre untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terletak di Jalan Proklamasi Gresik (eks kantor Dinas Kebersihan). Tim Asistensi Optimalisasi penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) Tuna Rungu dari Australia Barat mendatangi Pemkab Gresik sekaligus memantau calon gedung untuk Resurce Centre, Selasa (22/11).

Kedatangan 3 orang masing-masing President of Patricia O Sulivan Humantarian Project,Inc, Ms. Trisna Hendersen yang didampingi 2 (dua) orang rekannya masing-masing Ms. dr Helen Goulios, MaudSA, CCP dan Ms. Josphine Ratna yang didampingi tim dari Biro Kerjasama Luar Negeri Pemprop Jawa Timur diterima oleh Sekda Gresik, Mokh Nadjib, Kepala Dinas Kesehatan, Sugeng Widodo dan kepala Dinas Pendidikan Wandah Meitini di Ruang rapat Retno Suwari Kantor Bupati Gresik.

Dalam keterangannya, Trisha mengatakan, Kedatangannya ke Gresik ini dalam rangka mencari masukan dalam penyusunan kurikulum untuk sekolah anak berkebutuhan khusus terutama untuk anak dengan gangguan pendengaran (hearing loss). “ Kami siap membantu untuk dalam pendirian Reseurce Centre yang di Gresik yang berorientasi pada publik cervice” ujar Trisha yang diterjemahkan oleh tim fasilitator. Ditambahkan oleh Trisha,”yang penting adalah deteksi awal gangguan pendengaran sehingga bisa segera diatasi dengan tepat, misalnya dengan memberi alat bantu dengar sedini mungkin”.

Dalam sambutannya Sekda Gresik menyatakan, Gresik sebagai Pilot Project kerjasama pelatihan pemasangan alat bantu dengar dan terapi wicarabagi anak yang mengalami gangguan pendengaran. Tentang Resource Centre menurut Sekda, adalah pusat layanan untuk pendidikan Inklusi. “sesuai komitmen Nasional Mendikbud, Moh Nuh agar pada tahun 2014 menuju pendidikan inklusif artinya siswa anak berkebutuhan khusus harus siap belajar bersama siswa normal di sekolah Umum”

Selain itu, Resource Centre yang berdiri di bekas gedung markasnya pasukan kuning (petugas kebersihan) ini nantinya akan dilengkapi dengan sarana prasarana antara lain, sarana pembelajaran, ekstra kurikuler, aneka alat terapi, vokasional skill, laboratorium komputer, sarana oleh raga dan lingkungan pergaulan kondusif.”tempat ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pusat ketrampilan dan pusat terapi bagi kemandirian anak berkebutuhan khusus” ujar Nadjib. (sdm)

WASPADAI ANTHRAX, GRESIK KERAHKAN 15 DOKTER HEWAN



Meski Jawa Timur sudah dinyatakan bebas Anthrax, namun Pemkab Gresik tetap mewaspadai ancaman Anthrax. Hal ini karena beberapa daerah di luar Jawa Timur beberapa daerah belum bebas penyakit mematikan ini. Agar tidak kecolongan menjelang pelaksanaan hari raya kurban Pemkab Gresik akan melakukan Pemeriksaan hewan ternak Kurban di sentra-sentar penjualan ternak kurban di seluruh Kabupaten Gresik.

Pemeriksaan Hewan Ternak Kurban sebelum disembelih (ante mortem) pada sentra penjualan hewan kurban di Gresik efektif dilaksanakan mulai Senin lusa sampai pada hari H. “kami mengerahkan 15 dokter hewan dan paramedis”. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik, Drs. Suyadi melalui Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Jum’at (28/10).

Para petugas kesehatan hewan ini akan melaksanakan tugasnya dalam 4 kelompok di 4 area penjualan ternak kurban. Masing-masing kelopmpok pemeriksaan wilayah I yang diketuai oleh drh. Nunung DS melakukan pemeriksaan di area sekitar Petrokimia, Giri, dan Tlogodendo. Kelompok II yang diketuai oleh drh. Purdianto melaksanakan pemeriksaan di area penjualan ternak di sekitar GKB, Bunder dan Suci.

Sedangkan kelompok III yang diketuai oleh drh. Herman melaksanakan pemeriksaan di area penjualan ternak kurban di sekitar Tlogopojok, Romo Manyar sampai ke wilayah Sembayat. Seta kelompok IV yang diketuai oleh drh. Devi Kartikasari melaksanakan pemeriksaan penjualan hewan kurban di area sekitar Jalan Panglima Sudirman, Jl. Arief Rahman Hakin (Pasar Senggol), Jalan Veteran dan sekitar PLTU Gresik.

Tentang tips memilih hewan kurban yang layak, Kasubdin Peternakan, Ir.Bambang Supranggodo dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik Yang paling penting yaitu syarat sahnya kurban hewan harus dewasa (poel), yang ditandai dengan tanggalnya gigi. Usia Kambing/domba di atas 1 tahun, sapi/kerbau diatas 2 tahun), tidak kurus, jantan (tidak dikebiri, buah zakar lengkap 2 buah bentuk dan letak simetris).

Pembeli Hewan ternak kurban sebaiknya juga bertanya dan yakinlah bahwa hewan yang dibeli berasal dari daerah di Jawa Timur, karena Jawa Timur adalah daerah bebas Antraks. Untuk membantu masyarakat dalam mengidentifikasi ternak kurban sehat Bambang Supranggodo memberikan tips, katanya”Pemeriksaan ante mortem ini bisa dilakukan oleh orang awam terutama bagi pembeli hewan kurban, misalnnya dengan meraba bagian dada, pinggang, ketiak dan yakinkan bahwa tidak ada pembengkakan. Alat kelamin luar (testis) harus sama dan simetris”. Bambang juga menyarankan, agar jangan membeli hewan yang sedang demam, diare dengan berak ada darahnya serta pernapasannya lemah sebab gejala yang demikian itu adalah tanda hewan yang terkena antraks.

Tak hanya sampai disitu, para petugas kesehatan hewan ini juga mekukan pemeriksaan hewan di tempat penyembelihan yaitu pemeriksaan Post mortem. Pemeriksaan ini dilakukan di Masjid, Musholllah maupun di kampung-kampung tempat dilaksanakan penyembelihan hewan kurban.”Kami memeriksa organ hewan yang telah disembelih Ijerohan). Misalnya pada kelenjar limfe gunanya untuk menemukan peradangan, menemukan cacing pada pencernaan, paru dan hati. Kalau ditemukan cacing pada organ tersebut, maka organ tersebut harus diafkir”.

Untuk pemeriksaan postmortem Pihak Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik sudah menugaskan seluruh jajaran petugas peternakan yang ada di kecamatan. Tentang ketersediaan Ternak Kurban 2011 di Gresik yaitu Sapi 6.000 – 8.000 dari populasi jantan 17.600 ekor. Kambing 11.000 – 12.000 ekor dari populasi jantan 20.147 ekor. serta domba ada 4.000 – 5000 ekor dari 9064 ekor.(sdm, Humas Pemkab Gresik)

AWAL DESEMBER GRESIK PUNYA PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL



Awal Desember 2011, Gresik akan punya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Kepastian ini didapat setelah Ketua Muda Perdata Khusus Mahkamah Agung, Dr. H. Mohammad Soleh, SH. MH bertemu dengan Sekda Gresik. Ir. Moh Nadjib dan Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim di ruang rapat Bupati Gresik, Jum’at (14/110). Menurut Mohammad Sholeh, Pembentukan PHI ini sebagai pelaksanaan menjalankan Undang-Undang.

Adapun kedatangan Ketua Muda Perdata Khusus MA beserta rombongan ini untuk memastikan kesiapan gedung tempat PHI ini berada. Selain itu, Mohammad Sholeh menanyakan keabsahan dokumen hibah bekas kantor Dinas Perdagangan yang terletak di perempatan Kebomas yaitu di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo 60 ini untuk menjadi Pengadilan Hukum Industrial (PHI).

Kehadiran kami ini sekedar ingin memastikan sejauh mana dokumen gedung hibah ini, karena sesuai informasi dokumen gedung tersebut bukan milik Pemkab Gresik dan masih atas nama Kementerian Perdagangan. “kami ingin mendengar langsung kejelasan status gedung ini, jangan sampai setelah ditempati PHI, akan ditarik kembali. Kami minta surat jaminan dari Pemkab Gresik agar gedung tersebut tidak diminta kembali” tandas Mohammad Soleh.

Terkait masalah itu, Nadjib menjelaskan tentang status gedung calon PHI ini, katanya memang status gedung ini atas nama Departemen Perdagangan. Namun dulu dari kementerian Perdagangan telah diserahkan ke Gubernur Jawa Timur yang kemudian diserahkan lagi ke Bupati Gresik sebagai kantor Dinas Perdagangan.”kami menjamin selama gedung itu dimanfaatkan sebagai PHI, kami tidak akan menarik kembali. Terkait dokumen administrasi gedung tersebut, Sekda Gresik meminta agar diselesaikan secara bersama antara pihak MA dan Pemkab Gresik.

Ditambahkan oleh Nadjib, PHI ini memang harus dan segera dibentuk, mengingat wilayah Kabupaten Gresik adalah daerah industry yang rawan sekali terjadi perselisihan buruh dan pengusaha. Nadjib menjanjikan akhir Nopember 2011, gedung tersebut telah siap pakai. Dan awal Desembner 2011, PHI sudah bisa melaksanakan aktivitasnya termasuk siding. Pernyataan Nadjib ini disambut baik oleh pihak MA.

Sementara Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim juga turut memberikan garansi tentang tidak akan ditariknya gedung PHI oleh Pemkab Gresik. Hasyim menyatakan betapa pentingnya PHI ini berdiri di Kabupaten Gresik.”seringnya kami menerima demo buruh selama ini, terkait perselisihan buruh dan pengusaha. Semoga dengan berdirinya PHI di Gresik tidak ada lagi demo buruh ke Pemkab maupun DPRD” ujarnya.
Terkait ditariknya kembali gedung oleh Pemkab Gresik, kami kira tidak mungkin, karena betapa banyaknya gedung yang dimiliki Pemkab Gresik yang sudah tidak dipakai lagi terkait penataan organisasi yang baru. “jangankan PHI, Kami saja yang butuh gedung untuk kegiatan masyarakat Bawean, Pemkab memberikan fasilitas gedung” ujarnya membandingkan.

Rombongan MA yang dalam kunjungannya membawa serta kertua Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya dan Ketua Pengadilan Negeri Gresik dalam rombongannya itu. Mohammad Sholeh menyatakan,” secepatnya akan kami tindaklanjuti, Termasuk sidang PHI. Untuk sementara apabila belum dibentuk hakim ad hoc, maka persidangan akan dilakukan oleh hakim dari Surabaya. (sdm, Humas Pemda Gresik)

MASUK KLB DIFTERI, GRESIK LAKUKAN VAKSINASI



Imbas Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di Jawa Timur, Dinas Kesehatan Gresik siapkan vaksin untuk 23 ribu anak untuk di vaksinasi. “Rencananya vaksinasi difteri ini akan dilakukan mulai besok Selasa, namun kepastiannya masih menunggu kesiapan logistic yang dikirim dari Dinkes Propinsi” Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3Kesling), dr. Nurul Dholam melalui kabag Humas, Andhy Hendro Wijaya, Senin (10/10).

Melalui Puskemas dan Pustu di jajaran Dinas Kesehatan Gresik vaksin difteri ini akan diberikan pada anak usia pra sekolah dan anak-anak murid Sekolah Dasar kelas 1, 2 dan 3.”Vaksinasi ini merupakan upaya preventif promotif selain imunisasi rutin (regular), sifatnya Outbreak Respons Immunization (ORI) karena adanya KLB” tambah Nurul Dholam.

Masih menurut Nurul Dholam, pernyataan KLB difteri oleh Gubernur Jawa Timur terkait adanya kasus difteri yang menyerang 34 Kabupaten/kota dari 38 jumlah Kabupaten/kota di Jawa Timur. Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri corine diftery yang pada tahun 2010 serangan mencapai 304 kasus dengan 21 penderita meninggal dunia. Selanjutnya pada tahun 2011 ada 333 kasus dengan jumlah penderita yang meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Dari 34 kabupaten kota tersebut, Kabupaten Gresik termasuk daerah endemic dengan jumlah 10 kasus pada tahun 2010 meliputi 4 kasus di kecamatan Kebomas, 3 kasus di kecamatan Gresik, 2 kasus di Kecamatan Manyar dan 1 kasus di Kecamatan Panceng. Sedangkan data difteri pada tahun 2011 sebanyak 7 kasus meliputi, 2 kasus di Manyar, 2 kasus di Kebomas, 2 kasus di Gresik dan 1 kasus di Cerme”.

Atas kasus tersebut, Dinkes Gresik berupaya melakukan penemuan dini kasus difteri di tingkat Puskesmas dan memudahkan rujukan ke Rumah Sakit, agar sebaran penyakit ini tidak meluas. Penyakit ini harus dirawat khusus sesuai standard dan di isolasi. Selain itu pihak Dinas Kesehatan Gresik melakukan pengamatan dan pemeriksaan dengan orang-orang di sekitar lingkungan penderita.

”Penyakit ini sangat mudah menular karena penularannya melalui pernafasan. Tanda awal penderita yaitu demam tinggi + 38 C, panas, batuk, pilek, sesak dan sakit saat menelan serta bengkak pada leher. Tanda yang paling khas adalah pada tenggorokan dilapisi oleh selaput putih (pseudo membran). Keadaan yang paling parah apabila selaput putih ini menutup pernapasan sehingga penderita harus dibuatkan saluran pernapasan dengan melubangi pada bagian leher (tracheostomi).

Sedangkan kematian bisa terjadi apabila racun yang dikeluarkan oleh corine diftery ini terbawa melalui darah dan masuk ke jantung. Pungkas Dholam. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

DINKES KENALKAN KUSTA DI RAKER AISYIYAH



Sepertinya Hasby (27) tak canggung lagi menceritakan kisah dirinya yang pernah berpenyakit kusta. Bapak satu anak warga Desa Banyuurip Ujungpangkah ini memberikan testimoni dihadapan sekitar 100 orang ibu pengurus Aisyiyah se Kabupaten Gresik yang tengah melaksanakan Rapat kerja di Komplek Masjid Sabilillah, Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Minggu (2/10).

Secara kronologis bapak satu anak yang kini menekuni usaha perbaikan alat elektronika dan persewaan sound system ini mengaku bahwa awal dirinya terdeteksi penyakit Kusta sejak umur 10 tahun. “saat itu saya medapati bercak putih semacam panu di lutut dan siku saya. Tanpa diberitahu tentang penyakit saya ini, oleh guru saya dibawa ke Puskesmas. Setelah berobat rutin dan teratur penyakit saya sembuh. Saat ini saya sehat dan sudah menikah serta punya anak satu. Alhamdulillah semua keluarga saya sehat” ujar Hasby meyakinkan.

Penyampaian Hasby didepan Pengurus Organisasi kewanitaan Muhammadiyah se Kabupaten Gresik sebagai upaya dari Dinas Kesehatan Gresik untuk sosialisasi agar Aisyiyah ikut berperan aktif dalam menekan angka kusta di Gresik. Seperti yang disampaikan oleh Zainuddin dari Yayasan Kusta Indonesia yang mengatakan“sebaiknya kusta diobati sejak dini. Deteksi awal yaitu apabila dijumpai dikulit seperti bercak dan panu, namun bercak tersebut mati rasa, maka segera diperiksa ke Puskesmas. Pengobatan kusta ini gratis sampai penderita benar-benar sembuh.

Pengobatan dini perlu dilakukan untuk menghindari kecacatan. Pengobatan dengan teratur kusta bisa sembuh dengan pengobatan selama 1 tahun untuk kusta basah. Sedangkan pengobatan untuk kusta kering membutuhkan pengobatan selama 6 bulan”. Zainuddin juga menegaskan bahwa Kusta bukan penyakit kutukan dan bukan juga keturunan.”kusta diakibatkan oleh bakteri, penularannya tidak serta merta, namun mempunyai masa inkubasi selama antara 5 – 10 tahun. Penularannya melalui pernafasan dan kontak fisik yang berkepanjangan. Setelah pengobatan, bakteri kusta mati dan tidak menular lagi” ujar Zainuddin yang juga dosen IAIN Sunan Ampel.

Zainuddin juga berharap kepada segenap anggota Aisiyah untuk mencari, melaporkan apabila menemukan penderita kusta baru agar segera mendapat pengobatan di Puskesmas. Sesuai rilis Dinkes Gresik, Jumlah penderita Kusta di Gresik sesuai data tahun 2010 sekitar 140-150 orang. Jumlah ini menempati ranking ke 13 se Jawa Timur. Kami tidak akan bermain dengan angka. Ketika kita mau bekerja dan mencari, maka angka itu semakin tinggi. Namun demikian saat kita mau bekerja untuk mengobati niscaya akan menghentikan peningkatannya. “dari pada dibiarkan nanti semakin menyebar dan berbahaya. Setelah diobati, maka kusta tersebut akan sembuh dan tidak menular lagi” ujar Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Sugeng Widodo.

Sementara ketua Aisyiyah Gresik, Ny. Muyasyaroh menyatakan siap mensosialisasikan program ini kepada pangusus Aisyiyah yang lain terutama yang ada di Kecamatan dan desa.”sosialisasi ini penting, mengingat selama ini penderita kusta selalu dikucilkan dan terisolasi dari pergaulan masyarakat. Kami akan berupaya untuk membuka isolasi ini agar mereka nantinya hiduo secara normal” ujarnya.(sdm, Humas Pemda Gresik)

GU GANDENG PENGUSAHA UNTUK BIAYAI KONTRAK PEMAIN



Pemkab Gresik upayakan untuk menggandeng Pengusaha agar menjadi bapak asuh Gresik United. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, MM melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Selasa ( 20/9) dikantornya.

Upaya ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membentuk tim yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Gresik. Pemkab Gresik tidak bisa berjalan sendiri. “ Saat ini sudah ada kesediaan dari beberapa pengusaha untuk menanggung biaya kontrak pemain. Kami tidak mentarget berapa pemain yang akan mereka tanggung yang penting kami mohon mereka untuk membantu memberikan kontribusinya menopang kesebelasan Persegres Joko Samudro”, Ujar mantan Ketua KONI non aktif ini.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Gresik ini seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2011 yang melarang alokasi dana APBD untuk membiayai klub profesional. Permendagri tersebut sekaligus menghapus Surat Edaran Mendagri No. 426 Tahun 2010, yang memungkinkan dana APBD digunakan membiayai klub professional.

Untuk menyongsong musim liga indonesia dengan format baru, Persegres Joko Samudro atau yang selama ini dikenal dengan Gresik United (GU), tengah melakukan proses seleksi Pemain. Menurut Qosim, dibutuhkan sebanyak 25 pemain kelas A untuk memperkuat skuad Persegres Joko Samudro ini. Rekrutmen yang dilaksanakan oleh manajemen menseleksi para pemain yang selama ini telah malang-melintang di beberapa klub dalam musim kompetisi sebelumnya. Selain itu pihak manajemen juga member kesempatan untuk para pemain putra daerah guna mengukuti seleksi.

Tentang Perusahaan yang siap membantu Pemkab untuk menopang kesebelasan Persegres Joko Samudro ini, Qosim menyatakan,”kami sudah melakukan pembicaraan dengan mereka diataranya dari PT. Semen Gresik, PT. Petrokimia Gresik, PT Smelting dan PT Wilmar. Mereka sepertinya siap mendukung upaya Pemkab Gresik ini. Yang pasti kami akan berupaya untuk menggandeng beberapa perusahaan yang lain lagi” ujarnya. (sdm)

PEMKAB GRESIK SIAP DROPING 250 TANGKI AIR BERSIH KE DESA KEKERINGAN



Sampai akhir September 2011, Pemkab Gresik menyiapkan bantuan 250 tangki air bersih untuk Desa yang mengalami kekeringan di 8 (delapan) Kecamatan. “pelaksanaannya menunggu laporan permintaan droping air bersih dari kecamatan. Dipastikan dalam minggu ini laporan itu sudah masuk semua” Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Ir. Hari Sucipto melalui Kabag Humas Pemkab Gresik, Selasa (13/9).

Delapan Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Dukun, Bungah, Manyar, Duduksampeyan, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Kedamean. ”Saat ini kami masih menginventarisir setiap laporan yang masuk dari Kecamatan-kecamatan untuk menentukan desa mana saja yang membutuhkan droping air bersih” ujarnya.

Untuk sementara laporan yang sudah masuk masih 2 kecamatan yaitu Kecamatan Cerme yang memintakan air untuk 8 desa dan kecamatan Dukun yang minta droping air untuk 15 desa. Untuk beberapa Kecamatan yang lain, beberapa hari kedepan minggu ini dipastikan akan segera memasukkan laporannya. Mengingat kami sudah mengkoordinasikan tentang hal itu” ujar Hari pasti.

Memang sejak masuk bulan Agustus 2011, kami sudah menerima laporan kekeringan dibeberapa wilayah. Laporan awal masuk dari kecamatan Sidayu. Disana kami sudah melaksanakan droping air bersih untuk 14 desa yang membutuhkan. “pelaksanaan dropingnya sudah pada Agustus lalu”. Ditambahkan oleh mantan Sekretaris DPRD tersebut, dari pengalaman droping air di Sidayu. Kami merasa pembagian air tersebut kurang optimal, karena tidak adanya tandon air didesa.

Solusinya adalah pembangunan tandon air di desa. Dengan adanya tendon air di tiap desa kekeringan, pasti banyak warga yang bisa terlayani. Pembagian air dari jirigen per jirigen atau dari rumah kerumah sangat memakan waktu. Belum lagi kerugian tercecernya air saat pembagian tersebut. Agar lebih efektif, Kedepan Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah, merencanakan untuk membangun tandon air bersih di desa-desa yang rawan kekeringan. “kalau perlu untuk mengurangi kelangkaan air bersih, kami terus mencari sumber air baru untuk dibuatkan sumur bor, terutama pada daerah yang minus air bersih. Karena bencana kelangkaan air bersih ini terjadi hampir tiap tahun” ungkapnya.

Tentang pihak lain yang akan ikut memberikan bantuan droping air bersih ini, Hari menghimbau agar tetap berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Hal ini untuk menghindari bantuan yang tumpang tindih. Selama ini memang ada bantuan dari PMI Gresik yang ikut memberikan droping air bersih, kami sangat berterima kasih. Namun sebelumnya kami menyarankan agar tangki pengiriman air ini sebaiknya berkapasitas 5000 liter, buka yang 8000 liter. kerena volume jalan masuk pada desa yang kekeringan itu hanya bisa dilalui oleh truk tangki dengan kapasitas 5000 liter. pungkas Hari. (sdm, Humas pemkab Gresik)

AJUKAN GAJI PNS, PEMKAB GRESIK SIAPKAN 33 MILYAR





Pemkab Gresik segera mencairkan gaji PNS periode Septembet 2011 pada Jum’at tanggal 26 September 2011. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gresik, Yetty Sri Suparyati melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Rabu (24/8).



Lebih jauh Yetty menjelaskan, kepastian gaji ini setelah turunnya Peraturan Presiden RI nomor 52 tahun 2011. Peraturan Presiden RI tersebut tentang Penetapan Pembayaran gaji Pegawai Negeri , pejabat negara dan Pembayaran Pensiunan bulan September 2011, di tandatangani oleh Presiden RI pada tanggal 22 Agustus 2011.



Peraturan Presiden tersebut juga dikuatkan dengan turunnya teleks pagi tadi dari Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara Surabaya I. Dengan turunnya surat tersebut, kami siap membayar gaji PNS Pemkab Gresik sesuai tanggal yang telah ditetapkan yaitu, Jum’at, 26 September 2011. ujar Yetty menegaskan.



Tentang kesiapan administrasi, Yetty menyatakan siap.”jauh hari kami sudah menyiapkan antisipasi ini. untuk itu kami telah berkoordinasi dengan seluruh bendaharawan gaji dari seluruh SKPD untuk menyiapkan seluruh berkas gaji. Namun kami masih menunggu aturan dari Pusat untuk pelaksanaannya. Adanya kegamangan beberapa hari yang lalu, menurut Yetty, karena aturan keputusan itu belum turun. Dengan turunnya Peraturan Presiden, serta dukungan telex dari KPPN Surabaya I, maka kami siap melaksanakan kebijakan tersebut.



Untuk Pembayaran gaji PNS Pemkab Gresik bulan September 2011 tersebut, Pemkab Gresik sudah menyiapkan dana sebesar Rp. 33 milyar. Dana tersebut untuk pembayaran gaji sebanyak 11.006 PNS Pemkab Gresik bulan bulan September 2011. “pada dasarnya dana itu siap karena sudah dianggarkan APBN pada pos Dana Alokasi Umum. (sdm)

PT POLOWIJO GOSARI PRODUSEN DOLOMIT TERBESAR DI INDONESIA



Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menyebutkan ada 19 wilayah holtikultura di Gresik diantara 76 yang ada di Jawa Timur. Untuk itu Bupati menyambut baik rencana pengembangan Holtikultura PT Polowijo Gosari seluas 2000 ha. Bupati berharap agar PT Polowijo Gosari semakin memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitar. Harapan ini disampaikan oleh Bupati saat berpidato pada resepsi HUT PT Polowijo Gosari ke 33 yang dipusatkan dilingkungan pabrik di Ujungpangkah Gresik, Rabu (11/5).

Kemajuan PT Polowojo yang sudah 33 tahun ini menunjukkan grafik yang naik. Naik dari sisi produksi, naik dari sisi pengembangan dan naik dari sisi keuntungan. “bagi kami yang penting bisa mensejahterakan masyarakat sekitar. Percuma saja meski sudah berskala Nasional maupun international bila masyarakat sekitarnya tidak sejahtera” himbau Sambari berulang-ulang.

PT Polowijo Gosari yang berpusat di Jalan Raya Ujungpangkah ini berdiri sejak 11 Mei 1978. Sebagai Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha perusahaan ini punya prospek besar. Berbagai bidang usaha digeluti mulai dari pertambangan kapur, pembuatan pupuk dolomit serta sebagai perusahaan agrobis yang mengembangkan produk buah-buahan dan holtikultura.

Bahkan PT Polowijo Gosari mengklai sebagai pusat dan produsen Dolomit terbesar di Indonesia dan berskala International. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Perusahaan M. Achmad Jauhar Arifin. Dalam kesempatan itu Arifin menyampaikan beberapa kegiatan sosial yang dilakukan yaitu, khitanan massal serta pembagian sembako untuk masyarakat disekitar pabrik.

Arifin juga berjanji bahwa pihaknya akan siap berada dibelakang Bupati dalam membangun perekonomian Gresik. Seperti yang disampaikan Bupati tentang pengembangan kebun inti holtikultura yang meliputi wilayah Panceng, Ujungpangkah dan Dukun. “Kebun inti ini nantinya di tengah-tengahnya akan dibangun sekolah yang meneliti tentang holtikultura. Harapan saya Kebun inti ini akan menjadi pusat Holtikultura di Indonesia”. Ujar Arifin. (sdm)

LOMBA BURUNG BERKICAU, BUKTI UDARA GRESIK MASIH AMAN



Rupanya harapan kicaumania Gresik untuk menjadikan Gresik berkicau benar-benar terwujud. Betapa tidak, sejak dilantik 7 bulan yang lalu Bupati Gresik telah 2 kali menyelenggarakan lomba burung berkicau tingkat Nasional.

Event lomba burung berkicau kali ini dibuka oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto memperebutkan piala Bupati Gresik. Acara yang berlangsung pada Minggu, (17/4) di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka Hari Jadi kota Gresik ke 524, sekaligus memperingati HUT Pemkab Gresik ke 37.

Tentu ini pertanda baik, karena para penggemar burung percaya bahwa kota Gresik sebagai kota industri masih layak untuk kehidupan mahluk hidup terutama burung-burung berkicau. “Kami yakin bahwa tingkat polusi di Gresik masih aman dan tidak berpengaruh pada kehidupan, terbukti saat burung-burung ini mulai ditenggerkan, mereka langsung berkicau” demikian Bupati meyakinkan peserta.

Lomba ini unik, dan kami menganggap juri dan panitia itu hebat, karena dapat menilai baik buruknya suara burung. Bupati juga berharap agar lomba ini dilaksanakan secara fair play,”jangan ada titipan, agar lomba ini bisa menjadi tolok ukur dan ajang yang dapat dipercaya oleh komunisas penggemar burung” ujar Sambari mewanti-wanti panitia. Semoga event ini banyak memberikan kemajuan bagi kabupaten Gresik terutama pada sisi perekonomian, tambahnya.

Pada festival kali ini tampak lebih besar dan meriah dari event Bupati cup sebelumnya. Karena jumlah burung yang unjuk kebolehan lebih banyak. Pesertanyapun dari berbagai kota bahkan ada yang dari luar pulau. Menurut Ketua Panitia Festifal, Alexander, lomba kali ini dibagi dalam 23 kelas dan jenis burung. Adapun hadiah yang akan diperoleh untuk juara I Bupati Cup yaitu khusus kelas burung dari jenis anis merah, cendet, cucak hijau dan murai batu yaitu uang tunai Rp. 3 juta ditambah bonus Rp. 2 juta.

Sementara salah seorang peserta yang tidak pernah absen dalam festival burung , Rudi Pancer (38) mengaku senang bisa berlomba di Gresik. Betapa tidak, pria asal Surabaya ini Pada Bupati cup sebelumnya, berhasil meraih juara pertama Bupati Cup 2010. Burung punglor merah yang diberi nama euro milik Rudi Pancer ini berhasil menyisihkan ratusan burung punglor merah yang lain. (sdm, Humas Pemda Gresik).

600 ANAK YATIM LAYANGKAN CITA-CITA DENGAN BALON KE UDARA



Beragam keinginan 600 anak Yatim Piatu saat mereka oleh panitia Yayasan Yatim Mandiri disodori secarik kertas untuk menulis keinginan dan cita-citanya pada Selasa (22/2). Husnah Nabila misalnya, bocah kecil asal telogopok Gresik ini menulis menjadi Mubalik. Sedang Tri Cahya menulis keinginannya menjadi dokter.

Sementara Mulia Rahmat menulis cita-citanya ingin menjadi Presiden. Ternyata ada juga anak yang menulis keinginan dan cita-citanya menjadi Pak Qosim, ketika ditanya alasannya Pak Qosim ganteng dan pinter ceramah. Itulah gambaran sekelumit dari 600 anak Yatim Piatu yang saat itu akan menerima bingkisan dari Yayasan Yatim Mandiri.

Setelah ditulis, kemudian kertas-kertas itu diikat benang ke balon dan diterbangkan keangkasa dari halaman kantor Bupati Gresik. Tentu saja terlebih dahulu diiringi doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik, Drs. Muhammad Qosim, M.Si.”semoga Allah SWT. mengabulkan keinginan kita bersama, amiin” Ujar Qosim yang dibarengi dengan pelepasan balon cita-cita keudara oleh ratusan Yatim piatu.

Pecahlah sorak sorai para Yatim piatu melepas balon-cita-citanya keudara. Sesekali mereka komat-kamit seperti berdoa lalu mengusap kedua tangan kewajahnya. Hal ini juga diikuti oleh guru, pembimbing, serta seluruh undangan yang hadir.

Ceria para yatim piatu itulah yang diharapkan oleh Yayasan Yatim Mandiri yang saat itu secara menyerahkan beasiswa total senilai Rp. 352.520.000,- kepada 1656 Yatim Piatu se Kabupaten Gresik. Penyerahan beasiswa ini simbolis dilaksanakan oleh Wakil Bupati Gresik, Drs. Muhammad Qosim, M.Si di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik kepada 600 anak yatim dari 35 Panti Asuhan dan 88 koordinator Yatim se Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya Wabup menyatakan terima kasih kepada Yayasan Yatim Mandiri yang telah ikut membantu Yatim Piatu di Kabupaten Gresik. Program peduli Yatim Piatu ini merupakan program Kami, dan atas persetujuan DPRD Gresik kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 3 milyar. Sesuai data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gresik, sampai saat ini jumlah Yatim Piatu se Kabupaten Gresik tercatat 14 ribu.

“Kami berharap kepada yayasan Yatim Mandiri agar kedepan jumlah beasiswa untuk Yatim Piatu di Kabupaten Gresik bisa lebih besar dengan cakupan yang lebih luas” ujar Qosim yang diangguki oleh segenap undangan yang terdiri dari Muspida, Pejabat Pemkab Gresik, rombongan crew dari yayasan Yatim Mandiri dan para pengasuh yayasan Yatim Piatu serta koordinator Yatim Piatu.

Sementara Direktur Yatim Mandiri Cabang, Ahmad Zaini Faisol menyebutkan, jumlah donatur Yatim Mandiri se Kabupaten Gresik sebanyak 8.000 donatur dengan total dana yang terkumpul sebanyak Rp. 200 juta tiap bulan. Dana itu kami alokasikan untuk beberapa program yaitu antara lain beasiswa totalnya sebesar Rp. 350 juta/semester, program pembelian alat sekolah, pembayaran guru exellent yatim sukses, uang saku harian yatim, layanan kesehatan yatim, operasional mobil ambulan, bantuan gizi, pelatihan, dan pelatihan entrepreuneur untuk yatim piatu remaja. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

POTENSI PAJAK GRESIK MENCAPAI Rp. 1,6 TRILYUN



Potensi pajak Gresik terbilang tinggi, dari akumulasi perolehan KPP Pratama Gresik Utara dan Gresik Selatan mencapai Rp. 1,6 trilyun. Sedangkan Pajak yang disetorkan ke Kas Pemerintah Kabupaten Gresik antara lain, Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp. 113 milyar dan PPH 21 senilai 20% dari total perolehan PPH Rp. 340 milyar, (20% X Rp. 340 milyar). Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik Utara, Moch Asjraf yang diamini juga oleh Kepala KPP Pratama Gresik Selatan, Darmawansyah.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si saat membuka sosialisasi perpajakan, “APBD Kabupaten Gresik tahun 2011 sebesar Rp. 1,1 trilyun, 64% dari jumlah itu didapat dari pajak. Untuk mencapai itu, kita harus tertib pajak. Wakil Bupati memberikan ilustrasi tentang pentingnya taat pajak. “Apabila anda ingin maju menjadi kepala daerah salah satu persyaratan yang ditetapkan KPU adalah tertib pajak. Itu salah satu syarat bagi calon Bupati dan wakil Bupati Gresik”. Ujar Qosim saat membuka sosialisasi perpajakan untuk 170 orang pimpinan Satker dan bendaharawan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kamis (10/2).

Menurut mantan Guru yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Gresik, ada 3 faktor dalam penyelenggaraan Pemerintahan, man (manusia) mony (uang) dan material (sarana prasarana). Terkait pajak dan keuangan, Qosim menyatakan hal itu sangat penting. Qosim mengingatkan kepada para Kepala Satker dan bendaharawan, agar tidak memberikan rekomendasi yang salah. “para bendaharawan harus selalu mengingatkan tentang aturan, hukum dan perundang-undangannya. Karena tidak setiap pimpinan tahu hal yang detil pada setiap masalah. Jangan lantas setiap keinginan pimpinan diloloskan. Ingat, kemarin saya membaca berita ada 158 pimpinan Daerah yang tersandung masalah hukum” ungkapnya.

Sosialisasi Perpajakan yang bertujuan untuk peningkatan peran kuasa pengguna pajak (KPA) dan bendaharawan ini bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik. Acara yang bertema,”menuju Kabupaten Gresik taat pajak”, dihadiri oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik Utara, Moch Asjraf, Kepala KPP Pratama Gresik Selatan, Dharmawansyah. Serta perwakilan dari Direktorat Pajak Jawa Timur, Sihabudin.

Dalam pidatonya saat membacakan laporan, kepala KPP Pratama, Gresik Utara mengatakan, secara Nasional tujuan kami untuk optimalisasi potensi PPN dan PPH. Anggaran pembangunan secara Nasional mencapai Rp. 1.100 trilyun. Dari jumlah itu 70% didapat dari pajak yaitu sekitar Rp. 850 trilyun. Untuk itu kami berupaya untuk mengoptimalkan pencapaian penerimaan PPN dan PPH yang secara nasional mencapai Rp. 200 trilyun. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

MENGUKIR KEMBALI KEJAYAAN GIRI NADA ERA 70 AN



Ada yang berbeda saat perhelatan resepsi HUT Gerak PKK ke-38, HUT Dharma Wanita Persatuan ke-11 dan Hari ibu ke-82 tahun 2010 di Gedung Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik beberapa saat yang lalu. Panggung resepsi tampak semarak dengan tampilan grup qosidah "Giri Nada" generasi baru. Dikatakan generasi baru karena memang baru terbentuk yaitu sekitar Oktober 2010.

Meskipun usianya kurang dari 3 bulan, tapi kepiawaian permainan kelompok yang beranggotakan 15 orang ini tak diragukan dalam membawakan setiap lagu. Bahkan aksi panggungnya yang begitu atraktif dalam memberikan ilustrasi disetiap lagu, membuat tepuk tangan aplaus penonton bergema tak pernah henti.

Giri Nada generasi baru, demikian Endah Budiningtyas (55) salah satu anggota Giri Nada generasi pertama dulu menyebut kelompok Qosidah yang beranggotakan staf dan karyawan Pemkab Gresik ini. Menurut Endah yang pada masa jaya Giri Nada generasi pertama dulu menjadi pelantun lagu (vokalis), mengatakan,"memang nggak mungkin mengumpulkan anggota yang dulu, karena mereka sudah sepuh-sepuh dan banyak yang sudah pensiun. saya aja juga tinggal setahun lagi pensiun". Ujarnya perempuan yang masih terlihat cantik ini mengenang.

Dikatakan olehnya, sebagai mantan anggota Giri Nada dirinya merasa terpanggil untuk menghidupkan kelompok yang pernah malang melintang di tingkat Nasional. "Kebetulan Bapak Bupati dan Wakilnya sangat mendukung akan terbentuknya Giri Nada yang baru ini. Keduanya berpesan agar kelompok Giri Nada Gresik bisa melakukan syiar agama lewat lagu. Maka tak lama kemudian saya beserta suami saya membentuk dan melatih Grup ini sampai seperti yang anda lihat ini" Ujar Endah yang ikut membidani terbentuknya Giri Nada Generasi baru bersama suaminya Tjuk Suja'i.

Dalam waktu kurang 3 bulan ini, Giri Nada Generasi baru yang berlatih tiga kali dalam setiap minggunya ini, telah bisa membawakan 12 lagu-lagu Qosidah. Sesuai pesan Bapak Bupati dan Wakilnya akan syiar Islam itu, maka kami memilih lagu yang lekat dengan Islam dan pesan moral. Diantara lagu yang diandalkan adalah Tombo Ati, Lir-Ilir, Sholawat Nabi, Baldatun Toyyibatun Wa Robbunghofur dan Rindu Rosul. Bahkan diantara 12 lagu tersebut, ada 7 lagu yang berhasil diciptakan sendiri oleh kelompok ini.

Menurut Endah, "Giri Nada dulu bukan hanya menjadi maskot Kabupaten Gresik, tapi maskotnya Jawa Timur. Giri Nada yang pertama dulu dibentuk pada tahun 1975, saat itu Bupatinya masih Bapak Sufelan. Pada tahun 1976, kelompok Giri Nada diundang untuk menjadi pengisi acara saat Peresmian kantor Depdagri di Jakarta. Saat itu Menteri Dalam Negerinya masih Bapak Amir Machmud. Berawal dari sukses itu, Giri Nada menjadi langganan pengisi acara pada setiap Pembukaan MTQ. Yang kami ingat, kami pernah tampil saat Pembukaan MTQ di Jogjakarta, Palembang, Semarang, Palu, Menado dan Balikpapan. Bahkan Kami sering ditanggap keluar kota" ujarnya mengenang.

Ada perbedaan antara Giri Nada generasi baru dengan Giri Nada yang dulu,"kalau giri nada yang dulu personilnya bisa memainkan alat musik, mulai dari gitar, piano, bass dan beberapa alat musik bernada yang lain. Untuk Giri Nada yang sekarang masih terbatas pada alat musik Rabana. Tapi kedepan memang diarahkan untuk pegang alat musik sepertio Giri Nada generasi sebelumnya" pungkasnya. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

MASIH ADA CADANGAN PANGAN SEBESAR 19.262,72 TON



Sampai saat ini cadangan pangan kita masih masih 19.262,72 ton demikian Bupati Gresik, Dr. Ir. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si selaku ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Gresik saat membuka sidang Ketahanan pangan Kabupaten Gresik di ruang rapat lantai IV kantor Bupati Gresik, Rabu (22/12).

Pangan tidak hanya beras, namun disini mencakup aspek yang lebih luas. Misalnya kacang hijau, kedelai, tepung terigu, serta bahan-bahan pangan lain. Untuk itu Kepala kantor Ketahanan pangan harus membuat perencanaan, berapa kebutuhan bahan-bahan tersebut untuk masyarakat. Misalnya saja untuk pembuat kerupu di Giri, berapa kebutuhan terigu untuk mereka, serta jenisnya.

Untuk ketersediaan pangan, Kantor ketahanan pangan harus berkoordinasi dengan semua pihak. Misalnya dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan untuk transportasinya, serta berbagai pihak. “yang tidak kalah pentingnya adalah penanganan pasca panen” tambah Bupati dihadapan peserta sidang ketahanan pangan yang terdiri dari seluruh Camat dan kepala Dinas, Kantor, Bagian se Kabupaten Gresik.

Rapat Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Gresik ini juga dihadiri perwakilan dari Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur, M. Mustajab sebagai Nara sumber. Dalam paparannya, Mustajab mengatakan, fungsi dewan ketahanan pangan yaitu memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pangan
.
“Banyak tugas kita misalnya mencegah beredarnya makanan yang tidak layak konsumsi. Terutama jajanan di sekolah yang dicampuri bahan tidak layak konsumsi. Juga dengan terjadinya perubahan iklim, yang juga mengubah ketersediaan pangan disuatu daerah. Misalnya yang terjadi di Bawean, saat musim angin seperti ini perlu adanya cadangan pangan yang cukup selama musim angin tersebut” ujar Mustajab.

Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Gresik, Zainal Arifin mengatakan, kekuatan produksi pangan Gresik tahun 2011 yaitu, Padi sawah dan ladang 56,692 ha, minapadi/tambak air tawar 14.629,05 ha. Produktifitas padi mencapai 352.516,01 ton dengan tingkat produktifitas mencapai 6,218 ton/ha.

Areal jagung 26.617 ha dengan produksi 97.114 ton, kedelai 3.176 ha produksi 3122 ton, kacang tanah 3.578 ha produksi 14,635 ton, kacang hijau 2.005 ha produksi 1.883.98 ton, ubi kayu 1.600 ha produksi 26.664,36 ton, ubi jalar 385 ha produksi 5.058,79 ton. (sdm)

GRESIK SAMBUT ONE BILLION INDONESIAN TREES



Bupati Gresik, Dr. Ir. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si mencanangkan Program Nasional gerakan one billion Indonesia Trees (OBIT) atau gerakan penanaman 1 milyar pohon, dengan menanam bibit pohon pelindung di Desa Sekarkurung, Kebomas Greik, Selasa (14/12). Pencanangan ini diikuti oleh Wakil Bupati Gresik, segenap Muspida Gresik dan Pejabat Pemkab Gresik beserta masyarakat sekitar lokasi.

OBIT atau One Billion Indonesian Trees adalah gerakan nasional menanam pohon yang di cangakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai upaya menghijaukan kembali Bumi dalam mengatasi global warming yang sedang terjadi saat ini. Kegiatan ini serentak di lakukan di seluruh kota di Indonesia termasuk di Kabupaten Gresik yang pencanangannya di lakukan hari Rabu 14 Desember 2010 di Desa Sekarkurung Kecamatan Kebomas yang di lakukan oleh BUpati dan Wakil Bupati Gresik.
Dalam sambutannya Bupati mengharapkan kepada seluruh masyarakat, agar menjaga pohon-pohon itu untuk bisa tumbuh dan besar. Bupati juga menggagasagar dalam menjaga dan merawat pohon tersebut melibatkan para RT,” kiranya perlu melibatkan RT dan seluruh warganya dengan membagi perkapling untuk bertanggung jawab pada kelestarian pohon disetiap bagian kaplingnya masing-masing. Kami merencanakan untuk memberikan reward kepada RT apabila pohon yang ada di kaplingnya itu hidup dan tumbuh 100%” ujarnya.
Satu hal yang penting untuk Gresik terkait program penanaman pohon ini yaitu agar lebih mengintensifkan penghijauan disekitar industri. Terutama di wilayah Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom. Misalnya penghijauan di sepanjang jalan Darmo Sugondo dan Mayjen Sungkono.”tapi jangan memilih tanaman buah-buahan dan holtikultura, karena kalau berbuah nantinya akan membahayakan anak-anak” tambahnya.
Terkait prgram OBIT ini, Kepala Dinas Prtanian Ir. Agus Joko Waluyo menyatakan, sampai akhir 2010 nanti pihaknya akan dan telah menanam 73.200 batang pohon untuk seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Dukungan pengadaan bibit pohon itu didapat dari berbagai pihak yang rinciannya, 42.000 dari Balai Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Solo, 12.200 batang dari APBD Gresik, 16.000 dari PT Petrokimia Gresik dan 3000 batang dari AMPI.
Adapun jenis pohon yang ditanam pada program Nasional OBIT kali ini antara lain, jati, mahoni, akasia, trembesi, Matoa, rambutan, sukun, nangka, jambu merah, mangga dan malaba (jenis tanaman pantai). “penanaman jenis pohon ini juga disesuaikan dengan keadaan tanah setempat serta lokasinya. Misalnya untuk buah tidak mungkin ditanam di pinggir jalan. Sesuai arahan Bupati tadi” tambah Agus.
Untuk program penanaman tahun 2011, Dinas Pertanian telah membentuk 18 kebun bibit rakyat (KBR) yang terletak di 18 lokasi di 18 desa. Masing-masing KBR ini mampu berpoduksi sebanyak 50.000 batang bibit mahoni dan jati, serta 5000 batang bibit trembesi. Dengan demikian pada tahun 2011 nanti kami telah menyiapkan sekitar 990.000 batang bibit tanaman penghijauan yang akan ditanam diseluruh wilayah Kabupaten Gresik” pungkasnya.

Sementara itu, PT Petrokimia sebagai salah satu perusahaan BUMN juga turut andil dengan menyumbang 16.000 pohon tediri dari bibit Mahoni, Tanjung, Trembesi, Mangga dan Jambu. Sehingga selama tahun 2010 saja, PT Petrokimia Gresik telah melakukan penanaman sejumlah 100.000 pohon untuk program penghijauan.

Selanjutnya, PT Petrokimia Gresik berencana menghijaukan Gresik dengan menyumbang 225.000 pohon pada tahun 2011 mendatang. Gerakan ini akan di lakukan secara berkesinambungan ke seluruh pelosok Gresik.(86)

HAMPIR 10% PESERTA TES CPNS TIDAK HADIR



Hingga pelaksanaan tes, ternyata masih ada peserta tes CPNS yang tidak hadir saat pelaksanaan test pada Minggu, 12 Desember 2010.

Dari 5190 peserta yang terdaftar, yang hadir dan ikut test sebanyak 4748 peserta. Sedangkan yang tidak hadir 442 peserta. “Kurang dari 10%” demikian keterangan yang disampaikan Kepala BKD, Drs. Saputro melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya disela mendampingi Bupati Gresik melakukan sidak tes CPNS. Dari jumlah peserta tersebut tersebar di 293 lokal (ruang) dalam 14 lembaga (sekolah).

Ada 2 tempat yang di sidak Bupati Gresik, Dr. Ir. Sambari Halim Radianto, ST. M.Si yaitu di SMP Negeri I Gresik dan di SMA Negeri I Gresik. Mula- mula Bupati yang didampingi oleh Wakil Bupati, Drs. Mohammad Qosim, M.Si dan PLT Sekda Gresik, Ir. Moh Najib memulai sidak di SMP Negeri I Gresik. Di sekolah yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto ini Bupati meninjau pelaksanaan test untuk 12 lokal yaitu sekitar 240 peserta tes CPNS. Sedangkan di SMA Negeri I Gresik ada sekitar 24 lokal yaitu sekitar 480 peserta.

Dalam keterangannya Bupati menyatakan bahwa pelaksanaan tes berjalan tertib, aman dan lancar “sampai saat ini tidak ditemukan hal-hal yang menghambat. Tentang ada beberapa peserta yang sedikit terlambat, Panitia memberikan toleransi waktu 15 menit. Hal ini mengingat ada peserta dari luar kota.” Ujarnya. Terkait adanya kekhawatiran tentang kebocoran soal, Bupati menegaskan,” saya jamin tidak ada kebocoran soal pada test CPNS kali ini”.

Sementara ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga (LPPM Unair), Joko Agus menjelaskan, jumlah seluruh soal 100 yang terbagi dalam 3 macam tes yaitu Pengetahuan Umum, Bakat Scholastik dan Kematangan. “Masing-masing ada waktunya” ujar Agus.

Bakar Soal Pasca Test
Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, Panitia Tes CPNS tahun 2010 langsung memusnahkan soal-soal tes CPNS selepas berlangsungnya tes. Selepas menandatangani berita acara yang dilakukan oleh Ketua LPPM Unair dan Kepala BKD Pemkab Gresik, Drs. Saputro maka prosesi pemusnahan dilakukan dengan cara membakar sampai habis yang dilaksanakan di belakang kantor Bupati Gresik, Minggu (12/12) mulai jam 13.00.

Dalam keterangannya Saputro menjelaskan, seluruh berkas soal tes CPNS baik yang sudah terpakai maupun yang tidak terpakai (cadangan) semuanya langsung dimusnahkan dengan dibakar. Pembakaran juga dilakukan pada berkas lembar Jawaban komputer yang tidak dipakai. Pokoknya tidak ada yang tersisa. Untuk itu kami beserta seluruh unsur terkait dari LPPM Unair, Polres Gresik dan beberapa rekan lain ikut menjadi saksi pada proses pembakaran ini, “kami akan menjaga pembakaran ini sampai seluruh berkas menjadi abu”ujarnya. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

MASIH BANYAK BERKAS PENDAFTAR CPNS YANG DIKEMBALIKAN



Sampai Selasa, 30 Nopember 2010 kemarin jumlah Pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Gresik tahun 2010 yang masuk ke Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik sebanyak 3584 pendaftar. Setelah diteliti oleh Panitia, ternyata yang memenuhi persyaratan administrasi sebanyak 2928 pendaftar, sedangkan 656 berkas lainnya terpaksa dikembalikan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BKD Gresik, Drs. Saputro melalui Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya dikantornya, Rabu (1/12).

Rinciannya yaitu, untuk pendaftar tenaga Guru sebanyak 1200 berkas, yang telah memenuhi persyaratan 831 berkas dan yang dikembalikan 181 berkas, formasi yang tersedia untuk tenaga guru yaitu 103 orang. Pendaftar tenaga Kesehatan berjumlah 1177 berkas, yang telah memenuhi syarat sebanyak 1034 berkas. Sedangkan yang dikembalikan sebanyak 143 berkas. Formasi yang tersedia untuk tenaga kesehatan sebanyak 69 orang. Pendaftar Tenaga Tehnis berjumlah 1395, yang telah memenuhi syarat sebanyak 1063 berkas. Sedangkan yang dikembalikan sebanyak 332. Formasi yang tersedia untuk tenaga tehnis sebanyak 57 orang.

Menurut Saputro, masih banyaknya berkas yang dikembalikan yang terbanyak karena legalisir dokumen. Baik itu legalisir ijasah maupun legalisir KTP. “dokumen tersebut terpaksa kami kembalikan karena tidak sesuai aturan. Aturannya, dokumen harus dilegalisir dari lembaga yang mengeluarkan dokumen tersebut. Kami berharap agar kesalahan itu segera diperbaiki dan disampaikan kembali ke BKD melalui kantor Pos Gresik. Berkas kami tunggu sampai batas akhir penyerahan berkas yaitu tanggal 3 Desember 2010” paparnya.

Mantan Kepala Disnaker Gresik ini juga mengingatkan untuk tidak sekali-kali mempercayai orang yang berjanji dapat memasukkan seseorang menjadi CPNS Gresik.”siapapun dia pegawai ataupun Pejabat Pemkab Gresik atau dia mengaku-ngaku orang dekat petinggi Gresik. Bahkan Kepala BKD pun, kalau dia berjanji untuk bisa memasukkan menjadi Pegawai negeri dengan membayar sejumlah uang dan tanpa tes, wajib anda tidak percaya dan melaporkan ke Polisi” tegasnya. Tes CPNS kali ini dijamin murni dan fair play.

Untuk itu kami menyarankan agar calon peserta test CPNS untuk belajar lebih giat agar saat test CPNS pada Minggu, 12 Desember 2010, anda dapat mengerjakan dengan mudah. Sehingga pada saat diumumkan pada Selasa, 21 Desember 2010, nama anda tertera sebagai orang yang diterima menjadi CPNSD Kabupaten Gresik tahun 2010. pungkas Saputro (sdm).

PAHLAWAN LINGKUNGAN LEPAS BURUNG KE ALAM BEBAS



Ada-ada saja kegiatan yang dilakukan oleh SMP Negeri 2 Kebomas Gresik ini. Peringatan Hari Pahlawan yang mestinya lekat dengan perjuangan merebut kemerdekaan, ternyata di sekolah yang mempunyai predikat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional ini mengemasnya dengan Pemilihan Sosok Pahlawan Lingkungan Hidup.

Setelah melakukan berbagai macam seleksi selama setahun, terpilihlah Prasetyo Adi Nugroho siswa kelas 8a dan Putri Amalia siswi kelas 9d, sebagai Pahlawan Lingkungan Hidup versi SMP Negeri 2 Kebomas. Penobatan keduanya dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Pahlawan dan peringatan Hari Cinta Satwa dan Puspa, Rabu (10/11) dihalaman SMP Negeri 2 Kebomas.

Penobatan ini tak hanya dihadiri oleh murid dan guru, beberapa Undangan dari luar sekolah yaitu Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, dari PT Petrokimia Kayaku Gresik serta beberapa Undangan lain dari Kecamatan Kebomas . Selain acara Penobatan, SMP Negeri 2 Kebomas juga menyelenggarakan Istigosah dan Pameran Produk sekolah ramah linglungan.

Keduanya tampak ceria ketika para guru dan undangan yang lain memberikan selamat. Tak hanya sampai disitu, keduanya diberi kesempatan untuk melepas 1000 (seribu) burung bersama Kepala Sekolah, guru dan undangan yang lain sebagai puncak peringatan Hari Pahlawan dan Hari Cinta Puspa dan Satwa SMP Negeri 2 Kebomas.

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Kebomas, Yudo Siswanto, Penobatan ini merupakan apresiasi sekolah kepada insan sekolah yang telah berjasa dalam pelestarian lingkungan.” Kiranya moment Hari Pahlawan 10 Nopember yang berdekatan dengan hari Cinta Puspa dan Satwa tanggal 5 Nopember, merupakan hari yg tepat untuk anugerah Pahlawan Lingkungan hidup ini” ujar Yudo.

Tentang kriteria Pahlawan Lingkungan Hidup yang di telorkan oleh SMP Negeri SMP Negeri 2 Kebomas ini. Menurut Yudo, Keduanya selama ini banyak berkiprah dalam perbanyakan tanaman yang ada dilingkungan sekolah. Keduanya juga aktif pada diberbagai tim kegiatan, mulai dari tim pembibitan, pembuatan pupuk kompos, tim musik limbah juga tim berbagai produk yang dikembangkan sekolah. Yudo Berharap, agar kiprah keduanya dapat ditiru oleh siswa yang lain.(sdm, Humas Pemkab Gresik)