Showing posts with label Sate. Show all posts
Showing posts with label Sate. Show all posts

SATE GURAMI YANG GURIH, PENGGODA SELERA



Salah satu makanan khas dari Madura yang cukup dikenal, adalah kuliner sate. Namun seiring perkembangan, para pengusaha rumah makan di Madura, makin kreatif menciptakan menu baru berbumbu sate Madura. Salah satu adalah menu sate gurami yang gurih.

Seperti namanya, sate gurami tentu berbahan utama ikan gurami, yang dibersihkan terlebih dahulu, terutama pada bagian sisik luarnya. Setelah cukup bersih, daging gurami segar ini kemudian di iris kecil–kecil seperti hal nya mengiris daging untuk sate pada umumnya. Selanjut nya, daging gurami ini dicampur dengan bumbu rempah-rempah terlebih dahulu, sebelum dipanggang. Rahasia kelezatan sate gurami, memang terletak pada adonan bumbu yang dicampurkan dengan daging sate, saat hendak dipanggang.

Setiap satu ekor ikan gurami besar, rata-rata bisa menghasilkan lima belas tusuk sate gurami, dengan jumlah irisan daging mencapai 10 potong.

Memanggang daging sate gurami, agak berbeda dengan memanggang sate daging kambing atau sapi, karena hanya membutuhkan waktu relatif singkat, yakni cukup dipanggang sebentar saja dan tidak boleh gosong. Pasalnya, daging gurami sangat empuk dan lentur.

Sebagai mana bumbu sate yang lain, sate gurami juga memakai bumbu kacang serta kecap. Sate gurami ini pun siap disajikan. Baik dengan memakai nasi maupun lontong, sate gurami sama cocok nya disantap.

Rasa gurih dan kelezatan sate gurami, sebanding dengan harganya, yakni Dua Puluh Ribu Rupiah, per satu porsi yang terdiri atas sepuluh tusuk sate gurami.

Jika ada berkesempatan datang ke Madura, alangkah baik nya sejenak melepas lelah, sambil menikmati sate gurami, di Rumah Makan Tera’ Bulan, di Jalan Raya kecamatan Burneh, tidak jauh dari pintu masuk jalan akses menuju jembatan Suramadu.

SATE SUMSUM, MAKANAN KHAS BERBUKA PUASA


Bulan puasa ternyata membawa berkah bagi vira, ibu muda Asal Kampung Wanasari, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kota Denpasar Bali. Saat bulan Ramadhan seperti sekarang, vira selalu menjual menu khasnya, yakni sate sumsum sapi. Memang, vira hanya menjual sate sumsum pada bulan Ramadhan saja. Usaha ini sudah di lakoninya sejak lima tahun silam.

Untuk membuat sate sumsum memang sedikit berbeda dibandingkan sate umumnya. Bahan sumsum didapatkan vira dari sejumlah rumah potong hewan di denpasar. Sumsum
adalah irisan daging yang ada di bagian tulang. Selanjutnya, sumsum direbus dengan bumbu Bali, yakni bumbu rempah-rempah lengkap. Tujuannya, agar ada rasa di daging sebelum nantinya disate.

Setelah menajdi setengah matang, sumsum dipotong dan ditusuk barulah dibakar. Untuk penyajiannya, bisa dicampur dengan bumbu kacang atau bumbu kecap. Jadi bedanya memang ada dua kali bumbu sehingga sate ini benar benar lebih beraroma dan nikmat.

Selama bulan Ramadhan, vira mulai berjualan sejak pukul tiga sore. Meski demikian, pengunjung yang sudah rutin membeli sate sumsum tiap Ramadhan, telah datang sebelumnya. Jumlah pengunjung makin ramai, bila jelang buka puasa tiba. Dalam satu jam, dua kilogram daging sate sumsum telah habis terjual.

Rata-rata pembeli mengaku ingin berbuka dengan makanan khas kampung wanasari ini, sehingga mereka rela datang dari jauh untuk membeli sate sumsum ini.

Satu sate sumsum dijual seharga Dua Ribu Rupiah per tusuk. Mengingat cukup sulit mendapatkan sumsum sapi. Seharinya, vira bisa mendapatkan hasil jualan hingga Tiga Ratus Ribu Rupiah.

SATE TULANG BUNTUT KAMBING MUDA



Jika anda penikmat gurihnya tulang rawan, anda harus mencoba yang satu ini. Namanya sate buntut madu yang disajikan d sebuah warung sate milik Maryoso di Jalan Wahid Hasyim Karangklesem Banyumas Jawa Tengah. Jika sate biasa menggunakan daging tanpa tulang, namun menu yang ini adalah ekor kambing utuh yang di sate.

Kambing yang dipilih adalah kambing yang benar-benar masih muda. Jadi daging dan tulang rawannya masih empuk dan lunak. Bagian buntut atau ekor diambil hingga ke bagian pangkalnya. Setelah itu, buntut disayat agar saat pembakaran nanti bisa matang sempurna. Tentu saja ditusuk dengan lidi.

Selain dibakar biasa, sate buntut juga diberi bumbu rempah seperti lada dan lainnya agar ada cita rasa lebih. Juga ditambah madu agar manis daging tetap terasa alami sekaligus menambah manfaat untuk vitalitas. Sebab, daging di bagian buntut dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria sekaligus obat bagi keluhan kurang tenaga.

Seperti sate lainnya, sate buntut disajikan lengkap dengan kecap cabai, bawang merah, tomat dan jeruk. Cara menikmatinya umumnya dimakan tanpa nasi alias bukan sebagai lauk agar khasiatnya lebih terasa.

Sayang, sate buntut ini hanya tersedia dua hari dalam sepekan yakni hari senin dan kamis. Ini karena stock buntut kambing muda memang tak mudah untuk didapatkan. Meski susah mendapatkan bahan, sate ini harganya murah, hanya 12.500 Rupiah per porsi yakni 5 tusuk sate.

MENIKMATI SATE KAKUL DENGAN PADUAN JUKUT ARES



Kakul atau keong sawah, ternyata bisa menjadi menu makanan yang nikmat bila di olah dengan adonan bumbu rempah spesial. Jenis masakannya bisa beragam baik sate maupun gule.

Menu ini bisa di nikmati di sebuah warung sederhana di Jalan Raya Sempidi, Badung Bali. Di warung miliki Putu Suastika tersebut, di sajikan menu khusus yakni sate kakul atau keong sawah. Bagi sejumlah orang, kakul tentu bukanlah bahan daging yang enak untuk disantap. Tetapi Putu, mampu menjadikan keong sawah sebagai menu andalan karena diolah dengan adonan khusus.

Selain itu, kakul juga mudah untuk didapatkan apalagi di kawasan Badung, banyak lahan pertanian. Sejak Lima tahun membuka warung sate kakul, Putu mendapatkan pasokan kakul dari daerah Tabanan dengan harga 18 Ribu per kilogramnya.

Sebelum disajikan, kakul direbus sampai setengah matang kemudian ditusuk menjadi sate. Untuk bumbu di buat menggunakan kacang tanah dengan rasa pedas khas masakan Bali. Sate kakul pun siap dihidangkan tanpa ada rasa amis.

Penikmat sate kakul biasanya lebih tertarik karena keong sawah di yakini tidak mengandung kolesterol sehingga baik untuk kesehatan.

Sajian sate kakul ini akan terasa lebih nikmat bila dipadukan dengan jukut ares, sayur khas Bali. Sayur ini dibuat dari batang pohon pisang yang masih muda. Setelah di peras berulangkali dan direbus, batang daung pisang ini diberikan adonan bumbu khas bali dengan bawang dan cabe sebagai bumbu utamanya.

Sejumlah pengunjung mengaku sengaja memilih sate kakul dan jukut ares karena selain enak, juga dinilai sehat mengingat makanan tersebut rendah kolesterol.

Untuk menikmati satu porsi sate kakul dan nasi putih cukup mengeluarkan 12 Ribu Rupiah dan bila ditambah dengan jukut ares, menjadi 17 Ribu per porsi. Selama ini, sebagian besar pengunjung adalah warga lokal maupun mereka yang melintas di Jalan Raya Sempidi.

SATE CUMI SAMBAL TRADISIONAL PENUH SENSASI



Sate kambing atau ayam adalah menu yang biasa kita jumpai setiap hari. Namun, jika Anda merasakan sate cumi-cumi bumbu sambal kampung, di sebuah kedai di Situbondo Jawa Timur, Anda akan merasakan sensari luar biasa.

Warung yang menyediakan menu sate Cumi-cumi sambal tradisional berada di kedai makanan di jalan Panglima Sudirman kota Situbondo, yang dikelola Ririn (41 tahun). Menu tersebut tergolong jarang didapatkan di tempat lain, sehingga sajian sate cumi-cumi dengan lalapan sayur dan sambal kampong tersebut akan menggoda selera banyak orang.

Menurut Ririn, ide awal membuat menu unik ini bermula saat ia melihat sejumlah tempat makan hanya menyajikan menu cumi yang digoreng. Ingin berbeda dengan kedai lain, Ririn berusaha menyajikan menu cumi-cumi dengan sajian yang berbeda.

Tak hanya di minati warga Situbondo, menu kreasi Ririn ini juga digemari warga luar kota yang kebetulan melintas di jalur Pantura Situbondo untuk tujuan Bali– Surabaya dan sebaliknya.

Setidaknya, tiap hari Ririn mampu menjual hingga 70 porsi menu sate cumi-cumi bumbu sambal kampung. Ririn sengaja memodifikasi sate cumi-cumi dengan bumbu sambal kampung karena permintaan pembelinya.

Sambal kampung terdiri dari paduan cabe, tomat muda, terasi, garam dan sedikit gula yang dihaluskan, sajian sate cumi-cumi makin terasa sensasinya dengan sambal ini karena bumbu tradisionalnya yang alami dan kerap memanjakan lidah penikmatnya.

Menikmati satu porsi sate cumi-cumi sambal kampung plus nasi dan minuman, cukup dengan membayar 20 Ribu Rupiah saja. Cukup murah bagi mereka yang kantongnya pas-pasan.

SATE SUPER PARILAN PENGGOYANG LIDAH



Jangan mengkau penggemar menu makanan sate, jika belum belum mencicipi menu sate domba super yang mampu mengoyang lidah. Ya, tepatnya di Desa Puring, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terdapat warung milik warung sate Pak Parilan. Warung sate yang menyajikan sate domba super besar tersebut setiap hari tak sepi dari pembeli.

Jika dilihat sekilas sate super tersebut tak ada bedanya dengan sate kambing lainnya. Namun, kita akan dibuat terperangah ketika sate pesanan kita telah disajikan. Potongan daging domba super besar dengan tusuk yang besar pula akan membuat kita penasaran dengan rasanya.

Di namakan sate Super Parilan, karena ukurannya yang besar dan yang punya warung namanya Parilan. Sehingga para pelanggan memberi nama sate tersebut dengan Sate Super Parilan.

Cara pengolahan dan penyajiannya tak jauh berbeda dengan sate kambing pada umumnya, yakni dengan bumbu tomat, bawang merah, cabai, dan kecap. Namun, pada cara penyajian baru terasa ada bedanya, karena sate ini disajikan sesuai dengan permintaan pembeli. Bisa pakai tusuk atau tanpa tusuk sate.

Dengan menggunakan tusuk sate dan dengan irisan daging domba yang besar, sate domba Parilan banyak diminati kaum pria, khususnya para penggemar daging domba. Proses pembakaran sate domba super ini hanya memerlukan proses pembakaran, dengan hanya dicelupkan ke bumbu dan kecap.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit, sate domba super Parilan siap disajikan dengan lunaknya daging domba muda.

Sate domba super Parilan setiap harinya mampu menghabiskan dua hingga empat ekor domba. Usaha yang sudah turun temurun ini, hanya menggunakan kambing domba dalam penyajian satenya.

Dengan hanya merogoh kocek lima belas ribu rupiah untuk 10 tusuk, kita sudah dapat merasakan nikmat dan gurihnya sate domba super Parilan.

Anda penasaran dengan sate domba super Parilan..??? , penasaran dengan rasa dan empuknya daging domba..???. Tak ada salahnya anda singgah ke warung sate Parilan, dijalan puring, desa puring, menuju obyek wisata pantai suwuk kebumen.

SATE TIG TOG PENGHANGAT BADAN



Aneka makanan dengan bahan baku daging bebek, kini tidak hanya bisa dinikmati dengan cara di goreng saja. Namun daging bebek ternyata juga digunakan sebagai sajian makanan yang diolah menjadi sate bebek maupun gule.

Di Sidoarjo Jawa Timur, sate bebek tig tog, menjadi salah satu makanan yang digemari dan dicari masyarakat pecinta kuliner, khususnya saat musim hujan ini karena bisa menghangatkan badan.

Dibanding sate daging ayam atau sate kambing, sate bebek tig tog memiliki rasa yang khas. Selain dagingnya yang kenyal dan gurih, sate bebek tig tog dikenal juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Diolah dengan bumbu rempah dan kacang, serta cita rasa kecap, sate bebek tig tog ini memiliki rasa yang lebih gurih.

Agar meresap ke dalam daging, dibutuhkan ketelatenan dalam mengolah bumbu dan membakar daging bebek ini. Satu persatu tusuk daging bebek ini diolesi bumbu, dan dibakar merata, sehingga bumbu yang menempel pada daging sate bebek ini meresap ke dalam daging.

Dalam penyajiannya, seperti sate daging kambing, sate bebek tig tog ini biasanya disajikan bersama gule daging bebek yang memiliki rasa yang khas.

Meski dikenal sebagai makanan yang bisa menghangatkan dan menambah stamina tubuh, sate bebek tig tog ini tidak dianjurkan bagi masyarakat yang menderita penyakit asam urat dan kolesterol.

Untuk menikmati sate bebek tig tog, pecinta kuliner hanya membutuhkan uang 10 Ribu per 10 tusuknya dan 5 Ribu Rupiah untuk gule bebek per mangkoknya.

Di Sidoarjo, sate bebek tig tog yang pertama kali dikenal warga Banyumasi, kini bisa juga didapatkan di sebuah warung makan dikawasan Jenggolo.

SATE BULAYAK KHAS NUSA TENGGARA BARAT YANG MAKNYUS



Menonjolkan santan dan rasa pedas pada setiap masakan adalah ciri ciri khas menu masakan yang tawarkan para pemilik warung sate bulayak di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Para penjual sate bulayak dapat anda temukan dengan mudah di sudut-sudut kota Mataram.

Dinamakan sate bulayak, karena sate di sajikan bersama lontong khas Lombok yang terbuat dari beras ketan. Lontong khas tersebut bernama bulayak. Di sinilah letak keunikannya, di mana sate yang dijual, selalu dipadukan dengan bulayak, sehingga menjadi satu paket menu yang menggiurkan untuk dicicipi. Ciri khas lain dari ini adalah daging sapi tidak dibuat dari sembarang daging, kecuali daging kelas wahid.

Sementara racikan bumbu, lebih menonjolkan rasa pedas, yang merupakan ciri khas masakan dari Lombok. Caranya dengan menambah porsi cabe keriting, lebih dari sepuluh persen dari takaran biasanya. Bumbu tersebut terdiri dari kacang tanah sangrai tumbuk yang direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasa dari bumbu tersebut mirip seperti bumbu kari.

Ternyata, perpaduan rasa pedas dan santan, yang menjadi ciri khas sate bulayak, disukai pembeli. Pada hari libur, banyak yang membeli tidak saja untuk makan di tempat, tapi dipesan untuk dibawa pulang.

Harga manakan ini, hanya sepuluh ribu rupiah perposri, termasuk sudah mendapat satu botol minuman dingin.

Setiap hari, omset penjualan berkisar Lima Ratus hingga Tujuh Ratus Ribu Rupiah, bahkan jika hari libur bisa mencapai satu juta rupiah.(86)