Showing posts with label Kambing. Show all posts
Showing posts with label Kambing. Show all posts

ASEM-ASEM KIKIL KAMBING YANG SULIT DI LUPAKAN



Masa Idul Qurban seperti sekarang, menjadi saat yang tepat untuk mengobati rasa rindu terhadap masakan khas kampung halaman. Di desa Ngluyu, Kecamatan Ngluyu, Nganjuk, Jawa Timur, terdapat masakan khas yakni asem-asem kikil kambing. Masakan ini bukan masakan yang berbahan sayur-sayuran, melainkan berbahan utama kikil kambing yang di masak pedas dengan tambahan bumbu daun kedondong.

Jika belum mengenal masakan ini, mungkin kita akan mengira asem-asem adalah sayur asem yang berbahan utama sayur-sayuran. Namun, ternyata adalah menu khas warga kecamatan ngluyu yang berbahan utama daging dan kikil kambing.

Masakan ini dinamakan asem-asem, karena setelah di masak sebagaimana gule kambing pada umumnya, warga menambahkan daun kedondong sebagai bumbu yang membuat sayur pedas ini terasa asam.

Ditambah dengan sate, bisa dibayangkan perpaduan rasa asam, gurih dan pedas akan membuat anda teringat masakan kampung halaman.

Masakan khas ini hampir di pastikan tidak akan di jumpai di daerah manapun, termasuk di kota nganjuk sekalipun. Bahkan karena langka-nya, di kecamatan ngluyu, warga yang bisa memasak dan bertahan menjual asem-asem kini hanya tinggal tiga orang saja.

Salah satunya adalah Parmi, yang mengaku biasanya hanya menyembelih dan menghabiskan satu ekor kambing saja perhari. Namun saat Idul Adha ini, tingkat penjualannya bertambah menjadi dua hingga tiga ekor kambing perhari.

Naiknya penjualan di karenakan banyak warga asli Nganjuk yang merantau ke luar kota, pulang kampung dan ingin melepas rindu dengan menyantap masakan khas asem-asem. Di samping itu, para pengunjung wisata Goa Margo Trisno, Ngluyu, biasanya juga banyak yang menyempatkan mampir ke warung Ibu Parmi.

ANAK KAMBING BERKAKI 7 JADI TONTONAN WARGA



Di Gresik Jawa Timur, seekor anak kambing yang baru berusia 4 hari, memiliki keanehan fisik karena memiliki kaki tujuh. Empat kakinya berada normal pada tempatnya. Sedangkan tiga kaki tambahannya, menempel di tubuh sebelah kanan semua. Tak ayal, kambing itu pun jadi tontonan warga (04/10/2011.)

Kandang kambing yang berada di belakang rumah Aman Sunarto di desa mojopurogede kecamatan bungah tersebut hampir tak pernah sepi dari kerumunan warga yang ingin menyaksikan dari dekat kondisi anak kambing yang memiliki fisik aneh. Betapa tidak, anak kambing tersebut memiliki kaki 7 dengan 4 kaki normal dan 3 kaki tambahan yang menempel di sisi tubuh sebelah kanan semua.

Saat berjalan, anak kambing jenis kibas tersebut terlihat sempoyongan, meski dua kaki tambahannya bisa menginjak tanah. Bahkan terkadang berjalan sempoyongan karena tak kurang keseimbangan dalam membawa beban kai tambahannya.

Menurut Aman Sunarto, kambing jantan tersebut, lahir hari Jumat kemarin bersama saudara kembarnya. Namun, proses lahirnya berbeda dengan kambing pada umumnya, yang biasanya kepalanya yang keluar lebih awal. Namun, pada kambingnya tersebut, justru kakinya yang keluar lebih awal.

Meski semula sempat takut dengan kondisi anak kambingnya yang aneh tersebut, namun, Aman Sunarto akhirnya lega dan pasrah, meski kondisinya tidak sama dengan kambing lainnya. “Saya dan anak saya awalnya takut dengan jumlah kakinya yang banyak, tapi sekarang malah saya senang”, ujar Aman.

Aman Sunarto juga mengaku, malam hari sebelum kelahiran kambing anehnya tersebut, sempat bermimpi di beri bayi oleh seseorang tak di kenal.

Aman berniat akan terus merawat kambingnya hingga besar, dan bersedia menjualnya jika ada pembeli yang menawar dengan harga pantas.

SATE TULANG BUNTUT KAMBING MUDA



Jika anda penikmat gurihnya tulang rawan, anda harus mencoba yang satu ini. Namanya sate buntut madu yang disajikan d sebuah warung sate milik Maryoso di Jalan Wahid Hasyim Karangklesem Banyumas Jawa Tengah. Jika sate biasa menggunakan daging tanpa tulang, namun menu yang ini adalah ekor kambing utuh yang di sate.

Kambing yang dipilih adalah kambing yang benar-benar masih muda. Jadi daging dan tulang rawannya masih empuk dan lunak. Bagian buntut atau ekor diambil hingga ke bagian pangkalnya. Setelah itu, buntut disayat agar saat pembakaran nanti bisa matang sempurna. Tentu saja ditusuk dengan lidi.

Selain dibakar biasa, sate buntut juga diberi bumbu rempah seperti lada dan lainnya agar ada cita rasa lebih. Juga ditambah madu agar manis daging tetap terasa alami sekaligus menambah manfaat untuk vitalitas. Sebab, daging di bagian buntut dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria sekaligus obat bagi keluhan kurang tenaga.

Seperti sate lainnya, sate buntut disajikan lengkap dengan kecap cabai, bawang merah, tomat dan jeruk. Cara menikmatinya umumnya dimakan tanpa nasi alias bukan sebagai lauk agar khasiatnya lebih terasa.

Sayang, sate buntut ini hanya tersedia dua hari dalam sepekan yakni hari senin dan kamis. Ini karena stock buntut kambing muda memang tak mudah untuk didapatkan. Meski susah mendapatkan bahan, sate ini harganya murah, hanya 12.500 Rupiah per porsi yakni 5 tusuk sate.

GULAI KAMBING KACANG HIJAU UNTUK GAIRAH SUAMI ISTRI



Masakan gulai kambing, tentu sudah kerap kita jumpai. Namun, bagaimana jika gulai kambing dikombinasi dengan kacang hijau? Tentu menarik dan mengundang selera. Cukup unik karena gulai berbahan dasar daging kambing dengan kombinasi kacang hijau. Gulai jenis ini menjadi makanan favorit karena dipercaya mampu menjaga kebugaran dan gairah pasangan suami istri.

Nah! salah satu warung yang khusus menyediakan makanan khas gulai kambing kacang hijau ini adalah Warung Abbas yang berada di Desa Gading, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hampir 30 tahun Warung Abbas setia dengan gulai kambing kacang hijau ini. Setiap hari satu hingga dua ekor kambing disediakan untuk memasak gulai.

Sebelum disajikan, daging kambing mula-mula dipotong-potong sesuai selera. Kacang hijau dan potongan daging dicuci bersih. Selanjutnya kacang hijau dan potongan daging dimasak pada tempat terpisah secara bersamaan. Tanpa campuran bumbu, biarkan kacang hijau matang mekar.

Selanjutnya bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabe besar merah, jahe, dan kunyit dihaluskan lalu digoreng. Tambah bumbu dengan garam dan klabet, atau rempah yang digunakan jika memasak gulai kambing kacang hijau agar rasa gulai menjadi lebih khas.

Nah! bumbu dicampurkan ke daging yang telah masak, kemudian ditaburi lada secukupnya, diaduk hingga merata. Setelah itu, daging dicampur dengan kacang hijau yang telah matang, aduk merata dan gulai kambing kacang hijaupun siap untuk disantap.

Agar lebih nikmat gulai kambing dapat disantap dengan kecap ditambah dengan kentang goring dan sambel pedas.

Menurutnya para pelanggan, kacang hijau dapat meningkatkan kebugaran dan gairah bagi pasangan suami istri. Nilai maupun kandungan gizi dalam gulai kambing dipercaya semakin tinggi setelah dicampur dengan kacang hijau.

Harganya cukup pas di kantong, hanya dengan 10 Ribu Rupiah, gulai kacang hijau penambah vitalitas ini sudah dapat dinikmati. Hmm.hmm..

SATE SUPER PARILAN PENGGOYANG LIDAH



Jangan mengkau penggemar menu makanan sate, jika belum belum mencicipi menu sate domba super yang mampu mengoyang lidah. Ya, tepatnya di Desa Puring, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terdapat warung milik warung sate Pak Parilan. Warung sate yang menyajikan sate domba super besar tersebut setiap hari tak sepi dari pembeli.

Jika dilihat sekilas sate super tersebut tak ada bedanya dengan sate kambing lainnya. Namun, kita akan dibuat terperangah ketika sate pesanan kita telah disajikan. Potongan daging domba super besar dengan tusuk yang besar pula akan membuat kita penasaran dengan rasanya.

Di namakan sate Super Parilan, karena ukurannya yang besar dan yang punya warung namanya Parilan. Sehingga para pelanggan memberi nama sate tersebut dengan Sate Super Parilan.

Cara pengolahan dan penyajiannya tak jauh berbeda dengan sate kambing pada umumnya, yakni dengan bumbu tomat, bawang merah, cabai, dan kecap. Namun, pada cara penyajian baru terasa ada bedanya, karena sate ini disajikan sesuai dengan permintaan pembeli. Bisa pakai tusuk atau tanpa tusuk sate.

Dengan menggunakan tusuk sate dan dengan irisan daging domba yang besar, sate domba Parilan banyak diminati kaum pria, khususnya para penggemar daging domba. Proses pembakaran sate domba super ini hanya memerlukan proses pembakaran, dengan hanya dicelupkan ke bumbu dan kecap.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit, sate domba super Parilan siap disajikan dengan lunaknya daging domba muda.

Sate domba super Parilan setiap harinya mampu menghabiskan dua hingga empat ekor domba. Usaha yang sudah turun temurun ini, hanya menggunakan kambing domba dalam penyajian satenya.

Dengan hanya merogoh kocek lima belas ribu rupiah untuk 10 tusuk, kita sudah dapat merasakan nikmat dan gurihnya sate domba super Parilan.

Anda penasaran dengan sate domba super Parilan..??? , penasaran dengan rasa dan empuknya daging domba..???. Tak ada salahnya anda singgah ke warung sate Parilan, dijalan puring, desa puring, menuju obyek wisata pantai suwuk kebumen.

MENDULANG RUPIAH DARI BETERNAK KAMBING ETAWA



Beternak kambing etawa kini bisa bisnis yang menjanjikan. Selain bisa menghasilkan daging dan susu, kambing etawa bisa mengikuti kontes kambing yang kerap di gelar para penggemarnya.

Adalah Irfan, warga Desa Made Kecamatan Kota Lamongan Jawa Timur, merupakan salah satu peternak kambing etawa yang kini menikmati hasil dari usahanya.

Irfan memulai beternak kambing etawa enam bulan silam. Awalnya Irfan hanya memiliki tujuh ekor kambing etawa. Seiring perkembangan waktu, jumlah kambingya kini sudah berkembang biak menjadi 45 ekor.

Menurut Irfan, perawatan kambing yang postur tubuhnya lebih besar jika dibanding kambing biasa ini cukup mudah. Selain memberikan pakan dedaunan secara teratur, kambing juga perlu diberi makanan tambahan seperti ampas tahu yang dicampur gula tetes, kulit kedelai dan daun pepaya. Jenis makanan tersebut, akan mampu memaksimalkan hasil susu kambing etawa.

Selain menghasilkan daging, susu kambing etawa juga sangat bermanfaat jika dikonsumsi karena bisa menjadi obat alternatif untuk beberapa penyakit dalam.

Harga kambing etawa ini berfariasi antara 1,5 juta rupiah hingga 70 juta rupiah. Harga tertinggi bisa didapat jika kambing pernah mengikuti kontes dan menyabet juara.

Biasanya, kategori yang di lombakan dalam kontes kambing etawa meliputi, calon penjantan, calon indukan, gigi poel 3 pasang dan gigi poel 1 pasang.

Namun kegagalan dalam beternak kambing ini juga kerap dijumpai. Rata-rata peternak kambing gagal karena tidak memahami seluk-beluk kambing dan bagaimana cara perawatannya.

BRONGKOS KEPALA KAMBING, RASA MANIS PEDAS MASAKAN KHAS JAWA



Sebuah warung di Jalan Gayam No.15 Kota Yogyakarta menyediakan menu spesial dan tradisional, yakni brongkos kepala kambing. Jika biasanya bahan utama brongkos menggunakan tahu tempe, kacang merah, irisan daging sapi dan telur. Namun di warung milik Pak Hutomo tersebut, justru dipadukan dengan kepala kambing, daging iga dan kaki kambing yang menimbulkan rasa manis dan pedas khas masakan Jawa.

Proses memasak brongkos kepala kambing, mirip seperti memasak brongkos pada umumnya. Kepala kambing yang sudah di bakar, di belah menjadi 8 bagian. Kepala kambing selanjutya di bakar untuk membersihkan bulu dan mencari rasa khas pada masakan brongkos.

Kepala kambing yang sudah bersih kemudian dimasukan ke panci dan diberi santan lalu di rebus sampai mendidih dan diberi bumbu yang sudah dihaluskan dan ditumis.

Bumbu brongkos yang digunakan adalah bawang putih, bawang merah, kluwak, ketumbar, ketumbar, kemiri dan kunyit yang dihaluskan, ditambah cabe untuk menumbuhkan rasa pedas. Dengan bahan dasar kepala- kaki yang dipakainya, masakan ini jelas juga menonjolkan rasa lemak yang kuat. Paduannya bersama bumbu memberikan sensasi gurih yang melekat di mulut. Menu brongkos hampir sama dengan rasa rawon khas Jawa Timur.

Agar daging kepala kambing empuk maka direbus selama 2 hingga 3 jam. Untuk menghilangkan bau amis, ditambahkan daun pandan, sere dan daun pala. Resep brongkos kepala kambing ini didapat pak Hutomo dari perpaduan masakan dari ibunya dan teman temannya.

Satu porsi brongkos kepala kambing dijual 12 Ribu Rupiah. Dalam sehari warung milik Pak Hutomo ini bisa menghabiskan 4 hingga 6 kepala kambing.

Para pelangan mengakui, rasa brongkos kepala kambing ini lebih nikmat bila dihidangkan dengan kuahnya yang berwarna coklat. Rasa manis pedas khas masakan Jawa sangat terasa.