Showing posts with label Ide Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ide Bisnis. Show all posts

MENUAI BERKAH DARI PANEN SRIKAYA DI LAHAN KRITIS



Para petani Srikaya di Desa Bluri Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur, menuai berkah dengan panen raya buah Srikaya yang mereka tanam di lahan kritis (21/02/2012.) Rata-rata, 5 sampai 10 ton buah Srikaya mampu mereka jual setiap harinya dengan omset mencapai jutaan Rupiah.

Bulan Februari ini hingga Juni ke depan, adalah masa panen raya buah Srikaya. Setiap hari, mereka memanen dari pohon-pohon Srikaya yang sengaja mereka tanam di sela-sela tanaman jagung, cabe dan tanaman palawija lainnya, termasuk pula di pekarangan rumah.

Desa Bluri, memang di kenal sebagai sentra penghasil buah Srikaya terbesar di Lamongan. Ratusan hektar tanah di desa ini, di kenal tandus karena bercampur bebatuan kapur. Bahkan, di musim kemarau, areal pertanian di biarkan terlantar karena sulitnya mendapatkan air.

Namun, sejak 3 tahun terakhir, warga mencoba menanam pohon Srikaya di lahan pertanian mereka. Hasilnya, setiap hari, mereka mampu memanen tak kurang dari 3 kwintal buah Srikaya untuk setiap hektarnya. Masa panen ini akan terus berlangsung hingga bulan Juni ke depan.

Menurut para petani, pohon Srikaya termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di areal tanah tandus sekalipun. Bahkan, pohon Srikaya mampu bertahan pada musim kemarau panjang sekalipun. Karena itu, pohon Srikaya kemudian menjadi satu-satunya pilihan para petani untuk menopang perekonomian mereka.

“Pohon Srikaya ini termasuk tahan banting dengan musim kemarau bahkan dengan hama sekalipun”, ujar Zaidi, salah seorang petani Srikaya.

Di tingkat petani, harga jual Srikaya berkisar antara 300 hingga 800 Rupiah perbuah, tergantung kualitasnya. Sementara, di tingkat pedagang bisa mencapai antara 1.000 hingga 1.500 Rupiah perbuah.

Di samping di jual langsung ke sejumlah kota-kota sekitar seperti Tuban dan Gresik, tak sedikit pula para pedagang yang datang ke desa ini untuk membeli langsung dari petani. Bahkan, tak jarang sebagian warga luar kota, sengaja datang ke desa ini untuk menikmati langsung buah Srikaya yang baru di petik dari pohonnya. Apalagi, buah Srikaya di kenal memiliki serat cukup tinggi sehingga sangat bagus untuk pencernaan.

Para petani pun berharap, pemerintah setempat, menjadikan desa mereka, sebagai salah satu desa agrowisata, agar penjualan buah Srikaya semakin besar.

BUDIDAYA LANDAK MINI AFRIKA, ANTARA HOBI DAN BISNIS



Bagi anda pecinta hewan peliharaan unik, mungkin hewan satu ini cocok untuk menambah koleksi. Namanya Landak mini Afrika. Seperti halnya Hamster, Landak mini tersebut juga lucu dan cukup jinak.

Adalah Iriyanto (53), warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban Jawa Timur, yang sukses memelihara hewan Landak mini Afrika, sebagai hobby dan sekaligus bisnis.

Landak mini ini bukanlah famili dari Landak yang biasa kita kenal. Dalam bahasa latinnya, Landak mini ini biasa di sebut Hedgehog dan berasal dari benua Afrika dan secara umum dikenal sebagi mamalia kecil dengan lapisan duri runcing menutupi punggungnya.

Saat ini Landak mini Afrika mulai di minati masyarakat, sebagai hewan peliharaan rumah. Sedangkan upaya penangkaran hewan lucu ini, masih jarang di jumpai di tanah air.

Menurut Iriyanto, budidaya Landak mini tidaklah sulit. Untuk kandangnya, cukup bekas aquarium yang di isi serbuk kayu. Serbuk kayu tersebut, harus di ganti setiap dua minggu sekali. Sementara untuk makan, cukup diberi ulat daun di campur dengan makanan kucing kemasan dan minum air bersih yang di tempatkan botol gantung.

Satu setengah tahun lalu, Iriyanto yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Tuban tersebut, hanya memiliki dua pasang Landak mini yang di belinya seharga Dua Juta Rupiah. Selama setahun, Landak kecil tersebut bisa beranak tiga kali dengan jumlah empat ekor hingga tujuh ekor bayi.

Kini Landak mini milik Iriyanto jumlahnya mencapai Lima Puluh ekor lebih. Bahkan hasil anakan Landak mini miliknya, sudah banyak di beli orang. Para pembeli tak hanya datang dari kota Tuban saja, melainkan luar kota seperti Bojonegoro dan Lamongan.

Sepasang Landak mini dewasa, di jual dengan harga antara Delapan Ratus Ribu hingga Lima Juta Rupiah, tergantung pada jenisnya. “Ini baru berjalan satu setengah tahun, bisa di bayangkan selanjutnya, ujar Iriyanto.

Walau berduri, hewan berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa ini tidak berbahaya. Duri yang menghiasi punggungnya tumbuh sangat rapat dan bertekstur lunak, sehingga tidak akan melukai tangan.

BERNOSTALGIA DENGAN KOLEKSI JAM DINDING TEMPOE DOELOE



Suwan (45), memiliki hobi berbeda dari orang kebanyakan orang. Warga desa Pucung Kecamatan Balongpanggang, Gresik tersebut, senang mengumpulkan jam kuno. Hal ini dilakukannya sejak Suwan masih duduk di bangku sekolah SMP sekitar tahun 80-an.

Hobi Suwan inilah yang membuat rumahnya dipenuhi jam kuno, mulai ruang tamu, ruang keluarga, hingga ruang tidur yang kesemuanya terpajang di dindingnya.

Menurut Suwan, jam antiknya ini, dia kumpulkan dari berbagai kota di pulau jawa. Saat ini jumlahnya sudah mencapai sembilan puluh jam.

Untuk memperoleh jam kuno, Suwan rela berburu ke sejumlah kota di pulau jawa serta banyak berkomunikasi dengan kenalannya sesama kolektor.

Usia jam koleksi Suwan beragam. Sebagian adalah buatan Belanda, Jerman, hingga Italia, termasuk jam buatan jerman tahun 1930 merek Jung Hans yang di kenal dengan tipe perempatan, karena akan berbunyi setiap 15 menit.

Uniknya lagi, puluhan jam antik milik Suwan ini, masih berfungsi dengan baik dan sebagian besar masih orisinil. Sehingga pada jam-jam tertentu, rumah Suwan penuh dengan suara jam yang berdentang bersamaan.

Menurut Suwan, jam-jam kuno ternyata lebih kuat dan tahan lama di banding jam modern. Terbukti, perawatannya tidak sulit dan mampu bertahan puluhan tahun. Perawatannya menurut Suwan, cukup dengan membersihkannya secara rutin termasuk menambahkan minyak pelumas ke beberapa bagian saja. “barang-barang kuno itu kualitasnya memang sangat bagus, dan tak gampang rusak”, ujarnya.

Di samping mengkoleksi jam dinding, Suwan juga mengkoleksi jam waker kuno, radio kuno hingga sepeda kuno.

Semula Suwan menyatakan tidak akan menjual koleksi barang-barang antiknya. Namun, jika ada yang berminat membeli, Suwan tidak keberatan untuk melepas koleksinya, asal harga sesuai harapannya.

BUDIDAYA AYAM CEMANI DI LAHAN SEMPIT



Jika memiliki lahan sempit di samping rumah yang belum di manfaatkan secara maksimal, tak ada salahnya mencoba mengembangbiakkan ayam cemani. Dengan perawatan yang relatif mudah, beternak ayam cemani bisa mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan.

Ayam Cemani merupakan ayam lokal asli Jawa Tengah. Kata cemani diambil dari bahasa Jawa yang artinya hitam legam. Warna hitam legam ini menyelimuti seluruh tubuhnya mulai jengger, paruh, bola mata, lidah, rongga mulut, bulu, lubang dubur, kaki dan cakar. Jika semua tubuhnya berwarna hitam, maka harganya bisa mahal. Pasalnya, ayam cemani bagi sebagian orang dipercaya memiliki kekuatan supranatural yang mampu membawa hoki jika memilikinya.

Seperti lahan kosong rumah berukuran 1,5 Meter kali 4 Meter, milik Ponadi (44 tahun), warga desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Pasuruan Jawa Timur yang berhasil mengembangbiakkan ayam cemani.

Sejak sembilan belas tahun lalu, Ponadi, memulai usaha yang bahkan kini telah menjadi sandaran hidup keluarganya. Berawal dari sepasang ayam cemani yang diperolehnya dari pulau Madura, kini ayam cemani yang berhasil dikembangbiakkannya mencapai ratusan ekor.

Memelihara ayam jenis ini tak ubahnya memelihara ayam kampung. Proses pengeraman telur hingga menetas dilakukan di kandang sempit samping rumah. Yang perlu di perhatikan adalah, kandang ayam sebaiknya tidak kena sinar matahari secara langsung. Di samping itu, sistem ventilasi udara dan kebersihan kandang, selalu diperhatikan agar ayam bisa tumbuh dengan sehat. Setelah menetas, anak ayam dipisahkan dari induknya dan ditempatkan di kandang terpisah. Biasanya, ayam cemani dikawinkan dengan sesama ayam cemani secara alami dengan perbandingan maksimal 1 jantan dengan 5 betina.

Untuk menghasilkan ayam cemani yang berkualitas, yakni yang berwarna hitam legam di seluruh tubuhnya, Ponadi punya kiat tersendiri, yakni diberi makanan serba hitam seperti ketan hitam dan cumi-cumi. Bahkan, Ponadi bersedia mengetes darah dan dubur ayam hasil ternaknya, agar pembeli yakin dan tidak tertipu.

Meski usia ayam baru dua bulan, permintaan ayam cemani cukup tinggi. Para peminat datang dari Jakarta, Bali, Semarang dan kota-kota lainnya yang datang untuk membeli. Harga satu pasang ayam ayam cemani di usia dua bulan mencapai 2,5 Juta Rupiah.

BUDIDAYA BURUNG JALAK SUREN, HOBI MENJANJIKAN



Jika ditekuni dengan benar, sebuah hobi akan mampu mendatangkan rejeki. Seperti yang di lakukan seorang penghobi burung Jalak Suren di Klaten, Jawa Tengah, hobinya tersebut mampu menjadi pekerjaan yang bisa mendapatkan hasil yang menjanjikan serta bisa menjadi tumpuan hidup keluarganya selama bertahun-tahun.

Burung Jalak Suren tergolong jenis burung langka serta memiliki suara kicau yang khas dan merdu. Selain bentuknya yang indah, gerak dan penampilannya pun menarik sehingga mampu memikat hati dengan suara dan kicaunya yang amat merdu. Karena itu, tak heran jika banyak warga yang ingin memiliki burung Jalak Suren tersebut.

Apalagi, Jalak Suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari karena Jalak Suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring.

Budi Hartono, warga Dusun Canan Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, misalnya sudah 9 tahun menjalankan bisnisnya dengan beternak Jalak Suren. Bahkan, bisnis penangkaran burung jalak miliknya sudah menjadi tumpuan hidup keluarganya. Hasilnya pun cukup lumayan, setiap bulan tidak kurang dari seratus burung yang pandai mengoceh itu menetas dan harganya pun lumayan tinggi.

Menurut Budi Hartono, setiap anakan Jalak Suren umur 10 hari hingga baru belajar berkicau, dijual dengan harga 250 Ribu Rupiah, sedangkan yang sudah berumur sebulan sampai empat bulan mencapai 500 hingga 1 Juta Rupiah per ekor. Untuk burung Jalak Suren yang bisa berkicau panjang sambil jambul dan sayapnya mengepak merdu selama 30 menit bisa laku dijual hingga 5 Juta Rupiah.

Selain menjual burung yang pandai berkicau, Budi juga menjual burung indukan, yakni jalak betina yang sudah berumur satu tahun.

TERNAK LELE BERMEDIA TERPAL, LEBIH EFEKTIF



Mulai tahun ini, melalui Program Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Pedesaan (Gemerlap), pemerintah daerah memberikan bantuan pengembangan budidaya ikan lele dumbo. Jika umumnya budidaya ikan lele menggunakan media kolam dari bangunan bata dan semen, Dinas Perikanan dan Kelautan menawarkan inovasi dengan menggunakan media kolam dari terpal plastik.

Pemilihan media terpal ini dirasa efektif untuk masyarakat yang memiliki lahan sempit serta lebih menghemat biaya produksi. Di dua desa yang menjadi lokasi percontohan budidaya ikan lele, yakni Desa Kedungwangi dan Candisari Kecamatan Sambeng, program ini sudah menampakkan hasil.

“Keuntungan bersih dari bantuan pemerintah daerah untuk setiap kolam berukuran 2 x 4 meter ini memang belum begitu tinggi. Yakni sekitar Rp 250 ribu-300 ribu setiap kolamnya. Namun keuntungan ini setidaknya bisa digunakan sebagai peghasilan tambahan, “ ungkap Kabid Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan dan Kelautan Tri Wahyudi kemarin.

Harapan kami, lanjut dia, program ini bisa menjadi pengungkit perekonomian masyarakat penerima jika hasil keuntungannya itu dikembangkan untuk membuka kolam baru. Jika ada lima kolam baru yang dibuat warga secara swadaya dari hasil keuntungan bantuan tersebut, tentu keuntungannya bisa berlipat. “Ini sesuai dengan komitmen Bapak Bupati (Fadeli) agar perekonomian rakyat di desa bisa berkembang dengan potensi unggulan masing-masing desa, “ kata dia.

Selama tahun 2011, pemberian program bantuan ini dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama ada 56 paket bantuan yang diberikan. Yakni terdiri dari bantuan berupa pembuatan kolam terpal sebanyak 56 unit. Kemudian bantuan benih ikan lele sebanyak 84 ribu ekor, pakan ikan sebanyak 5 ribu kilogram, serta bantuan pompa air sejumlah 56 unit.

Sedangkan dalam gelombang kedua ada lebih bayak lagi bantuan yang diberikan, yakni sebanyak 80 paket bantuan. Gelombang dua bantuan ini terdiri dari bantuan pembuatan kolam terpal sebanyak 60 unit dan 20 unit kolam dari waring. Juga diberikan bantuan berupa benih ikan sebanyak 122 ribu ekor, pakan ikan sebanyak 11.220 kilogram, dan pompa air sebanyak 60 unit. (Humas Pemkab Lamongan)

KOLEKSI SEPEDA MOTOR KUNO BUKAN SEKEDAR HOBI



Jika anda termasuk penghobi otomotif, tidak salah jika anda mengkoleksi berbagai merek motor kuno. Selain unik, klasik, dan memiliki nilai sejarah, motor kuno memiliki nilai ekonomis tinggi karena bisa menghasilkan uang Ratusan Juta Rupiah.

Bermula dari suka dengan motor kuno, akhirnya Ahmad Saefullah warga Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, Jawa Tengah, mulai berburu dan mengkoleksi motor-motor kuno, dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Jakarta, Singapura, Amerika, Jerman, bahkan hingga ke kawasan Timur Tengah pun ia rela untuk mendapatkan motor kuno yang di inginkannya.

Berbagai merk motor buatan Jerman, Amerika, Eropa, seperti Ariel, BSA, Smechless, Norton Azs, BMW, BSA, Honda, DKW, Sunbeam, Mz Shark, Obilet, sampai Vespa pun dikoleksinya.

Untuk perawatan, Saefullah harus menghabiskan uang hingga jutaan Rupiah. Service berkala, maintenance alat serta tune up motor pun tidak sembarangan dilakukan. Ia bersama teman sesama pengkolektor motor kuno pun saling berbagi teknik perawatan motor kuno agar awet dan dapat berjalan seperti saat pertama diproduksi.

Untuk mendapatkan sparepart motor motor kuno koleksinya, Saefullah mencari ke sesama kolektor, barter atau berburu onderdil hingga hingga ke negara tempat motor kuno ini diproduksi.

Memang tidak mudah untuk mencari sparepart motor kuno ini. Namun, berkat saling tukar informasi sesama kolektor dari berbagai penjuru negeri bahkan luar negeri, Saefullah tidak kesulitan mendapatkannya.

Kini koleksi saefullah menjadi incaran para penggemar motor kuno yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Solo, bahkan mancanegara, seperti Jerman, Belgia. Setiap bulan dua hingga empat motor laku terjual.

Soal harga motor bervariasi, antara 20 Juta sampai 500 Juta Rupiah. Tentunya nilai keunikan, sejarah dan peninggalan tokoh penting, turut menaikkan harga motor kuno ini. Dari hobi mengkoleksi motor kuno tersebut, Saefullah bisa menjadikannya sebagai ladang bisnis. Setiap bulan puluhan juta dihasilkan dari menjual koleksi motor kunonya.

SUKSES DENGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DATARAN RENDAH



Siapa bilang budidaya jamur hanya bisa dilakukan di daerah dataran tinggi dengan suhu dan kelembaban udara tertentu saja? Seorang warga di kota Binjai, Sumatera Utara berhasil membudidayakan jamur di dataran rendah yang bersuhu tinggi dan kelembaban rendah pula.

Lokasi budidaya jamur tiram, milik Feri siregar di kota Binjai, sumatera utara, sudah berkembang sejak setahun lalu. Padahal, Binjai tergolong kawasan dataran rendah serta memiliki suhu panas normal antara 24 hingga 32 derajat celcius.

Proses budidaya jamur tiram milik Feri, tidak ada bedanya budidaya jamur tiram di tempat dataran tinggi. Budidaya jamur tiram ini juga menggunakan media tanam yang terdiri dari limbah gergajian kayu, dicampur dedak halus, kapur dolomit dan air.

Bedanya dengan budidaya di dataran rendah, air yang digunakan adalah air fermentasi hasil campuran mikro organisme dan gula. Hal ini untuk mengurangi munculnya jamur-jamur lain yang berpotensi tumbuh dalam media tanam.

Media tanam ini kemudian di diamkan selama tiga hari, kemudian dikukus selama 18 jam. Barulah media tanam ini dimasukkan ke dalam plastik dibentuk seperti polibag dan siap untuk diberi bibit jamur tiram.

Untuk menambah kelembaban ruang inkubasi, Feri menggenangi lantai tempat produksi dengan air hingga setinggi mata kaki. Dalam jangka waktu 15 hari di ruang produksi, jamur akan mulai terlihat keluar dari mulut-mulut polibag.

hingga saat ini, Feri baru memiliki lebih dari seribu polibag, dengan produksi 30 kilogram jamur tiram per harinya, yang di jual dengan harga 35 ribu rupiah, setiap kilogramnya .

Keterbasan dana, cukup menyulitkan Feri dalam mengembangkan usaha budidaya jamurnya, sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk kota Binjai dan medan .

Jika anda tinggal di tempat dataran rendah dengan suhu tinggi dan kelembaban rendah, namun ingin berwira usaha, ada baiknya anda memperhitungkan bisnis jamur tiram ini.

SOUVENIR CANTIK DARI BAMBU MERAMBAH PASAR EKSPOR



Bambu, identik dengan pagar anyam atau bangunan rumah rumah di pedesaan. Namun tidak bagi seorang pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah. Bambu yang berharga murah disulap menjadi barang seni yang mempunyai nilai lebih dan cocok untuk hiasan rumah. Bahkan kerajinan miniatur bambu ini telah merambah pasar ekspor.

Tidak ada barang yang tidak berguna. Mungkin itulah pepatah yang ada di benak Darmawan, warga Kelurahan Suronatan, Temanggung. Dengan keterampilan yang di milikinya serta peralatan yang sederhana, seperti gergaji, gunting, cutter serta lem kayu, Darmawan merubah sisa potongan bambu menjadi barang hiasan yang mempunyai nilai tinggi.

Berbagai kerajinan dari hasil karyanya diantaranya miniatur kursi, tempat handphone, kapal, rumah adat minang dan berbagai bentuk lainnya. Keuletan dan kesabaran adalah modal penting dalam mengembangkan usahanya tersebut.

Untuk pembuatan kerajinan dari bahan serba bambu tersebut, dalam sehari dirinya dapat membuat sedikitnya 10 buah untuk jenis miniatur kursi handphone dan bedug. Sementara untuk kerajinan seperti miniatur kapal dan rumah gadang, harus membutuhkan waktu paling tidak selama 3 hari.

Harga miniatur bambu ini, dijual dengan harga bervarisasi mulai dari 25 Ribu hingga 250 Ribu Rupiah. Selain menggelar dagangannya di pinggir jalan alun-alun kota Temanggung, pemasaran produk rumahan ini juga merambah ke berbagai kota di Indonesia bahkan ke luar negeri, Prancis, Australia, Jepang dan negara-negara lain. Selain itu juga sering menerima pesanan untuk keperluan resepsi pernikahan berupa souvenir.

Dalam setiap bulannya rata-rata dapat dihasilkan kerajinan sebanyak 100 buah. Namun jika ada pesanan khusus, ia dibantu oleh empat orang tenaga lainnya untuk mengejar target sesuai dengan pemesanan. Namun produksinya akan terhambat jika pada musim hujan, sebab akan terkendala dalam proses pengeringan bahan baku.

SENI UKIR PELURU BEKAS YANG BERNILAI EKONOMIS


Ditangan seorang seniman, benda yang di anggap tidak berharga, bisa berubah menjadi kerajinan seni yang bernilai ekonomi tinggi. Seperti yang di lakukan Made Sumerta, perajin kuningan asal Desa Kamasan Kelungkung Bali, selongsong bekas peluru yang notabene benda berbahaya sisa perang di rubah menjadi benda seni yang bernilai ekonomi tinggi.

Di studio seni di rumahnya, Made Sumerta menekuni seni ukiran dari kelongsong peluru. Tangannya yang terampil serta kreatifitas seni yang dimilikinya mampu menyulap benda menakutkan tersebut menjadi kerajinan yang indah dipandang mata.

Berbagai ukuran peluru bekas mulai dari panjang 1,20 meter, 60 Centimeter, hingga 40 Centimeter mampu di sulap menjadi kerajinan seni. Proses pertama pembuatan dengan membakar bahan baku guna mempermudah pemuaian. Selanjutnya adalah menggambar pada bahan baku tersebut untuk diukir. Memasuki tahap penyelesaian, peluru yang sudah diukir dicuci dan disikat dengan air asam.

Menyematkan seni ukiran klasik khas kamasan yang terpahat rapi pada bagian luar peluru menjadi ciri khas seni kerajinan kuningan ini. Tema ukiran biasanya diambil dari cerita tokoh pewayangan Ramayana hingga Mahabarata.

Harganya pun beragam. Untuk ukuran 1,20 di jual dengan harga 2 Juta Rupiah, ukuran 60 Centimeter berharga 800 ribu, dan ukuran 40 meter di bandrol harga 400 Ribu Rupiah.

Bahan baku berupa selongsong peluru, tidak sulit di dapat. Melalui sejumlah kenalannya di Surabaya dan Malang, Sumerta mendatangkan bahan baku yang didapatkan dari sisa latihan Prajurit.

Menggeluti seni kerajian selongsong peluru juga sangat beresiko. Pernah dua kali masuk Rumah Sakit lantaran tersambar ledakan sisa pembakaran kelongsong peluru. Lempengan bubuk mesiu yang masih tersisa meledak tanpa disadari menyambar lutut kanannya.

MERAUP RUPIAH DARI BISNIS ULAR PHYTON



Memelihara phyton ternyata mudah dan mampu menghasilkan keuntungan puluhan Juta Rupiah per bulan. Hewan yang menakutkan seperti yang di pelihara di rumah Topan, seorang peternak ular desa getas pejaten, kecamatan jati, kabupaten kudus, jawa tengah itu, bahkan anak-anak dengan riangnya memegang bahkan menggendong ular, saat ular-ular tersebut dimandikan dan di jemur. Tak hanya ular-ular kecil, namun ular dengan ukuran raksasa, mereka pun berani memegang.

Seperti ular phyton albino yang ukurannya cukup besar. Panjangnya bahkan mencapai 5 meter. Untuk mengeluarkannya dari kandang, tak cukup orang dua untuk mengangkatnya atau ular boa berwarna coklat yang juga memiliki badan besar.

Walaupun termasuk binatang yang menakutkan, para pecinta ular piton kini semakin banyak. Selain tidak berbisa, reptile ini juga memiliki daya terik tersendiri di setiap warna dan motif sisik kulitnya.

Peluang usaha ini dimanfaatkan oleh topan, salah seorang peternak ular phyton di kudus jawa tengah. Ia membudidaya bermacam jenis dan ukuran ular piton. Seperti, phyton rectic, colobridae, boa, king dan berbagai macam lainya.

Menurut topan, memelihara dan merawat ular ternyata jauh lebih mudah dibandingkan dengan hewan piaraan kebanyakan. Kebersihan kandang akan tetap terjaga karena hewan melata ini tidak buang kotoran setiap hari.

Selain itu, ular ini cukup diberi makan, dimandikan dan di jemur, seminggu sekali sehingga tidak merepotkan pemiliknya. Makanan yang baik dikonsumsi adalah tikus putih. “Jadi sama seperti ular liar pada umumnya, makanannya tetap tikus”, ujar Topan.

Peminat ular piton ini bukan hanya dari masyarakat lokal saja, banyak juga pembeli yang datang dari berbagai daerah di indonesia. Selain untuk hewan peliharaan, phyton juga biasa di ikut sertakan dalam pertunjukan serta dilombakan dalam kontes reptile.

Harga untuk ular piton ini sendiri bervariasi menurut jenis dan ukuran, berkisar antara limaratus ribu rupiah untuk seekor bayi piton sampai enam juta rupiah untuk python dewasa. Dari ternak piton inilah topan mampu merauk keuntungan puluhan Juta Rupiah perbualannya.

MERAUP BERKAH DARI KERAJINAN PERHIASAN IMITASI



Kenaikan harga emas di pasaran, ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin perhiasan imitasi di Kelurahan Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik Jawa Timur (06/10/2011.) Banyaknya warga yang beralih ke perhiasan imitasi akibat melambungnya harga emas, membuat para pengrajin perhiasan imitasi sejak 2 bulan yang lalu, mengalami peningkatan pesanan. Bahkan, pesanan datang bertubi-tubi hingga datang dari luar pulau Jawa.

Muhammad Fauzi, salah satu pengrajin perhiasan imitasi, mengaku sengaja memanfaatkan kenaikan harga emas untuk mengambil keuntungan. Dibantu 8 orang karyawannya, setiap hari, Fauzi membuat beraneka macam jenis dan model perhiasan.

Perhiasan imitasi buatan Fauzi beraneka ragam, antara lain kalung, gelang, anting, dan cincin. Apabila dilihat secara sepintas, perhiasan yang terbuat dari bahan tembaga ini, mirip dengan emas yang terbuat dari logam mulia asli, yang harganya jauh lebih mahal.

Untuk proses pembuatannya, hampir tak ada perbedaan dengan pembuatan perhiasan emas asli. Yang membedakan hanyalah pada bahan bakunya saja yang terbuat dari tembaga. Di samping itu, pada proses akhir, harus di sepuh dengan mencelupkan perhiaan ke dalam air mendidih yang sudah di beri emas murni, sehingga warna perhiasan imitasi akan kekuning-kuningan mirip warna emas asli.

Kenaikan penjualan, di rasakan para pengrajin sejak naiknya harga emas. Menurut pria yang sudah puluhan tahun menggeluti kerajinan ini, peningkatan penjualan mencapai 25 persen dari hari sebelumnya. “Kami seperti mendapat berkah dari naiknya harga emas”, ujar Fauzi

Harga perhiasan imitasi ini tergolong murah, mulai dari 5 Ribu hingga 10 Ribu Rupiah per bungkusnya sesuai ukuran dan jenis perhiasan.

KERAMBA KEPITING, PROFESI TERBARU PETAMBAK


Bencana pasang air laut atau rob, tidak cuma merusak lahan tambak namun juga mematahkan semangat para petani untuk tetap bekerja menghidupi keluarga. Guna mengembalikan semangat hidup, para tambak di Pekalongan Jawa Tengah, mulai membudidayakan kepiting dengan sistem karamba. Ternyata hasilnya lumayan.

Para petani tambak yang terkena genangan air pasang ini praktis tidak bisa mengolah tambaknya. Sementara jika dipaksa untuk beternak bandeng atau udang, hasilnya sering nihil. Para petani tambak di desa jeruksari kecamatan panjang baru kota pekalongan misalnya, memmbuat keramba kepiting sejak satu tahun lalu

Usaha penggemukan kepiting dalam keramba, dilakukan oleh para petani untuk menjawab tantangan alam di wilayah tersebut. Selama ini para petani di wilayah tersebut memelihara bandeng dan udang sebagai sumber penghasilan.

Namun dari waktu ke waktu, kondisi alam semakin kurang bersahabat dengan para petani. Rob dari laut semakin tinggi, sehingga merusak tambak dan menghanyutkan bandeng-bandeng di dalamnya.

Kerugian yang dialami petani mencapai sekitar ratusan juta rupiah, dengan asumsi dari satu hektar tambak diperoleh hasil 2 Juta Rupiah, dengan luas lahan tambak mencapai 150 hektar.

Menurut para petani, dengan dimasukkan dalam keramba, kepiting aman dari ancaman rob. Selain itu, pembuatan keramba kepiting juga untuk mengatasi penurunan harga bandeng yang terjadi terus menerus.

Usaha keramba kepiting yang dilakukan petani tambak ini merupakan usaha penggemukan. Kepiting yang dimasukkan dalam keramba merupakan kepiting yang sudah cukup dewasa, atau berusia sekitar dua hingga tiga bulan.

Kepiting tersebut diperoleh dari para pencari kepiting di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, seharga 25.000 Rupiah per kilogram. Saat dimasukkan dalam keramba, rata-rata satu kilogram berisi lima ekor kepiting.

BUDIDAYA LEBAH LANCENG YANG KAYA MANFAAT



Sampai saat ini, tak banyak yang tahu, lebah Lanceng atau Klanceng, memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan sekaligus peluang usaha cukup menggiurkan. Sugeng, warga Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta contohnya, berhasil membudidayakan lebah Lanceng.

Lebah Lanceng / Klanceng atau nama latinnya Apis Trigona, mempunyai ukuran lebih kecil dari lalat. Karenanya, ia memiliki koloni cukup banyak, untuk menghasilkan madu. Tentunya dengan waktu yang cukup panjang, bahkan hingga tiga bulan sekali untuk memanen. Itupun hanya didapat, tak lebih dari 125 mili liter madu Lanceng, pada setiap kotak koloni yang dihuni ribuan lebah Lanceng.

Untuk budidaya madu lebah Lanceng, perlu ketelatenan yang lebih, dibandingkan dengan lebah madu biasa, baik dalam pemindahan koloni lebah, perawatan hingga cara pemanenennya. Selain itu, populasi lebah Lanceng membutuhkan udara yang cukup lembab.

Dalam pengambilan madunya misalnya, hingga kini belum ada cara yang praktis serta higienis. Biasanya dengan cara memilih sisir yang berisi madu lalu dikeluarkan dengan cara memeras. Dengan demikian, sebagian larva ada yang mati dan madu masih tercampur sedikit malam maupun tepung sari sehingga terlihat kurang bersih.

Lebah lancing di budidaya dalam kotak-kotak yang dibuat dari potongan bambu yang dilubangi atau akar pohon yang besar dan berlubang. Semuanya dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan lubang-lubang alamiah kayu, bambu di hutan yang disukai lebah Lanceng.

Dibandingkan dengan madu biasa, rasa madu Lanceng tidak selalu manis. Bahkan, madu Lanceng mempunyai aroma dan rasa asem, termasuk juga pahit. Aroma dan rasanya juga tergantung dari musim buah dimana lebah tersebut menghisap tepungsari yang terdapat pada bunga.

Manfaat dari madu laceng, selain bermanfaat untuk stamina tubuh dan mengandung dha untuk anak-anak, juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Diantaranya, demam pada anak, dan batuk pilek. Selain itu dapat juga sebagai terapi penyembuhan diare, demam berdarah, radang tenggorokan, liver bahkan luka bakar.

Harganya jauh lebih mahal di banding madu biasa. Namun demikian, madu hasil produksi lebah yang tidak bersengat itu tetap diburu para penggemarnya. Untuk satu botol berukuran seratus dua puluh mili liter misalnya, dihargai tiga puluh ribu rupiah. Harga ini lebih mahal dua sampai tiga kali lipat, dari madu lebah biasa, mengingat khasiat dan proses produksi yang lebih lama. Tak heran, dengan sekitar dua puluh kotak lebah Lanceng, penghasilan Sugeng dari penjualan madu Lanceng ini, mencapai Dua Juta Rupiah per-bulan.

BUDIDAYA LELE AFRIKA CUKUP MENGGIURKAN



Siapa bilang lele Afrika tak dapat berkembang baik di Indonesia. Buktinya, di Situbondo Jawa Timur. Seorang pembudidaya ikan lele lokal mencoba membudidayakan lele Afrika dan ternyata hasilnya cukup mengagumkan.

Adalah Firman Wahyudi (31 tahun,) warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan Situbondo, yang kini tersenyum karena budidaya lele Afrika yang ia kembangkan sejak sepuluh bulan silam berbuah manis.

Semula firman ragu untuk membudidayakan lele Afrika yang induknya ia dapatkan dari membeli di bali lantaran geografis Indonesia yang kurang mendukung. Namun firman terus mencoba coba.

Induk lele betina dan jantan mulai kawin secara alami. Menginjak dua bulan. Mulailah lele beranak pinak hingga ribuan ekor. Lele kecil diberi nutrisi cair sebagai makanan. Setelah menginjak usia tiga bulan barulah lele diberi concentrate sebagai konsumsi makanannya. Saat usia lele mencapai empat bulan. Barulah siap untuk di pasarkan. Dan hasilnya cukup menggembirakan lele Afrika yang di kembangkan ternyata gemuk dan tumbuh baik.

Menurut firman, pembudidaya lele Afrika, membudidayakan lele Afrika cukup mudah. Yakni hanya memberi air dengan suhu agak panas dengan makanan sehari dua kali pagi dan sore.

Secara phisik tubuh lele Afrika sama dengan lele local. Namun warna lele Afrika lebih hitam kelam jika sudah menjadi indukan. Dan lele Afrika tidak menyengat seperti halnya lele lokal.

Firman mengaku. Selain di jual untuk konsumsi warga situbondo. Lele Afrikanya juga di jual ke bali. Satu kilogran lele Afrika. Firman dapat menjual dengan harga lima belas ribu rupiah. Dalam sebulan firman mampu menjual hingga tiga kwintal.
Lele Afrika menurut para pembeli rasanya lebih gurih dan lembek ketimbang lele lokal, sehingga sangat cocok untuk hidangan rumahan maupun restoran. Apalagi saat lele di baker, rasanya sangat lezat.

MANFAATKAN GENTONG BEKAS MENJADI MINIATUR TAMAN



Gentong bekas ternyata bisa disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. Adalah Erwin Riyanto dan Ubaidillah Fitri, 2 pemuda asal Kelurahan Demaan, Kota Kudus Jawa Tengah yang mampu membuat miniatur taman dalam gentong. Gentong seni tersebut harganya pun bisa mencapai ratusan ribu perbuah.

Di tengah hiruk pikuk kota kudus, sebuah kesibukan kecil di lakukan Ubaidilah Fitri dan Erwin, di rumahnya yang kecil di perkampungan padat kelurahan demaan, kudus, jawa tengah. Dengan tekun, pemuda jebolan madrasah sanawiyah ini menempeli batu-batu ke dinding sebuah gentong.

Gentong yang dipakai ini bukanlah barang mahal yang dibeli di pasar atau toko, melainkan gentong bekas yang retak retak dan sudah dibuang pemiliknya. Ya, melalui sentuhan seni tangan, ubaidillah mampu mengubah gentong tak berharga tersebut menjadi bahan dasar karya seni berupa miniatur taman.

Proses awal pembuatan gentong yakni melubangi dinding gentong dengan ukuran yang diinginkan. Sebelumnya disiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan seperti batuan phospat, semen dan pasir, serta cat, lem dan ornamen taman.

Proses paling sulit yang membutuhkan kesabaran adalah menempelkan batu alam ke dinding gentong. Dalam proses ini dibutuhkan daya kreatifitas pembuat untuk menciptakan suasana taman di dalam ruang gentong yang kecil.

Untuk menambah kesan asri, dipasang ornamen pepohonan dan lampu hias. Sedangkan untuk membuat air mancur buatan di pasang pompa air atau aerator. Setelah semua ornamen terpasang, tinggal mengisi air dan ikan hias. Kini, jadilah sebuah miniatur taman dalam ruang gentong.

Menurut Erwin , ide awal pembuatan miniatur taman gentong ini muncul ketika dia melihat gentong bekas tak terpakai. Bekerja sama dengan ubaidilah, akhirnya dia berinisiatif membuat karya seni dari benda tak terpakai itu.

Pada saat pertama kali menjual miniatur taman gentong, kedua pemuda ini sempat kesulitan memasarkan karena masih asing di masyarakat. Namun lama kelamaan masyarakat mulai menyukai karya seni mereka.

Sejak dirintis tiga tahun silam, usaha miniatur taman gentong kini berbuah manis. Selain dipasarkan ke sejumlah daerah di tanah air seperti jawa barat, jakarta, dan sumatra, miniatur taman gentong ini diminati pula pembeli dari austria, australia dan amerika serikat.

Soal harga, taman miniatur ini dijual ratusan ribu rupiah. Untuk gentong ukuran kecil harganya hanya dua ratus ribu rupiah. Gentong ukuran sedang, tiga ratus lima puluh ribu rupiah, sedangkan ukuran paling besar harganya lima ratus ribu rupiah.

Dengan tekad baja dan kerja keras, kini Ubaidilah yang pernah menjadi korban phk pabrik mebel dan Erwin yang pengangguran sudah dapat menikmati hasil keringat mereka dari kreasi seni memanfaatkan gentong bekas menjadi miniatur taman.

Nah! Jika anda mempunyai gentong yang sudah bocor atau retak retak di rumah tidak ada salahnya untuk mencoba mengikuti kreasi yang telah dibuat oleh ubaiddilah dan Erwin.

KEDAI MBAH GOOGLE, SUGUHKAN MENU BERBAU CYBER



Banyak cara dilakukan pedagang untuk menjaring pelanggannya agar betah berlama-lama di kedainya. Di Jalan Manggis Banjarmasin Kalimantan Selatan, sebuah kedai makanan dan menuman menyuguhkan menu dengan tampilan nama berbau cyber. Tak ayal banyak pelanggan terutama kawula muda yang kepincut dan penasaran untuk mencobanya. Padahal menu disajikan tak ubahnya dengan yang ada pada umumnya.

“Kedai Mbah Google”, itulah nama kedai itu. Sebuah nama yang cukup mengherankan. Tapi jangan salah dulu, nama itu di gunakan karena sebelumnya kedai ini adalah sebuah warung internet atau warnet.

Namun, di samping itu, nama “Mbah Google” juga menjadi strategi pasar untuk menjaring pelanggan, agar betah berlama-lama di kedai. Apalagi, menu-menu yang di suguhkan juga berbau cyber seperti Gado-Gado “Hacker” , Juice Twiter, Juice Facebook, Roti Bakar AVG, Roti Bakar Smadav, Pisang Bakar “Yahoo”, Pisang Bakar “Firefox” dan Bubur Ayam “You Tube”.

Pisang baker Yahoo adalah salah satu menu favorit yang banyak di suka pelanggan. Membuat pisang baker tidak membutuhkan waktu lama. Cukup 3 menit saja, pisang bakar Yahoo sudah siap di sajikan.

Terbukti banyak pelanggan terutama kaula muda yang kepincut dan penasaran untuk mencobanya. Padahal menu yang disuguhkan tak ubahnya dengan menu yang ada pada umumnya.

Tak hanya itu, di kedai ini tersedia fasilitas “Hot Spot” internet. Jadi sambil menikmati citarasa makanan dan menuman, pelanggan bisa pula berselancar didunia maya. Jadi semuanya serba cyber.

Menurut pemilik kedai, Tri Buwono, nama Mbah Google sengaja di pilih karena warnet yang di kelolanya kurang menghasilkan rupiah sesuai harapan menyusul menjamurnya warnet di Banjarmasin. Setelah mencoba usaha baru ini, usaha Tri Buwono, justru berkembang

Nah untuk harga ditanggung murah. Setiap porsi makanan dan minuman dipatok rata-rata 6 Ribu Rupiah. Mau mencoba?

TEKUN MENYADAP GETAH POHON PINUS



Ribuan pohon pinus di kawasan hutan tompobulu kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tak hanya menyumbang kesejukan alam bagi warganya. Tapi getah yang diteteskan pohon tersebut telah merubah ekonomi warga sekitar, dalam tiga tahun terakhir, sejak terbuka akses pasar ekspor komoditas tersebut.

Di saat sebagian besar kaum pria ditempat ini mencari nafkah dengan berkebun dan membajak sawah, kaum perempuan terutama ibu-ibu di kawasan hutan pinus sibuk menyadap getah pinus yang terbukti telah memberikan nilai ekonomis yang cukup lumayan.

Ibu-ibu ini setiap harinya mengitari kawasan hutan pinus untuk menyadap getahnya. Saat menemukan pohon pinus yang sudah layak sadap, mereka dengan cekatannya mengarahkan alat sadapnya di batang-batang pohon pinus .

Menurut para ibu-ibu, aktivitas menyadap getah pinus ini adalah pekerjaan yang menantang. Meski demikian, pekerjaan ini, sangat membantu menghidupi kebutuhan keluarganya .

Setiap menjual getah hasil sadapannya, mereka bisa mendapatkan penghasilan antara 100 hingga 150 Ribu Rupiah perharinya. Bagi para penyadap getah, pendapatan sebesar itu cukup lumayan untuk membantu perekonomian keluarga.

Di kawasan hutan pinus tompobulu ini, sedikitnya terdapat 100 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari menyadap getah pinus.

Aktivitas penyadapan getah pinus didaerah ini mulai di lakukan warga setempat, sejak Pemerintah Kabupaten Sinjai memberikan kesempatan kepada penduduk didesa ini, mencari penghidupan tambahan selain dari pekerjaan berkebun dan membajak sawah .

Pemerintah setempat menyiapkan lahan hutan pinus sebanyak 300 hektar untuk digarap oleh warga. Hasilnya pun sudah dirasakan oleh warga setempat. Bahkan roda perekonomian didaerah ini terus bergerak.

Selain sebagai objek wisata alam, dikawasan hutan pinus inipun mulai bermunculan para pedagang musiman setiap musim penyadapan getah pinus tiba.

Salah satu perusahaan swasta di Sinjai bekerjasama dengan petani, memasarkan getah pinus tersebut keluar negeri, khususnya Portugal. Getah digunakan sebagai bahan campuran pembuatan cat, lem, pelapis kertas, flitur, bahan ebonit, bahan pengawet makanan, bahan baku pembersih lantai, bahan campuran lipstik, semir sepatu, sabun, pelapis coklat dan sebagainya.

BETERNAK LEBAH MADU DI POHON JATI



Musim bunga pada pohon jati ternyata menjadi berkah tersendiri bagi peternak lebah hutan di Situbondo Jawa Timur. Betapa tidak, produksi madu peternak meningkat tajam dibandingkan sebelumnya.

Adalah Rizal (25 tahun,) salah seorang peternak madu di desa Sumber Waru, Kecamatan Banyuputih Situbondo, yang kini mulai tersenyum dengan usaha peternakan lebahnya.

Seiring mulai mekarnya bunga pohon jati sejak tiga bulan lalu, produksi madunya mengalami peningkatan tajam.

Saat ini menurut rizal, dari 1500 kotak lebah yang ia tangkarkan di hutan Baluran Situbondo, mampu menghasilkan madu hingga tiga ton perbulan. Padahal sebelumnya ia hanya mampu mengambil madu separuhnya saja.

Satu kilo gram madu hutan jati, dia jual dengan harga 30 ribu rupiah. Selain memenuhi permintaan penjual jamu di situbondo, Rizal juga melayani pabrik jamu di kota Malang dan sekitarnya.

Madu lebah pohon jati konon, rasanya lebih manis sebab kandungan tepung sari pada bunga pohon jati lebih banyak ketimbang pada pohon lainnya.

Jika madu di gunakan untuk penyembuhan penyakit seperti masuk angin dan meningkatkan kebugaran tubuh sangat mujarab.

Rizal mengaku dibutuhkan ketrampilan khusus untuk beternak lebah madu jati. Sebab tak jarang. Lebah kerap menyengat saat awal penangkaran hingga madu hendak di panen.

Untuk itu peternak harus ahli dan membekali diri dengan masker penutup wajah berikut pemberian asap sabut kelapa. Untuk menangkarkan lebah madu bunga jati sebenarnya cukup mudah. Induk lebah yang telah dimasukkan dalam kotak dalam waktu tiga bulan, akan di kerumuni ribuan lebah anakan hingga menghasilkan sarang lebah dan produksi madu.

Jika telah cukup masanya, yakni minimal tiga bulan dan maksimal lima bulan. Madu pun sudah siap di panen dan siap dijual.

BUDIDAYA JAMUR LINGZHIE PENCETAK RUPIAH



Satu lagi usaha rakyat, terkait dengan budidaya tanaman yang menghasilkan omzet ratusan Juta Rupiah, dalam satu bulan. Jamur lingzhie, salah satu primadona pertanian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini mulai dilirik, industri jamu kesehatan, di tanah air. Sayangnya, produk produk dari jamur lingzhie, baru mampu tergarap, di tingkatan Nasional saja.

Buah dari keuletan yang kini kini menjadi mesin pencetak Rupiah, bisa di lihat di sentra industri jamur lingzhie, milik Parjimo, di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di unit usaha seluas kurang lebih, lima ratus meter persegi ini, nampak para pekerja, sedang tekun menggarap berbagai produk, dari jamur lingzhie.

Jamur ling zhie adalah jenis jamur kayu. Budidaya jamur biasanya ditaruh di atas beklok dan di simpan dalam rumah jamur. Bisanya, jamur tumbuh di dataran tinggi sekitar 700 meter dengan temperature udara antara 20-23 drajat Celsius dengan kelel baban sekitar sembilan puluh drajat celsius.

Umur lima sampai dengan enam bulan, jamu jenis ini sudah panen. Setelah itu dilakukan adalah proses pengeringan dengan di jemur bawah panas matahari.

Untuk menjaga kualitas, pemeliharann ruangan harus dijaga dengan temperatur 28 drajat celsius. Dan jamur pun siap di olah.

Dari usaha jamur yang berasal dari thailand ini, diolah menjadi berbagai macam, jamu dan syrup kesehatan. Hasil produksinya antara lain, menyembuhkan sesak nafas, menghilang kan gatal pada kulit, menyembuhkan gangguan penglihatan, menetralisir racun serta meningkatkan stamina dan fungsi organ.

Untuk syrup jamur lingzhie, selain rasanya yang enak, juga bermanfaat untuk memulihkan, tenaga dan stamina, serta meningkatkan ketahanan tubuh, menambah nutrisi otak, dan untuk obat awet muda.

Dalam satu bulan, rata-rata Parjimo mampu memproduksi 1500 botol syirup dan kapsul sebanyak 4000 dus. Sedangkan produk yang terjual herbalus dan produk lain bisa mencapai 15.000 dus dan yang syirup bisa mencapai 1.000 hingga 12.000 botol.

Parjimo telah memulai usaha sekitar 12 tahun lamanya. dan sejak sembilan tahun terakhir, berhasil memproduksi berbagai jenis jamu, yang semuanya berbahan jamur lingzhie.

Dengan modal nekat, parjimo memulai usaha ini sendirian. Danhingga kini telah tercatat, dua puluh tujuh orang, menjadi pekerjanya.

Saat ini, omzet penjualan dalam sebulan telah mencapai lebih dari, Seratus Enam Puluh Juta Rupiah. Jumlah yang cukup fantastis tentunya, bagi usaha kecil dan menengah.

Anda ingin menikmati, khasiat jamur lingzhie, anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk syrup bisa di beli seharga Rp 28.000, kapsul Rp 53.000. Murahkan?