Showing posts with label Bandeng. Show all posts
Showing posts with label Bandeng. Show all posts

BANDENG CRISPY & BAKAR TANPA DURI YANG GURIH



Nama ikan Bandeng tentu tak asing bagi anda para pecinta sea-food. Biasanya ikan laut ini dimasak dengan cara di presto agar daging lebih empuk dan duri menjadi lunak. Di Rumah Makan Bandeng Pak Nono Di Gerbang Perumahan Limas Agung Jalan Hr Bunyamin Purwokerto, Jateng, terdapat menu bandeng bandeng crispy dan bakar tanpa duri.

Bisa jadi, menu ini menjadi pilihan anda penikmat sea-food, karena ikan bandeng termasuk sulit di nikmati karena penuh duri. Mencicipi bandeng crispy dan bakar tanpa duri, tentu akan terasa lebih gurih.

Untuk membuat menu ini, setelah bandeng dicuci bersih, lalu dibuang duri tengahnya sehingga hanya tinggal daging kulit dan bagian kepala. Sebelum digoreng, direndam dulu dalam bumbu jahe dan garam agar lebih bercitarasa serta hilang aroma amisnya. Setelah diolesi tepung dan telur, bandeng siap digoreng. Hmm.. sudah kelihatan cita rasa gurihnya.

Sama seperti bandeng crispy, setelah direndam dalam larutan bumbu, bandeng dibakar. Agar matang sempurna dna tidak gosong, bandeng harus terus dibolak-balik. Bumbu bakar yang tak pernah ketinggalan adalah kecap manis, selain memberi aroma, kecap manis bisa memberikan tampilan yang lebih menarik.

Nah, untuk menikmati bandeng crispy dan bakar ini biasanya ditemani sambal terasi cabai merah dan lalapan terasi. Gurih, pedas, manis dan segarnya lalapan bercampur dalam empuknya daging bandeng.

Satu porsi bandeng cripsy atau bakar hanya 13 ribu rupiah saja. Murah, enak, gurih dan tentu saja menambah variasi kenikmatan menu berbahan ikan bandeng.

GAYA HIDUP NELAYAN, SANTAP SIANG DENGAN BANDENG BLOTONG



Bandeng bakar lumpur atau bandeng blotong, biasa dikonsumsi warga sekitar pantai utara Kabupaten Gresik Jawa Timur yang sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan dan petambak ikan. Menu tradisional tersebut, menjadi menu andalan santap siang mereka saat bekerja. Bahkan, bandeng blotong mampu menjadi media perekat hubungan antar sesama nelayan.

Seperti halnya warga desa Tajung Widoro - Mengare Kecamatan Bungah, Gresik, yang selama di kenal sebagai salah satu kampung nelayan terbesar di gresik, warganya memiliki aneka menu masakan ikan bandeng. Salah satunya adalah bandeng bakar blotong, yakni ikan bandeng bakar yang di balut dengan blotong. Blotong sendiri adalah lumpur tambak yang berwarna abu-abu pekat.

Menu warisan nenek moyang ini menjadi menu andalan makan siang para petambak dan nelayan saat mereka bekerja, karena proses pembuatannya yang cukup sederhana, yakni cukup dengan membalutkan lumpur tambak hingga menutupi seluruh bagian tubuh ikan bandeng. Setelah balutannya sempurna hingga wujud bandeng tidak terlihat, bandeng pun di bakar langsung pada per-apian hingga matang yang di tandai dengan kondisi lumpur yang terlihat merekah dan gosong.

Namun, tidak semua lumpur blotong bisa digunakan sebagai pembalut ikan, karena warga hanya menggunakan lumpur sekitar tambak yang airnya payau atau asin agar bandeng terasa gurih dan lezat, sehingga tidak perlu di tambah bumbu penyedap dan rasa yang di hasilkannya pun, terasa lebih alami. Apalagi, bandeng yang di bakar adalah bandeng segar yang baru di ambil dari tambak atau di tangkap dari laut.

Menu tradisional ini akan semakin lezat rasanya saat di sanding dengan menu bandeng kunir asem-asem. Biasanya, para petambak, membawa sengaja bekal bumbu kunir asem-asem ini dari rumahnya untuk langsung di masak di sekitar pematang tambak. Bahkan, rasa lezat kedua masakan ini akan semakin terasa saat mereka menikmatinya secara bersama-sama di areal pematang tambak.

Sayang, bandeng bakar lumpur tidak dijual bebas di warung-warung, tetapi hanya menjadi hidangkan spesial mereka saat bekerja serta untuk para tamu yang tengah berkunjung ke areal pertambakan.

Karena itu, bandeng blotong juga menjadi alat perekat hubungan antar sesama nelayan karena sering di masak dan di makan secara bersama-sama pula termasuk di pematang tambak sekalipun. “Makan bersama-sama seperti ini sudah kami lakukan cukup lama dan hingga sekarang, masih menjadi kebiasan kami di tambak”, ujar Anas, salah seorang petambak.

BANDENG BAKAR TAUCHO SAMBEL MANGGA



Bagi anda penggemar menu olahan ikan, tentu mengenal kan bandeng. Ikan khas tambak tersebut, bisa diolah dengan beragam cara dengan sajian aneka mene yang barvariasi pula. Salah satunya adalah Bandeng Bakar Taucho Sambel Mangga.

Sebagai sebuah tempat makan yang ada di semarang, kafe Delima Hotel Santika di kawasan Jalan Pandanaran kota Semarang, menawarkan anek menu ikan bandeng. Berbeda dengan menu biasanya seperti bumbu kropok, masak presto, maupun goreng garing, di kafe ini bandeng diolah dengan cara dibakar dan dibumbui dengan ramuan taucho dan sambal mangga.

Anda juga tak perlu kawatir tertusuk duri. Sebab ikan bandeng disini sudah dicabuti semua durinya alias bandeng tanpa duri. Bumbu sambalnya berupa cabe, garam, gula jawa, asam jawa serta taucho. Semua bahahan dihaluskan. Setelah itu, mangga muda dikupas dan di iris kecil-kecil memanjang. Lalu mangga dicampurkan ke dalam adonan sambal.

Bandeng yang telah dibumbui lalu dibakar di atas tungku sambil terus dibolak-balik agar tidak gosong, sambil terus diolesi dengan taucho. Setelah matang dan berwarna kecoklatan, bandeng kemudian disajikan dengan siraman sambal mangga.

Bagi penikmat bandeng, bumbu taucho dan sambal mangga, memberi varian rasa baru bagi penikmat ikan, karena rasa pedas bercampur rasa asem mangga akan berbaur denan rasa gurih ikan banding. Sensasi rasa inilah yang tidak di miliki berbagai jenis masakan banding pada umumnya.

Untuk menikmati gurihnya ikan bandeng dan perpaduan rasa pedas, asam sambel mangga taucho, harganya cukup terjangkau. Dengan uang 50 Ribu Rupiah, Anda bisa menikmati bandeng sambal mangga di sebuah tempat yang representatif dan bisa dinikmati bersama keluarga. Menu Bandeng Bakar Sambel Mangga ini sangat cocok dinikmati sebagai menu makan siang dan disajikan bersama Es Lemon Tea.

MANFAATKAN LIBUR SEKOLAH, SISWA BERLATIH CABUT DURI BANDENG



Memanfaatkan libur sekolah, sejumlah siswa di Gresik Jawa Timur, tekun berlatih mencabut duri bandeng, di sentra penghasil Bandeng Tanpa Duri, atau Batadu. Selain mendidik anak-anak menjadi lebih terampil, kegiatan siswa ini, diharapkan menjadi bekal berwiraswasta kepada mereka kelak setelah dewasa (03/01/2012.)

Cabut duri bandeng, menjadi hiburan tersendiri, saat memasuki libur panjang sekolah, bagi sejumlah anak-anak di desa leran, kecamatan manyar, kabupaten gresik, yang terkenal sebagai sentra penghasil bandeng tanpa duri, di gresik.

Pelatihan cabut duri bandeng ini, tidak mereka lakukan sehari penuh, melainkan hanya sekitar tiga sampai empat jam, per hari, atau memanfaatkan waktu luang, di sela-sela libur tahun baru. Aktivitas pelatihan ini, dijalani dengan penuh suka cita, bahkan juga diwarnai canda-ria, khas anak-anak.

Berbekal pisau tajam, dan sebuah pinset, atau alat yang biasa mereka gunakan untuk mencabut jenggot, para siswa ini, mencabuti satu - persatu duri-duri bandeng, yang terletak di bagian punggung, tengah, dan perut.

Nuril Irfan, salah seorang siswa SMP, mengatakan, butuh ketelatenan, dan kesabaran, karena durinya kecil-kecil, dan jumlahnya cukup banyak. Menurutnya, kegiatan ini cukup bermanfaat bagi anak-anak, terutama saat masa libur panjang sekolah, dari pada, menghabiskan waktu libur sekolah, hanya dengan bermain.

Pihak perajin usaha bandeng tanpa duri, sengaja memberikan kesempatan kepada anak-anak, yang pingin belajar, agar mereka memiliki bekal keterampilan berwiraswasta, kelak setelah dewasa.

Sekarang ini, sangat sulit mencari tenaga pencabut duri yang bisa diandalkan. Padahal permintaan pasar terhadap bandeng tanpa duri cukup tinggi, sehingga potensial menciptakan lapangan kerja baru.

Bandeng tanpa duri, produk sentra batadu di desa leran, kecamatan manyar, dijual dengan harga bervariatif, mulai dari 40 Ribu Rupiah, hingga 60 Ribu Rupiah, perkilogram, karena bergantung ukuran bandengnya.

BANDENG GORENG SAMBAL COLO-COLO YANG KHAS



Sebagai salah satu sentra penghasil ikan tawar di Jawa Timur, tak heran jika kabupaten Lamongan memiliki banyak aneka kuliner berbahan dasar ikan bandeng. Salah satunya adalah bandeng colo-colo. Bandeng colo-colo merupakan olahan masakan paduan bumbu khusus, yang mampu menghilangkan bau tanah dan bau amis bandeng yang selalu melekat pada bandeng.

Diantara bumbu alami penghilang bau amis ikan bandeng ini adalah daun sirih yang dicampur dengan irisan tomat dan cabe serta irisan bawang merah. Agar lebih sedap, bumbu-bumbu ini kemudian dicampur dengan kecap.

Selain itu, kekhasan dari bandeng colo-colo adalah sebelum dimasak duri-duri bandeng terlebih dahulu di bersihkan. Ikan kemudian di oles dengan bumbu khusus, kemudian digoreng bersama dengan campuran bumbu-bumbu alami yang sudah di siapkan sebelumnya. Selain untuk menghilangkan bau tanah, bumbu tersebut juga dapat sebagai pelengkap atau penambah rasa.

Masakan bandeng colo-colo khas Lamongan ini, berawal dari ikan bandeng yang dihasilkan petambak Lamongan sebagain besar berbau tanah. Warga mencoba-coba berbagai resep untuk menghilangkan bau tanah tersebut saat dimasak. Kemudian ditemukanlah resep yang diberi nama colo-colo yaitu bumbu alami yang terdiri dari daun sirih, cabe, serta tomat.

Menurut salah seorang pelanggan rasa bandeng colo-colo masakan Lamongan ini memiliki rasa yang khas, yakni pedas-pedas manis yang menggairahkan lidah. Untuk dapat menikmati kelezatan bandeng colo-colo khas Lamongan ini, anda cukup merogoh kocek Tiga Puluh Ribu Rupiah, lengkap dengan nasi.

Meski menu masakan bercampur bumbu, bandeng colo-colo ini rendah kolesterol, sehingga menyehatkan tubuh. Minuman berbahan buah-buahan akan lebih menambah kenikmatan jika digunakan sebagai hidangan penutup.

Bagi para penggemar ikan bandeng mungkin bisa mencoba menu sederhana ini. Di Lamongan, makanan ini hanya bisa di jumpai di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Sunan Giri Kota Lamongan.

BANDENG GEPUK RASA UDANG YANG GURIH


Jika anda sedang dalam perjalanan melewati Kabupaten Brebes Jawa Tengah, tak ada salahnya mampir di Rumah Makan Lintang Pesona Milik Maimunah yang berada di komplek Wisata Pantai Randusanga. Sajian bandeng gepuk isi udang merupakan menu andalan yang banyak dicari, dipesan dan digandrungi oleh penikmat masakan. Bandeng gepuk isi udang, adalah perpaduan rasa daging ikan bandeng dan udang bisa membuat penikmatnya menjadi ketagihan.

Rasa bandeng gepuk isi udang ini, sangat gurih dan khas. Sebab bandeng yang sudah dikeluarkan durinya lalu digoreng hingga renyah setelah di campur daging udang terlebih dahulu. Perpaduan daging bandeng dan udang, menyodorkan aroma rasa yang uni, dengan kandungan gizi yang sangat tinggi pula.

Cara pembuatannya pun mudah, ikan banding mula-mula di bersihkan, kemudian di gepuk atau dipukul hingga dagingnya ikan lembek dan mudah mengeluarkan durinya. Karena proses harus di gepuk inilah, kemudian banding ini di namakan banding gepuk.

Bumbu yang disiapkan adalah campuran berbagai rempah, seperti bawang merah, bawang putih, garam, ketumbar, jahe dan merica. Bumbu halus dan daging udang langsung dimasukkan ke dalam perut ikan untuk kemudian digoreng hingga kering.

Menurut para penikmatnya, olahan bandeng gepuk isi udang ini rasanya lebih gurih dan tidak berbau lumpur yang ada pada ikan bandeng pada umumnya. Rasanya pun cukup variatif berupa perpaduan antara daging ikan bandeng dan udang. Tak salah jika lalapan terasi kemudian menjadi pelengkap menu masakan ini. “Justru karena rasa khasnya itulah banyak di suka warga” ujar Maimunah, sang pemilik rumah makan.

Dengan harga yang terjangkau tak ada salahnya anda mencoba menu masakan yang satu ini, semilirnya anghin pantai menemani anda menikmati bandeng gepuk isi udang.

NASI GORENG BANDENG, IKON BARU KOTA GRESIK



Nasi goreng bandeng ketan hitam, merupakan menu baru khas kota Gresik Jawa Timur, yang baru di perkenalkan pada masyarakat. Paduan antara daging bandeng dan ketan hitam, menimbulkan sensasi rasa yang khas dalam memanjakan selera para penikmat kuliner.

Kota Gresik, di kenal sebagai salah satu penghasil ikan bandeng. Tak heran jika, Gresik memiliki beragam menu berbahan dasar daging ikan bandeng. Seperti menu masakan nasi goreng ikan bandeng karya siswa SMK Dharma Wanita yang berhasil memadukan daging bandeng dengan nasi ketan hitam yang kemudian di beri nama, nasi goreng bandeng ketan hitam.

Menu baru ini sengaja di angkat dari bahan-bahan tradisioal yang menjadi ciri khas kota Gresik, karena terbuat dari dagin ikan bandeng, nasi ketan hitam, kentang, kacang polong dan telur ayam.

Cara membuatnya cukup mudah. Mula-mula, irisan kentang di goreng bersama telur dan kacang polong. Setelah matang, nasi ketan hitam di masukkan lalu di aduk rata bersama potongan daging bandeng.

Nasi goreng bandeng yang sudah matang selanjutnya di bungkus dengan telur goreng. Nasi goreng bandeng ketan hitam, siap di sajikan.

Dengan bahan-bahan dasar yang kompleks ini, nasi goreng bandeng dipastikan memiliki sensari rasa yang unik. Apalagi, potongan daging bandeng, akan mampu memanjakan selera para penikmat kuliner. Dan yang lebih penting lagi, menu ini menjadi ikon baru kota Gresik.

“Menu ini sengaja di angkat dari daging ikan banding yang menjadi produk andalam kota gresik, sehingga sangat akrab dengan masyarakat”, ujar Ahmad Budi Adi (pembuat nasi goreng bandeng).

Menu baru penuh sensasi rasa tradisional ini, baru diperkenalkan para siswa SMK Dharma Wanita kepada ibu-ibu PKK dalam sebuah pelatihan memasak, untuk menjadi bagian dari pengembangan usaha kecil dan menengah yang di gelar PT Petrokimia Gresik.

Menurut Kabiro Humas PT Petrokimia, pelatihan ini digelar untuk sebagai bagian dari pembinaan UKM masyarakat di sekitar perusahaan. Program ini merupakan inspirasi baru dari program Corporate Social Responsibility PT Petrokimia”, kata Wahyudi, Kabiro Humas PT Petrokimia Gresik.

Dengan demikian, nasi goreng bandeng ini akan menambah daftar masakan berbahan dasar daging ikan bandeng.(86)

NIKMAT SANTAP MALAM DENGAN BANDENG TELUR ASIN



Ikan bandeng bisa diolah menjadi beragam jenis masakan seperti makanan olahan bandeng telur asin tanpa duri, yang biasa digunakan sebagai hidangan makan malam. Bandeng telur asin ini merupakan perpaduan olahan antara ikan bandeng dan telur asin dengan sedikit rempah yang bisa menghangatkan tubuh.

Di sejumlah warung di kawasan Lingkar Barat-Sidoarjo, makanan olahan dari ikan bandeng kini bisa ditemukan dalam berbagai bentuk dan rasa. Salah satunya adalah bandeng telur asin tanpa duri yang kini menjadi makanan khas Sidoarjo yang disajikan sebagai hidangan di malam hari.

Bandeng telur asin tanpa duri ini merupakan makanan olahan perpaduan antara ikan bandeng dengan telor asin, yang diolah dengan menggunakan rempah dan bumbu pilihan .
Untuk memasak bandeng telur asin tanpa duri ini, melalui dua tahap pengolahan. Pertama, penggorengan ikan bandeng, menggunakan campuran telur ayam, tepung tapioka dan maizena serta sedikit bumbu.

Kedua, pengolahan bumbu, yang dibuat dari olahan telur asin yang dihaluskan dan digoreng dengan menggunakan mentega dan bumbu rempah, seperti bubuk merica, garam, pala dan kecap serta penyedap rasa. Setelah digoreng, ikan bandeng kemudian dipadukan dengan bumbu olahan telur asin, dan siap dihidangkan.

Biasanya, makanan bandeng telur asin ini disajikan sebagai hidang lauk makan malam. Selain rasanya yang gurih dan nikmat, makanan bandeng telur asin ini juga memberikan rasa hangat pada tubuh, karena campuran dari rasa rempahnya yang khas.

Untuk mendapatkan bandeng telur asin tanpa duri ini, penikmat kuliner hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Sepuluh Ribu Rupiah untuk tiap 1 ekor ikan.

Saat musim hujan seperti sekarang ini, bandeng telur asin tanpa duri banyak diminati dan dicari penikmat kuliner.

Hartono, salah seorang penjual bandeng telur asin mengatakan, dengan campuran rempah membuat rasa bandeng terasa khas dan mampu menghangatkan tubuh.

Karena kini dikenal menjadi makanan favorit, penikmat kuliner harus datang ke warung bandeng di kawasan Lingkar Barat Sidoarjo sebelum jam 9 malam. Karena makanan ini biasanya sudah habis terjual sebelum jam 9 malam, akibat banyaknya permintaan.