Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

MENIKMATI PANORAMA ALAM PEGUNUNGAN PAKEMBANGAN


Keindahan panorama perbukitan adalah salah andalan dari obyek wisata alam Pakembangan yang terletak di Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Sejak dibuka untuk umum satu tahun lalu, perbukitan yang dipenuhi pohon pinus ini ramai dikunjungi wisatawan.

Hanya dengan membayar tiket Tiga Ribu Rupiah, pengunjung dapat menikmati indahnya panorama alam yang di kelola oleh KPH Kuningan tersebut. Letaknya yang berada di atas bukit, membuat obyek wisata ini mampu memberikan nuansa keindahan pemandangan yang berbeda di banding tempat wisata lainnya. Apalagi, para pengunjung dapat melihat beberapa kampung yang berada di kecamatan Ciniru.

Tidak itu saja, beberapa fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola seperti mainan jaring laba–laba, ayunan untuk anak-anak dan beberapa tempat untuk berteduh, membuat wisata ini menarik utnuk dikunjungi bagi wisatawan yang jenuh dengan suasana kota.

Selain itu, kawasan bukit pinus ini juga di kembangkan sebagai kawasan bumi perkemahan yang di peruntukkan bagi masyarakat umum.

Meskipun baru dibuka, namun setiap musim libur pengunjung yang mendatangi obyek wisata ini terus meningkat, bahkan kini telah mencapai antara Lima Puluh Orang sampai saratus orang setiap hari sabtu dan minggu.

Para pengunjung yang datang ke obyek wisata ini selain dari Kuningan, juga banyak dari luar kota, seperti Cirebon, Majalengka, Brebes dan Jakarta.

LULURAN BELERANG DIKAWAH DOMAS TANGKUBAN PERAHU



Mendengar nama Kawah Domas pasti langsung teringat dengan gunung Tangkuban Perahu, yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebab, Kawah Domas merupakan salah satu anak kawah yang berada di gunung Tangkuban Perahu yang berjarak sekitar 1,2 km dari Kawah Ratu, kawah terbesar di Gunung Tangkuban Perahu.

Di Kawah Domas berbagai kegiatan pengunjung bisa dilakukan seperti merebus telor serta luluran dengan belerang yang diyakini oleh sebagian orang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, tak sedikit pula wisatawan asing yang menikmati dan mengagumi kawah tersebut.

Untuk menuju Kawah Domas kita harus berjalan cukup melelahkan dengan masuk hutan yang masih rimbun di gunung Tangkuban Perahu. Meski berjalan cukup melelahkan, tapi akan terobati ketika kita sampai di Kawah Domas dengan pemandangan alam yang sangat indah.

Di Kawah Domas terdapat sumber mata air panas yang terus bergolak setiap saat. Bahkan di sumber air panas tersebut, pengunjung bisa merebus telor ayam. Jika anda tidak membawa telor anda tidak usah binggung karena ada pedagang asongan yang selalu menjual telor.

Hanya dengan 12 menit telor yang direbus di mata air panas sudah matang dan siap dimakan. Tak hanya itu banyaknya mata air panas yang suhunya rendah bisa digunakan untuk merendam kaki anda. Bahkan tidak sedikit belerang yang terdapat di mata air di gunakan untuk melulur sekujur badan.

Menurut para pengunjung, mereka menyakini luluran di Kawah Domas bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit, pegal-pegal dan lain sebagainya. Bahkan, sebagian pengunjung juga menyakini luluran di kawah bisa membuat awet muda karena mampu mengencangkan kulit.

Supaya dapat merasakan kesejukan dan panorama yang lebih dari Kawah Domas sebaiknya pengunjung datang pada pagi atau sore hari karena akan terasa lebih indah.

BATURADEN ADVENTURE FOREST, EKOWISATA YANG MENGASYIKKAN



Berlibur sembari menikmati pemandangan alam bersama keluarga, tentunya akan semakin lengkap jika dilakukan sambil mencoba berpetualang outbound.

Di Baturaden Adventure Forest atau Rimba Petualang Baturaden, pengunjung bisa menikmati fasilitas petualangan out bound. Lokasinya yang berada di bawah kaki Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah menyuguhkan berbagai tantangan bagi anda pecinta petualangan alam.

Rimba Petualang Baturaden dengan lokasi seluas 50 hektar terbagi dalam dua ekowisata. Untuk pengunjung yang ingin merasakan petualangan ringan, pengunjung cukup melakukan trekking menyusuri jalur yang disiapkan di sepanjang hutan.

Bagi pengunjung yang suka petualangan seru, mereka bisa menggunakan fasiltas out bound seperti bungee trampoline adventure, forest trek adventure dan tree trek adventure. Untuk keselamatan pengunjung, tentunya pihak pengelola sudah menggunakan fasilitas out bound ini dengan alat-alat berstandar internasional. “Kami menjamin keselamatan para pengunjung, karena semua fasilitas berstandar keselamatan yang baik”, ujar Adi Seno, pengelola Baturaden Adventure Forest.

Banyaknya pilihan jalur out bound membuat sejumlah pengunjung bisa menentukan jalur mana yang dianggapnya bisa dilalui sesuai kemampuan. Semakin sulit trek yang dilalui, bagi pengunjung merupakan tantangan tersendiri dan ada kepuasan jika berhasil dilewati.

Selain ekowisata alam yang menantang, pengunjung juga dimanjakan dengan hidangan kuliner yang tersedia dilokasi petualang. Makanan yang disajikanpun cukup unik karena sebagian sayur-sayurannya diperoleh di sekitar lokasi seperti daun pakis dan sayur kol dan kentang. Sedangkan nasi yang dihidangkan adalah nasi merah yang enak dan empuk.(86)

DATARAN TINGGI DIENG, PESONA ALAM TIADA TARA



Belum ada agenda liburan pada akhir pekan ini ? Kawasan wisata dataran tinggi Dieng di Wonosobo Jawa Tengah, layak masuk dalam jadwal jalan-jalan anda. Selain hawanya yang sejuk, pesona alamnya pun lengkap dan memiliki keelokan tiada tara.

Dieng merupakan sebuah kawasan dataran tinggi yang berada pada ketinggian 2000 meter dari permukaan laut. Posisinya berada diantara gunung Perahu di sisi utara, dan gunung Sindoro di sisi timur. Perjalanan menuju dataran tinggi Dieng sangat mengasyikkan. Jalan berkelok dengan pemandangan yang elok, membuat jarak dari kota Wonosobo menuju Dieng sepanjang 25 kilometer, tak begitu terasa jauh.

Kata Dieng sendiri berasal dari bahasa Sunda kuno yang berarti tempat dan hyang yang berarti dewa. Sehingga kata Dieng berarti tempatnya para dewa. Dataran tinggi Dieng merupakan sebuah bentangan bekas kaldera kuno yang sangat luas. Letaknya berada di perbatasan antara kabupaten Wonosobo dengan kabupaten Banjarnegara. Di dalam area ini terdapat berbagai tempat wisata yang terpencar.

Yang pertama, kita bisa mengunjungi Telaga Warna di sisi selatan. Selain indah, telaga warna punya keunikan. Permukaan danau dominan dengan semburat warna hijau dan putih yang berpendar. Jika matahari sangat cerah, pantulan sinarnya berpendar dan menghasilkan beragam warna di permukaan danau.

Dari telaga warna bisa bergeser ke kawah Dieng. Inilah sisa letusan dahsyat pegunungan Dieng di masa lampau. Ada beberapa kawah di lokasi ini. Sebagian beracun, sebagian aman. Yang terbesar dan termasuk aman adalah Kawah Sikidang. Namun pengunjung dihimbau tak terlalu dekat karena bau belereng yang menyengat dan lumpur kawah yang terus mendidih. Untuk keamanan, pengelola wisata memasang pagar kayu di sekeliling kawah.

Dari wisata alam, kita bergeser ke wisata sejarah. Keindahan dan kehidupan di dataran tinggi Dieng, sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini bisa terlacak dari adanya komplek Candi Hindu di kawasan ini. Ada Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Semara dan beberapa candi yang memakai tokoh wayang untuk menyebutnya. Kompleks candi diperkirakan dibangun sekitar tahun 600 Masehi pada masa kerajaan Galuh Pajajaran.

Puas berkeliling, saatnya berbelanja. Di tempat ini, tersedia kios-kios souvenir khas Dieng. Ada kuliner, ada juga aneka tumbuhan khas pegunungan seperti bunga dan buah-buahan. Semuanya sangat pas untuk oleh-oleh keluarga.

ERUPSI MERAPI DALAM NASI KUNING HIAS



Erupsi gunung Merapi yang terus berkelanjutan membuat prihatin semua orang. Di Gresik jawa timur, keprihatinan terhadap erupsi Merapi di tuangkan sejumlah ibu rumah tangga dalam lomba menghias nasi kuning (11/11/2010.)

Ibu-ibu rumah tangga di Desa Randegan Sari Perumahan TNI Angkatan Laut Kota Baru Kecamatan Driyorejo, tengah asyik mengikuti lomba menghias nasi kuning yang di gelar Jalasenastri Mabesal Pusat. Sekitar 17 kelompok ibu rumah tangga, ambil bagian dalam event ini.

Beraneka ragam nasi kuning hias di perlombakan, dengan berbagai variasinya, mulai berbentuk pintu gerbang, kapal, jangkar hingga erupsi gunung Merapi.

Dalam nasi kuning erupsi gunung Merapi, ibu-ibu membuat berbagai pola untuk menggambarkan kerusakan akibat musibah dari letusan gunung Merapi yang hingga kini masih berlanjut.

Dalam nasi kuning ini misalnya, terdapat gambaran lahar panas yang mengalir dari puncak Merapi yang terbuat dari irisan cabe merah. Bahkan, terdapat beberapa pepohonan yang sudah kering akibat awan panas yang di gambarkan dengan potongan buah mentimun.

Menurut para pembuatnya, tema erupsi gunung Merapi sengaja di ambil karena prihatin dengan kondisi gunung Merapi serta nasib para pengungsi. “Tema ini sebagai bagian dari rasa prihatin kami, meski kami tidak bisa langsung ke sana”, ujar ibu Yuni, salah seorang pembuatnya.

Khusus lomba menghias nasi kuning, pihak panitia akan menilai karya yang kreatif dan variasinya gizinya lebih banyak. “penilaiannya tergantung tingkat kreatifitas dan aneka bahan yang di gunakan”, kata Ny. Lilik Soeparno, Ketua Umum Jalasenastri Mabesal di sela-sela kunjungannya ke stand perlombaan.

Kegiatan ini adalah bagian dari bhakti sosial mabes tni angkatan laut yang di pusatkan di Gresik, yang juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, balita sehat dan penanaman pohon.(86)

DRAMA KEPAHLAWANAN RELAWAN MERAPI, SISWA SD TERHARU



Peringatan Hari Pahlawan dilakukan dengan beragam cara. Di Gresik Jawa Timur, siswa Sekolah Dasar menggelar drama kolosal yang menggambarkan perjuangan para relawan Merapi dalam memberikan pertolongan terhadap para korban letusan gunung Merapi (09/11/2010.) Sejumlah siswa bahkan larut dalam keharuan saat melakoni adegan sebagai korban letusan Merapi.

Suasana haru dan histeris mewarnai pementasan drama kolosal kepahlawanan yang digelar ratusan siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah II di jalan KH Kholil kota Gresik di halaman sekolahnya.

Drama kolosal ini, di gelar dalam rangka memperingati Hari Pahwalan dengan menggambarkan derita para korban Merapi dan perjuangan para relawan dalam memberikan memberikan pertolongan termasuk mengevakuasi korban Merapi agar terhindar dari abu vulkanik yang siap menerjang siapapun.


Sejumlah siswa, bahkan hanyut dan larut dalam keharuan seakan merasakan derita para korban Merapi. Mereka juga mengagumi, perjuangan keras para relawan, yang rela mengorbankan jiwanya, untuk membantu orang lain, meski jiwanya sendiri juga terancam. “Saya amat terharu, mereka kehilangan sanak saudara”, ujar Nanda Dwi Safitri, salah seorang siswi sambil tak kuasa menahan air matanya.

Peringatan hari Hahlawan ini, para siswa juga menggelar pembacaan puisi kepahlawanan serta renungan perjuangan para pahlawan dalam usahanya membebaskan indonesia dari belenggu penjajahan kolonial Belanda.

Menurut pihak sekolah, drama kolosal ini sengaja di gelar untuk menanamkan semangat kepahlawanan kepada para siswa serta agar memiliki kepedulian sosial, serta rela mendarmakan ilmunya untuk nusa bangsa dan negara.

Pahlawan di jaman modern sekarang ini, bukan lagi mengangkat senjata, tetapi juga mereka yang merelakan hidupnya untuk nusa dan bangsa, termasuk perjuangan para relawan Merapi, dalam membantu para korban.

Bagi para siswa, relawan tragedi letusan Merapi menjadi inspirasi tersendiri dalam mengamalkan amanat pancasila serta semangat kepahlawan di jalam modern ini.(86)

MENGENAL SEJARAH GUNUNG MERAPI MELALUI MUSEUM



Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Kegarangannya mampu menyedot perhatian seluruh dunia. Dalam sejarahnya gunung Merapi telah meletus dahsyat berulang kali. Bagi Anda yang ingin tahu sejarah letusan gunung Merapi dan seluk-beluk kegunung apian, Anda bisa mengunjungi museum gunung Merapi yang ada di Desa Ketep, Sawangan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Kawasan Ketep Pass yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, merupakan tempat yang cocok untuk melihat Merapi dari jarak aman. Kalaupun Merapi sedang berkabut, Anda masih bisa menyaksikan kedahsyatan Merapi di dalam museum gunung Merapi yang ada di tempat ini.

Di dalam museum atau volcano center ini, Anda akan dipandu untuk berkeliling melihat isi museum oleh petugas.

Di bagian tengah museum misalnya dipajang beragam foto sejarah letusan gunung Merapi. Ada foto leleran lava pijar, foto awan panas atau wedus gembel serta foto-foto letusan gunung Merapi dari tahun ke tahun. Ada juga foto kuno saat mendiang Presiden Soekarno dan para pejabat jaman dulu yang mengunjungi Merapi termasuk pula foto-foto para korban letusan. Disini terpajang juga foto - foto dampak letusan Merapi.

Selain foto, ada juga replika gunung Merapi lengkap dengan jalur pendakiannya. Di bagian sisi kanan, juga dipajang bebatuan hasil letusan Merapi. Anda juga bisa melihat foto Merapi tiga dimensi dengan menggunakan lensa khusus.

Bagi para pengunjung, museum ini sangat berguna, terutama bagi anak sekolah yang ingin tahu lebih banyak tentang kegunung apian.

Selain museum, di bagian atas gedung, juga bias di saksikan film tentang gunung Merapi. Dengan demikian, pengunjung dapat memperoleh gambaran tentang sifat gunung api di Indonesia hingga aspek sosial budaya masyarakat, yang tinggal disekitarnya.(86)