Showing posts with label Baju. Show all posts
Showing posts with label Baju. Show all posts

GAMIS SYAHRINI, TREND MODIS LEBARAN KAUM MUSLIMAH



Dunia fashion selalu mengalami perkembangan mode, tak terkecuali fashion untuk kaum muslimah. Jelang lebaran tahun ini, model busana gamis ala artis Syahrini, makin trend dan digandrungi banyak kaum hawa, untuk merayakan Idhul Fitri. Bahkan, perajin baju muslimah di Gresik jawa timur, kualahan melayani permintaan pasar (06/08/2011.)

Adalah Latifah Bajubair, atau Ibu Eva, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang 4 Kota Gresik yang berhasil mendesain gamis Syahrini untuk lebaran mendatang. Gamis ini dibuat dengan menggunakan bahan spandek sutera yang memberikan kesan ringan. Pemanis gamis ini beragam misalnya saja disematkan manik-manik kristal gaya India dan Dubai yang melingkar di bagian kerah gamis. Karena bagian atas baju membesar dan bagian bawahnya mengecil, memberikan kesan ramping bagi penggunanya sehingga nyaman di pakai.

Gamis yang berciri khas hiasan motif manik-manik di bagian leher dan perut, selama ini sering melekat pada artis Syahrini, sehingga gamis ini di namakan gamis Syahrini.

Karena kainnya berasal dari kain sutera spandek yang halus, gamis Syahrini terasa enak di pakai, meski pada cuaca panas sekalipun. Bahkan, para pemakainya mengaku bangga bisa mengenakan gaya baju yang modis ini. Apalagi, paduan aneka warna pada kerudung, semakin menambah keanggunan pemakainya.

Membuat gamis Syahrini sebenarnya sangat mudah, yakni dengan memotong kain sesuai ukuran yang langsung di buatkan lubang di bagian atas. Selanjutnya, kain di jahit satu arah mengikuti potongan, yang di ikuti dengan merangkai 1 potongan yang kian mengecil ke bagian bawah.

Karena mudahnya membuat gamis Syahrini, masing-masing 1 orang dari 5 orang karyawan di rumah ibu eva ini mampu memproduksi 100 potong gamis setiap minggunya. Yang lebih sulit justru terletak pada pemasangan hiasan manik-manik di bagian dada dan lengan, karena di butuhkan keahlian dan ketelitian.

Menurut ibu Eva, gamis Syahrini, meskipun sederhana, tetapi terkesan mewah, sehingga cocok untuk semua kalangan, baik remaja maupun para ibu rumah tangga.

Karena itu, sejak tiga bulan menjelang lebaran, permintaan melonjak drastis, dari rata-rata lima kodi, per minggu, menjadi 15 kodi per minggu. “Permintaan pasar saat ini luar biasa, sampai kualahan”, ujar ibu 2 anak tersebut.

Harga gamis Syahrini dijual dengan harga bervariasi mulai dari 140 ribu rupiah, hingga 200 ribu rupiah per potong.

Bagi kaum muslimah, gamis Syahrini merupakan pelindung tubuh sekaligus sebagai hiasan saat beraktifitas di luar rumah terutama saat bersilaturrahmi dengan sanak keluarga pada lebaran mendatang.

BAJU SANTAI WANITA BERBAHAN LIMBAH KORAN



Tahukah anda jika ternyata limbah-limbah koran dapat di olah menjadi aneka baju santai yang elegan. di Gresik Jawa Timur, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dharma Wanita, berhasil mendesain aneka baju santai berbahan dasar limbah kertas Koran (05/02/2011.)

Berbagai macam pakaian santai yang berhasil di desain mereka ini kesemuanya di peruntukkan untuk kaum hawa, mulai model tunik, dress, rok, t-shirt, jacket, rompi maupun baju ibu dan anak. meski menggunakan bahan limbah kertas koran, namun pakaian santai ini, mampu memperlihatkan keanggunan yang muncul dari lipatan kertas.

Menurut para siswi, untuk membuat 1 buah baju kasual ini di butuhkan waktu 4 hari, mulai proses pemotongan, pemilihan pola kerangka baju hingga memadukannya menjadi sebuah baju yang cantik. Proses pemilihan pola kerangka hiasan baju, merupakan tahapan yang paling sulit, karena di butuhkan keuletan dalam menyelesaikannya.

Untuk mendapatkan baju dengan kualitas bagus, perlu uga di tambahkan aksesories lain seperti kain dan manik-manik agar baju bisa lebih kuat dan lentur saat di pakai.

Inspirasi awal dalam mendesain baju kasual ini berawal saat para siswi melihat limbah koran berserakan di sekitar sekolahnya. Kemudian, mereka mencoba merangkai potongan kertas koran tersebut hingga terbentuk sebuah baju yang cantik. “Awalnya sekedar coba-coba bahkan sekarang sudah tidak ada lagi limbah koran yang berserakan karena sudah kami manfaatkan untuk baju”, ujar Hilmi Septiana (Salah seorang designer.

Meski menggunakan bahan dasar koran bekas, namun, para pemakainya mengaku justru merasa bangga karena mampu mengangkat kembali kertas koran yang oleh sabagian orang di anggapa sesuatu yang tak berguna.

Model baju kasual koran limbah ini pernah meraih nominasi terbaik dalam desain baju berbahan limbah tingkat Propinsi Jawa Timur.