Showing posts with label Pulau. Show all posts
Showing posts with label Pulau. Show all posts

PESONA PULAU DERAWAN YANG MASIH PERAWAN



Pulau derawan merupakan salah satu deretan pulau yang ada di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisinya yang masih perawan, menjadikan pulau Derawan sebagai salah satu tujuan wisata Bahari yang banyak di suka. Selain pulau Derawan, terdapat pula deretan pulau-pulau kecil lainnya seperti pulau Kakaban, Maratua, Sangalaki dan masih banyak lagi. Pulau-pulau tersebut sangat berdekatan dan dapat ditempuh dengan speed boat serta perahu tradisional.

Untuk mencapai pulau Derawan, dari Bandara Tarakan perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan Melundung (Tarakan) selama 15 menit. Dari pelabuhan Melundung kita bisa mencapai kepulauan Derawan dengan kapal reguler yang memakan waktu lebih dari 5 jam atau kapal cepat carter yang hanya membutuhkan waktu 3 jam saja.

Pulau Derawan merupakan primadona bagi wisatawan domestik, terbukti kunjungan dari tahun ketahun terus meningkat. Untuk perayaan tahun baru masehi atau pun imlek misalnya, tempat-tempat home stay dan penginapan yang ada di pulau tersebut, hampir penuh. Karena di manfaatkan untuk berekreasi bersama keluarga, sanak famili, handai taulan.

Di pulau Derawan, wisatawan bisa menikmati pemandangan munculnya penyu kepermukaan air, bahkan berenang bersama penyu, menggunakan banana boat snorkling dan diving, serta pernak-pernik lainnya yang bisa di nikmati.

Kalaupun anda ingin snorkling atau diving dan tidak memiliki peralatan tersebut, Anda bisa menyewa semua peralatannya yang banyak tersedia di sekitar pantai pulau tersebut. Di perairan sekitar pulau Derawan terdapat taman laut yang terkenal sebagai wisata selam dengan kedalaman sekitar lima meter dengan beraneka ragam biota laut.

Tak hanya itu, suasana Sunset dan Sunrise nya betul-betul indah dan saying jika melewatkan dua moment tersebut, sore hari sehabis snorkling dan berenang, biasanya wisatawan sudah menunggu moment matahari tenggelam dan pagi-pagi sekali jam 6 berkeliling pantai untuk menunggu matahari terbit dari ufuknya.

KAMPUNG KOMODO DAN KERAJINAN PATUNGNYA



Nama besar pulau Komodo di manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, tak bisa dilepaskan dari keberadaan kampung Komodo yang berdekatan dengan Portal Loh Liang Pulau Komodo dengan pekerjaan pokok warganya adalah nelayan. Setelah adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo yang melarang mereka menangkap ikan diperairan Taman Nasional Komodo, ratusan nelayan di kampung ini pun bertumpu pada pembuatan patung Komodo.

Untuk menuju kampong Komodo, perlu menempuh perjalanan laut dari labuan bajo menuju kampung Komodo selama empat jam. Kampung tua yang dihuni sekitar 1500 jiwa tersebut, selain suku Komodo yang mendominasi, terdapat tiga suku lain yang di dalam kampung yang luasnya kurang lebih 2.000 meter tersebut, yakni suku Bugis, Bima dan Manggarai dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tipe rumah tradisional di Kampung Komodo adalah “rumah panggung” yang terbuat dari kayu. Biasanya, kolong rumah dijadikan sebagai tempat untuk duduk santai di atas “dipan” kayu yang sengaja dibuat untuk tuan rumah beristirahat di sore hari bersama keluarga.

Pasca adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo sepuluh tahun lalu yang melarang nelayan menangkap ikan di perairan taman nasional Komodo, menjadikan warganya kembali menggeluti usaha warisan pembuatan patung Komodo sebagai pekerjaan pokok menggantikan profesi asli mereka sebagai nelayan.

Kampung Komodo tidak memiliki seni kerajinan lain selain usaha pembuatan patung Komodo yang terbuat dari kayu waru tersebut. Patung Komodo merupakan sumber kehidupan warga yang di jual di pintu masuk loh liang.

Di Loh Liang (Pulau Komodo) memang disediakan area khusus bagi masyarakat Kampung Komodo yang ingin menjual patung hasil karyanya. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Loh Liang membeli patung-patung komodo yang tersedia dalam berbagai ukuran sebagai suvenir atau buah tangan untuk keluarga dan teman di negara asal.

Penghasilan yang diraup, tergantung dari ramai tidaknya kunjungan wisatawan yang datang. Harga terendah patung Komodo dijual dengan harga 25 Ribu Rupiah, hingga Tiga Juta Rupiah tergantung bentuk dan ukurannya.

JALAN-JALAN KE PULAU KEMARO



Pulau Kemaro merupakan sebuah pulau yang berada di tengah sungai Musi Palembang Sumatera Selatan. Ketenaran pulau tersebut tidak bisa di pungkiri karena menjadi pusat tempat perayaan Cap Go Meh setiap tahun, bagi warga keturunan china dari berbagai pelosok negeri.

Untuk mencapai pulau Kemaro, harus menempuh jalur air, dengan ongkos beragam tergantung jenis kapal. Dengan Speed Boat dari Benteng Kuto Besak seharga 50 Ribu Rupiah antar jemput. Dengan kapal ketek 70 Ribu dari benteng kuto besak antar jemput. Jarak tempuh ke pulau Kemaro sekitar 30 menit dengan speed boat. 50 menit dengan kapal Ketek.

Sepanjang jalan, anda bisa menikmati pemandangan pesisir sungai Musi, termasuk jembatan kebanggan Wong Kito, yakni jembatan ampera, termasuk banyaknya rumah rakit atau rumah tradisional Palembang, serta tempat-tempat bersejarah lainnya di sepanjang sungai.

Saat memasuki pulau ini kita akan di sambut oleh pohon-pohon yang tinggi menjulang. Kelenteng dan Pagoda. Di kelenteng umat muslim di ijinkan oleh pengurus untuk berdoa karena pulau ini merupakan pulau yang memperlihatkan kerukunan umat beragama antar Islam, Budha dan Khong Hu Cu.

Konon, pulau Kemaro merupakan pulau yang sejarahnya terbentuk oleh kekuatan cinta antara putri Kerajaan Sriwijaya Siti Fatimah dengan seorang pemuda perantauan dari tiongkok. Setelah menikah pasangan suami istri ini berkunjung ke negri asal sang suami. Setelah itu kembali lagi ke Palembang. Dengan di bekali tujuh guci besar dari orang tua sang suami. Saat di sungai Musi sang suami putri siti fatimah. Membuka guci dan ingin melihat berisis apakah ketujuh guci ini. Saat di buka ternyata berisikan sayur bayam dan asin-asinan.

Karena malu jika pulang dari Tiongkok hanya membawa sayur bayam dan asinan. Suami Siti Fatimah membuang seluruh guci ke sungai. Namun saat akan membuang guci ketujuh guci tersebut jatuh di dek kapal dan pecah. Maka berhamburanlah semua isi yang ada di dalam guci berupa perhiasan yang berharga. Melihat hal tersebut suami siti fatimah menyesal karena telah membuang guci-guci tersebut. Lalu suami siti fatimah terjun ke sungai Musi untuk mengangkat kembali guci-guci tersebut. Bersama salah satu pengawalnya. Namun setelah beberapa jam sang suami dan pengawalnya tidak naik kepermukaan, lalu sang putri pun ikut terjun kesungai dan ikut tewas tengelam di sungai Musi.

Setelah beberapa tahun muncullah gundukan tanah tepat di tempat tengelamnya Siti Fatimah, yang akhirnya menjadi pulau. Tepat di tengah-tengah pulau terdapat tiga gundukan tanah. Yang di perkirakan merupakan makam sang putri dan suaminya. Berserta pengawalnya. Tempat ini kemudian menjadi tempat yang di keramatkan baik oleh orang pribumi maupun warga etnis China.

Pulau Kemaro juga menjadi tempat ibadah warga etnis china walau pun makam yang ada di dalam kelenteng merupaka makam warga muslim. Dan telah di bangun kelenteng dan pagoda. Di saat menjelang hari raya Cap Goh Meh banyak warga etnis China mendatangi pulau ini untuk bersembayang mau pun meminta rezeki dan jodoh. Bahkan yang berkunjung ke pulau ini bukan hanya dari dalam negeri saja. Warga Singapure, Malaysia, China. Hongkong dan lain-lain, untuk meminta rezeki dan jodoh.

Asal mula nama pulau Kemaro di karenakan saat air sungai pasang pulau ini tidak tengelam tetap kering. Selain di sebut pulau Kemaro, pulau ini juga di sebut pulau cinta. Karena banyaknya orang meminta jodoh di pulau ini. Dan mengukirkan nama mereka di pohon cinta.

Pohon cinta merupakan pohon beringin yang telah lama tumbuh di pulau Kemaro. Salah satu pulau yang menjadi objek wisata di kota Palembang. Biasanya pulau Kemaro ini ramai di kunungi di saat hari libur nasional dan mendekati perayaan cap goh meh. Biasanya banyak kaula muda mudi datang ke pulau ini untuk mencari jodoh. Bahkan yang telah memiliki pasangan, juga tidak ketinggalan mengunjungi pulau ini.

Tak urung pohon cinta ini merupakan salah satu tujuan para anak muda untuk bersumpah setianya di pohon cinta ini. Pohon cinta ini terletak di tengah pulau Kemaro berdekatan dengan pagoda. Walau pun pihak pengelola melarang mengukir nama dan memanjat pohon. Namun hal ini tidak di perdulikan para kaula muda yang sedang kasmaran.

Di pulau Kemaro juga terdapat sebuah Pagoda yang sangat cantik, pagoda ini memiliki sembilan tingkat dengan ketinggian 40 meter. Pagoda yang berada tepat di tengah pulau Kemaro ini baru di bangun pada tahun 2008 lalu, untuk mempercantik pulau Kemaro. Pagoda ini merupakan Pagoda tertinggi di Palembang, dan kini Pagoda ini telah menjadi ikon pulau Kemaro.

PULAU HARI, SURGA BAGI PARA DIVER



Pulau Hari adalah nama pulau kecil tak berpenghuni yang letakknya tak jauh dari kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. Di sekeliling pulau terdapat karang hitam yang diselimuti hujaunya daun semakin menambah keindahan alamnya.

Permukaan air yang jernih membuat kita dapat memandang dengan jelas gugusan karang besar dan kecil yang terdapat di dasar laut. Selain itu, pulau Hari juga memiliki hamparan pasir putih yang bersih.

Dari kota Kendari, kita bisa menempuh perjalanan laut menggunakan perahu atau speed boat selama kurang lebih 1,5 jam.

Disini kita bisa menyaksikan hutan-hutan kecil yang masih cukup perawan, karena memang pulau ini belum ada sentuhan bangunan modern ataupun tradisional sama sekali. Disekeliling pulau ini, terdapat beberapa spot atau titik penyelaman, khusus bagi para wisatawan pengemar wisata atau olaha raga selam atau para diver.

Keindahan panorama di darat maupun di dalam air laut, hampir sulit diungkapkan melalui kata-kata. Puluhan jenis karang indah bersama ikan dengan segala biota lautnya, bisa disaksikan lebih dekat oleh para diver. Bahkan beberapa diver sangat tertarik untuk mengabadikan beberapa panorama underwater yang ada di pulau Hari ini.

Bagi para diver, mereka memilih pulau Hari sebagai tujuan wisata, bukanlah tanpa alas an. karena salah satu faktor yaitu tingkat pencahayaan akibat kejernihan air untuk menikmati panorama underwaternya, sangat bagus termasuk menyelam hingga kedalaman 10 meter akan lebih fantastic lagi.