Showing posts with label Persela. Show all posts
Showing posts with label Persela. Show all posts

LAUNCHING TIM, PERSELA SIAP DUDUKI PAPAN ATAS ISL



Meski kompetisi telah bergulir satu desember lalu, tim asal Jawa Timur Persela Lamongan Jum’at Malam (02/11/2011) baru menggelar lounching di alun alun kota Lamongan.

Launching yang di gelar sederhana tersebut, memperkenalkan Dua Puluh Tujuh pemain di bawah asuhan pelatih kepala Miroslav Janu. Sejumlah pemain baru turut hadir seperti mantan pemain Persema Malang Suroso, mantan pemain Sriwijaya FC Palembang Rudi Widodo dan mantan kiper Persija Jakarta, Roni Tri Pasnanto.

Tak hanya itu, Laskar Joko Tingkir juga memperkenalkan dua pemain asingnya yakni Gustavo Fabian Lopez asal Argentina, sekaligus kapten tim dan Roman Goliat asal Slovakia. Sayang, lounching tim kebanggaan warga Lamongan tersebut tak menghadirkan Sathosi Otomo lantaran masih menjalani perawatan cidera kaki di Jepang.

Launching tim Persela merupakan awal dari langkah mengarungi kompetisi indonesia super, di bawah naungan PT Liga Indonesia. Bahkan, Persela menargetkan mampu berada di papan atas kelassemen akhir kompetisi. “Dari dulu kita memang ikut ISL, jadi ya ISL”, ujar Fadel, Ketua Umum PT Persela.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Persela akan menambah satu pemain asing, untuk menambah daya gedor di lini depan yang saat ini kurang memuaskan.

PEMAIN PERSELA TUNTUT MIROSLAV JANU DI PECAT



Suasana memanas terjadi ditubuh tim Persela lamongan, jelang bergulirnya Indonesia Super Liga beberapa minggu kedepan. Para pemain tim asal Jawa Timur, menuntut jajaran Pelatih Persela yang di kepalai Miroslav Janu dipecat. Pasalnya, antara pemain dan pelatih tidak ada kecocokan.

Hal tersebut di sampaikan para pemain dalam pertemuan dengan manajemen di kantor Sekretariat Persela di Jalan Lamongrejo 1 kota Lamongan, Rabu Petang. (02/11/2011)

Para pemain menilai, sikap Miroslav Janu terlalu berlebihan saat memimpin latihan maupun bertanding. Miroslav Janu selalu memarahi pemain dengan cara yang kasar.

Namun sayang, dalam pertemuan yang di agendakan antara tiga pihak yakni pelatih, pemain dan manajemen, jajaran pelatih tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Bahkan, sebelumnya, Miroslav Janu mangkir latihan dalam dua kali pertemuan terakhir. Tak hanya menuntut pelatih di ganti, pemain Persela juga menuntut kejelasan gaji yang belum di bayarkan sebulan terakhir.

Dua tuntutan sikap para pemain Persela tersebut di tanggapi dingin oleh pihak menejemen Persela. Menejemen tak gegabah untuk mengganti pelatih. Menejemen akan berkonsultasi dengan pihak pelatih atas sikap kurang baik kepada pemain. “Kita akan berkomunikasi dulu dengan pelatih kepala mengenai persoalan ini”, ujar Yuhronur Efendi, Asisten Manager Persela.

Sementara pihak menejemen Persela berjanji akan memberikan yang terbaik untuk pemain Persela. Semuanya akan di kembalikan kepada pelatih untuk dapat merubah sikap atau tidak. Jika tidak, menejemen terpaksa akan mencari pengganti Miroslav Janu.

Jika benar pergantian pelatih terjadi, Persela akan menjadi satu satunya tim yang mengalami pergantian pelatih dua kali sebelum kompetisi bergulir.

2 PEMAIN MUNDUR, PERSELA BUTUH 5 PEMAIN BARU



Manajemen Persela Lamongan membutuhkan suntikan lima pemain baru, untuk Menghadapi Pra Kompetisi Indonesia Super Liga, di ajang Inter Island Cup. Kebutuhan pemain baru tersebut menyusul mundurnya dua pemain yakni, Irsyad Aras dan Pitono. Selain itu, jajaran pelatih Persela yang di kepala Miroslav Janu, mangkir latihan tanpa alasan jelas (02/11/2011.)

Menghadapi kompetisi Pra Indonesia Super Liga di ajang inter island cup 2011, Persela Lamongan tengah menghadapi tantangan cukup pelik. Pasalnya, dua pemain Persela yang resmi di kontrak yakni Irsyad Aras dan Pitono, mangkir latihan. Kabar yang beredar, kedua pemain tersebut telah mengundurkan diri usai pertandingan di solo.

Tak hanya itu, jajaran pelatih Miroslav Janu dan tiga asistennya Tony Ho, Assegaf dan pelatih kiper Herman, juga mangkir pada sesi latihan Selasa pagi, tanpa alasan yang jelas pula. Latihan perdana pasca libur ini hanya di pimpin Asisten Pelatih Persela, Didik Ludianto.

Menurut Didik Ludianto, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir saat ini melakukan evaluasi terhadap pemain yang di terapkan pada latihan di Stadion Surajaya Lamongan. bahkan, Persela membutuhkan suntikan sampai lima pemain baru, khususnya di lini depan pasca di depaknya Ngon A Djam.

Kebutuhan terhadap pemain baru juga dikarenakan Persela baru saja ditinggalkan pemain depannya, Zulham Zamrun, yang memilih berkarier di klub lain. Kini di lini depan hanya ada tinggal dua striker yakni Arif Alfiansyah dan Rudi Widodo.

Proses rekruitmen lima pemain tersebut menurut Didik Ludinato, secepatnya dilakukan, karena kompetisi isl semakin dekat. pihak manajemen pun sudah merekomendasikannya kepada pelatih kepala Persela, Miroslov Janu.

Salah satunya pemain posisi belakang asal Kamerun, Gustave Bahoken. Selain itu, ada pula Gerry Setia, striker dari Arema dan Jefry Dwi Hadi dari Persik Kediri.

Untuk berlaga dalam ajang isl, Persela berkomitmen dapat menjadi tim tangguh. tim asal jawa timur yang baru saja mendapat suntikan dana dari nirwan bakrie tersebut, diproyeksikan dapat masuk empat besar di ISL.

TOLAK LPI, PERSELA BERSIKUKUH IKUTI ISL



Persela Lamongan secara tegas menolak mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia dan tetap bersikukuh mengikuti kompetisi isl yang telah di tetapkan dalam kongres PSSI di Bali. Hal tersebut merupakan buntut beberapa kebijakan PSSI yang menuai kontroversial (20/10/2011.)

Carut marut dalam keputusan PSSI terus berlanjut di pesepak bolaan Indonesia. Sikap kontroversial PSSI yang dinilai melanggar statusa kongres PSSI di Bali, menuai kecaman dari berbagai klub anggota. Salah satunya tim asal jawa timur, Persela Lamongan.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir secara tegas menolak berkiprah dalam kompetisi Liga Primer Indonesia di bawah naungan pt liga prima indonesia. Persela hanya akan mematuhi hasil keputusan kongres PSSI. Persela bersama 14 klub lainnya siap mengikuti kompetisi Indonesia Super Liga di bawah naungan PT Liga Indonesia.

Menurut manajemen Persela, meski ada ancaman dari PSSI terkait penolakan mengikuti kompetisi LPI, Persela tetap konsisten menjalankan keputusan kongres. Pasalnya, hasil kongres menjadi kehormatan bagi setiap klub. Selain itu, manajemen Persela sangat menyayangkan keputusan rapat komite eksekutif PSSI yang menganulir keputusan kongres dan menggelar LPI. “kami hanya memegang konsistensi kongres”, ujar Abrihadi, Asisten Manager 1 Persela.

Sementara itu, pelatih Persela Miroslav Janu mengaku tidak terpengaruh dengan suasana konflik di elite PSSI. Mantan pelatih arema indonesia tersebut lebih berkonsentrasi untuk menyiapkan tim sebaik mungkin.

Menurut janu, ke 15 klub yang melakoni kompetisi isl mendatang, merupakan tim besar dan telah menyiapkan skuadnya dengan beberapa pemain bintang, baik lokal maupun asing yang sudah lama berkiprah di sepak bola Nasional.

PERSELA REKRUT DELAPAN PEMAIN BARU SEKALIGUS



Persela Lamongan terus gencar melengkapi komposisi timnya, jelang kompetisi bergulir. Tim asal Jawa Timur tersebut, bahkan resmi merekrut delapan pemain baru sekaligus baik lokal maupun asing. Tiga di antaranya Usep Munandar, Irsyad Aras dan Rudi Widodo (15/10/2011.)

Perubahan jajaran pelatih Persela Lamongan, rupanya berdampak pada perubahan komposisi pemain di tubuh Persela Lamongan. Usai mendepak beberapa pemain lokal serta Kim Yong Ho Asal Korea Selatan yang telah menandatangani pra kontrak, tim kebanggan masyarakat Lamongan, resmi merekrut tujuh pemain lokal di semua lini, dan satu pemain asing berposisi center bek.

Delapan pemain baru tersebut diantaranya tiga mantan pemain persisam putra samarinda yaitu Usep Munandar (center bek), Irsyad Aras (bek kanan) dan I Wayan Gangga Mudana (gelandang bertahan).

Selain itu, Laskar Joko Tingkir juga merekrut Rudi Widodo mantan striker Sriwijaya FC Palembang, Diva Tarkas mantan gelandang PSM Makassar, Pitono mantan bek kiri Persema Malang dan mantan kiper Pelita Jaya Karawang, Ali Barkah.

Pelatih Persela Miroslav Janu mengaku, menyambut baik delapan pemain yang baru saja resmi direkrut. Selain pemain lokal, Persela juga resmi memiliki dua pemain asing non asia yakni Gustavo Fabian Lopez asal argentina dan mantan center bek Arema Indonesia, Roman Gulian untuk menggantikan posisi Fabiano Rosa Beltrame yang hijrah ke Persija Jakarta.

Kini, Persela hanya membutuhkan dua pemain di lini depan dan tengah, yang dipastikan di isi pemain asing. Tak hanya itu, Persela juga kedatangan Ngon A-Djam, mantan pemain asing Sriwijaya FC dan Persebaya Surabaya yang mengikuti proses seleksi.

MIROSLAV JANU RESMI LATIH PERSELA



Persela Lamongan membuat kejutan. Baru saja resmi mengontrak Eduard Tjong, Persela sudah mengganti pelatih kepalanya. Miroslav Janu (janu), kini resmi menjadi nahkoda Laskar Joko Tingkir. Mantan pelatih Arema Indonesia ini kemarin (6/10) diperkenalkan Ketua Umum Persela, Fadeli, dalam sesi jumpa pers pada wartawan di Ruang Sasana Nayaka setempat.

Janu tidak datang sendirian. Dia juga membawa gerbong asisten pelatihnya dulu. Yakni Tony Ho, Herman Kardiaman dan Assegaf. Sementara Didik Ludianto, asisten pelatih Persela Lamongan sebelumnya, dikonfirmasikan Fadeli akan tetap berada di jajaran pelatih Persela. Didik Ludianto sendiri sukses membawa Persela U 21 menjadi juara ISL U 21 musim lalu.

Fadeli dalam keterangannya menyampaikan perubuhan pelatih kepala Persela itu untuk mensukseskan target Persela untuk berada di klasemen atas, setidaknya 4 besar. “Agar Persela ini layak jual di mata calon sponsor, kita harus berbenah. Diawali dengan perekrutan pelatih kepala berkualitas, “ ujarnya.

“Nantinya semua akan dibenahi, “ imbuh Fadeli. “Mulai dari penambahan pemain hingga perbaikan rumput Stadion Surajaya. Janu kemarin sukses antarkan Arema jadi runner up. Nanti kami targetkan setidaknya bisa berada di posisi empat. Sedangkan untuk pasang target juara, tentunya harus ada banyak pembenahan dari sisi pemain, juga kualitas lapangan, “ katanya menjelaskan.

Janu sendiri tidak banyak mengumbar janji. Terlebih kompetisi akan segera dimulai meski jadwal pertandingannya belumm ada. Dia hanya menjanjikan akan bekerja keras seperti halnya yang sudah dilakukannya untuk PSM Makasar dan Arema Indonesia.
Dia mengaku sudah sedikit banyak mengetahui komposisi pemain yang sudah dimiliki Persela saat ini. Termasuk sejumlah pemain junior yang masuk ke tim senior dan keberadaan Gustavo, Zulham serta hengkangnya Fabiano ke Persija. Janu sendiri mengaku senang dengan pemain muda. Namun tentu dia akan melihat dulu kualitas mereka.

Dengan komposisi pemain Persela saat ini, dia melihat perlu ada pembenahan di sektor belakang, gelandang dan depan. Disebutkannya, sudah ada enam pemain yang diajaknya untuk bergabung di Persela. Namun terkait perekrutan dan kontrak, dia percaya itu menjadi kewenangan penuh dari manajemen Persela.

“Saya sudah kontak 5 atau 6 pemain untuk gabung. Namun terkait kontrak itu tentu kewenangan manajemen. Terkait pemain asing, saya adalah pelatih yang disiplin. Saya hanya kan merekrut pemain yang asing yang disiplin dan bisa bekerjasama degan pemain lokal, “ kata dia.

Janu yang lahir 8 November 1959 di Republik Ceska tersebut mengawali karir kepelatihannya di Indonesia pada tahun 2003 di Persigo Gorontalo. Kemudian hijrah ke PSM Makassar hingga tahun 2005. Tahun 2007 dia berlabuh di Arema Indonesia, kemudian musim 2008-2010 melatih Slavia Praha sebagai pelatih B. Sedangkan tahun lalu di melatih Arema Indonesia.

AFC VERIFIKASI PERSELA



Empat orang dari tim Konfederasi Sepakbola Asia atau Asian Football Confederations (AFC), Rabu (5/10) bersama perwakilan dari PSSI memverifikasi kesiapan manajeman Persela Lamongan. Terutama verifikasi dokumen data yang sudah dikirimkan sebelumnya soal kelayakan unsur manajemen, finance officer, legal officer, security officer dan terkait local media officer.

Seperti dijelaskan Alisher Nikimbaev (Manajer Proffesional Football), Indonesia termasuk yang paling akhir verifikasinya bersama Uni Emirat Arab. AFC sebelumnya sudah melakukan verifikasi semua negara Asia seperti Korea dan China.

Hasil kesimpulan dari cek dan sharing data tersebut, lanjut dia, akan dikirim ke AFC dan diputuskan kelayakannya oleh Exco AFC berdasarkan kelayakan standar se Asia. “Verifikasi ini terutama terkait kelayakan untuk mengikuti kompetsi AFC Champions League (Liga Champions Asia) untuk 3 musim mendatang. Yakni musim kompetsi 2012 hingga 2014, “ terang dia saat di Sekretariat Persela.

Dia juga sempat memuji Persela menjadi satu-satunya klub yang telah memiliki business plan. Meski belum bagus, dia menghargai upaya tersebut. terkait hasil verifikasi, kelayakannya bukan hanya akan ditentukan satu atau dua klub saja. Namun keseluruhan klub yang diverifikasi.

Setelah memverifikasi data di Sekeretariat Persela, Tim AFC langsung melihat kesiapaan fasilitas di Stadion Surajaya. Semua aspek dilihat dan diverifikasi. Mulai dari mixed zone, ruang media, ruang pemain home dan away hingga aspek keamanannya. Sejumlah saran pembenahan yang disampaikan AFC, seperti penambahan fasilitas untuk media akan dipenuhi manajerial Persela sebelum batas akhir 14 Oktober nanti.

Dalam sesi jumpa pers, Shahin Rahmani (Manajer Media) menegaskan dalam kesempatan hari itu dia bersama timnya tidak akan langsung melakukan penilaian. Karena nanti akan ada sesi kesimpulan tersendiri. Dia dan Tim AFC lain ingin melihat langsung keseriusan masing-masing klub dalam memenuhi ketentuan standar AFC yang ada.

Tim AFC lainnya yang hari itu datang adalah Benjamin Tan (Manajer Kompetisi) dan Avin (Manjer Audit Finance). Mereka didampingi dua orang dari PSII, Farid Mubarok dan Malik. Sementara dari manajerial Persela terlihat hadir Yuhronur Efendi bersama Agus Suyanto, R Yulianto, Anang Taufik dan sejumlah pengurus lainnnya.

PERSELA BUTUH STRIKER ASING NON ASIA



Belum berakhirnya krisis striker pasca di depaknya Prince Kabir Bello dari proses seleksi, Persela Lamongan mendatangkan dua striker asing non Asia. Salah satu pemain seleksi tersebut bernota bene mantan pemain Timnas Junior Slovakia, Rolan Slethco (05/10/2011.)

Persela Lamongan terus berupaya melengkapi pemainnya jelang kompetisi level 1 bergulir 15 Oktober mendatang. Kini tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, kembali menyeleksi dua striker non Asia, pasca di coretnya Prince Kabir Bello dari proses seleksi.

Dua pemain asing ini yakni Rolan Slethco asal Slovakia, dan Luis Pena asal Paraguay. ROLAN SLETHCO merupakan mantan pemain Timnas Junior Slovakia di kelompok u-17, u-19, dan dua tahun lalu bergabung di kelopok u-21. Sedangkan striker asal paraguay luis pena, merupakan mantan pemain Protitan Medan selama dua musim.

Meski baru pertama kali menjalani latihan, kedua striker bertubuh jangkung ini menarik perhatian pelatih Persela Eduard Tjong. Namun, keputusan perekrutan akan di tentukan pada agenda uji coba dalam beberapa hari kedepan.

Setidaknya Persela hanya membutuhkan satu striker asing non Asia, untuk menambah daya gedor di lini depan pasca didepaknya Ridhuan Barkoui. “Kami butuh 1 lagi striker asing non Asia agar performa serangan Persela lebih tajam tagi”, ujar Eduard Tjong

Sebelumnya, Persela telah resmi mengontrak striker asal Korea Selatan, Kim Yong Hoo. Namun, tim asal Lamongan ini harus gigit jari lantaran kehilangan kapten tim, Fabiano Rosa Beltrame, yang memilih hijrah ke Persija Jakarta.

Manejemen Persela berjanji akan mencarikan pengganti Fabiano di lini belakang, sebelum kompetisi bergulir pertengahan bulan ini.

PERSELA AKHIRI LAGA KANDANG DENGAN MANIS



Persela Lamongan mengakhiri laga kandang dengan memukul telak PSPS Pekanbaru dengan skor 3-0, di Stadion Surajaya Minggu Sore (12/-6.) kemenangan ini sekaligus menggeser PSPS di posisi ke tujuh klasemen sementara ISL.

Bermain di hadapan ribuan suporternya, Persela Lamongan berhasil meraih point penuh atas PSPS pekanbaru. Sepanjang babak pertama, Persela Lamongan mendominasi pertandingan. Peluang demi peluang terus di ciptakan. Di menit ke 25, Persela nyaris mencetak gol jika serangan Persela yang bertubi-tubi tidak di hadang kiper PSPS, Fance Hariyanto. hingga turun minum, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Tuan rumah baru mampu unggul di menit ke-56. Tandukan Fabiano Rosa Beltrame yang memanfaatkan tendangan pojok mampu menjebol gawang PSPS.

Sepuluh menit kemudian, Feri Ariawan menambah keunggulan Persela menjadi 2-0 setelah berhasil lolos dari barisan pertahanan PSPS. tendangan dari jarak dekat Feri Ariawan tak mampu di halau Kiper PSPS.

Tak cukup sampai di sini, Persela kembali menambah skor kemenangannya di menit ke 72 melalui Zulham M Zahrun, setelah lolos dari kemelut di depan gawang. Skor pun menjadi 3-0 untuk Persela. Upaya Laskar Bertuah untuk memperkecil kekalahan selalu kandas oleh barisan pertahanan Persela.

Dengan hasil ini, Persela berhasil menggeser posisi PSPS di posisi ke 7 klasemen sementara ISL.

PERSELA SELEKSI 3 STRIKER ASIA



Krisis lini depan yang di alami Persela semenjak di depaknya pemain asal Korea Ahn Hyeoyun dan pemain asal Kamerun, Emalu Serge, membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, menyeleksi pemain asal Iran, Amir, serta dua pemain Korea Selatan, Kim Young Ho dan Kim Young Han.

Amir bernota bene mantan pemain Persita Tangerang. Sedangkan Kim Young Ho pernah merumput di klub Inchon, Divisi 2 Liga Korea Selatan. Sedangkan Kim Young Han pernah merumput di tim Busan, Divisi 2 Liga Korsel.

Dalam seleksi di Stadion Surajaya Lamongan Senin Sore (28/02,) pelatih Persela Subangkit nampaknya tidak main-main dalam menilai ketiga pemain Asia, untuk dapat mendongkrak performa tim yang saat ini berada di papan bawah Klasemen Sementara ISL.

Sekilas, ketiga pemain Asia tersebut memiliki skil dan fisik bagus. Namun pelatih Persela Subangkit mengaku, tidak akan membutuhkan waktu lama untuk menentukan siapa yang akan di rekrut dari ketiga pemain Asia tersebut. “Waktunya sudah mepet, namun tak perlu buru-buru”, ujarnya.

Ketiga pemain seleksi ini rencananya akan menjalani seleksi selama dua hari kedepan. Pasalnya, jadwal putaran kedua liga super hanya menyisakan waktu seminggu saja.

Saat ini, Persela hanya memiliki 2 striker saja, yakni Ridhuan Barkoui dan Zulham Zamrun. Sementara Aris Alfiansyah, sedang menjalani pemusatan latihan bersama Timnas U-23 Pra Olimpiade.