Showing posts with label Batu Aji. Show all posts
Showing posts with label Batu Aji. Show all posts

ANEKA MOTIF BATU SIKAT UNTUK DEKORASI LANTAI



Indonesia mempunyai banyak kekayaan alam. Salah satunya adalah, aneka warna dan bentuk batu pantai yang bisa digunakan untuk lantai halaman rumah, Di Bali dan di berbagai wilayah di Indonesia, batu-batu pantai beraneka ragam warna tersebut, dimanfaatkan sebagai kerajinan lantai, guna memperindah desain taman rumah.

Batu-batu pantai atau dikenal dengan batu sikat bila dirangkai dalam satu ukuran, akan tampak indah. Lantai dengan hiasan batu-batu alam yang diambil dari pantai tersebut, biasanya dibuat dan digunakan untuk mempercantik halaman rumah. Seni merangkai batu ini di kenal dengan istilah Koral sikat, yakni seni penataan batu-batu sedemikian rupa, hingga terbentuk rangkaian yang indah.

Batu-batu alam ini adalah batu pantai dari berbagai daerah di Indonesia. Warnanya beraneka ragam. Batu khas dari Bali biasanya berwarna hitam. Sementara warna-warna lain seperti putih, hijau atau kuning maupun warna lain biasanya didatangkan dari pulau seberang seperti Kalimantan maupun Sulawesi.

Layaknya membuat sebuah lantai beton, pengrajin terlebih dulu membuat cetakan beton yang dihaluskan. Cetakan beton tersebut bisa dibuat dalam berbagai ukuran, baik yang kecil maupun besar. Setelah cetakan terbentuk, kemudian di taburi bubuk semen diatasnya. Barulah batu-batu alam tersebut dirangkai diatas beton yang masih basah.

Dalam sehari, pengrajin bisa memproduksi 24 buah batu lantai ukuran 30 centimeter kali 30 centimeter. Sementara yang ukuran jumbo, cukup lama apalagi jika motifnya rumit.

MENDULANG DOLLAR DARI KERAJINAN BATU AJI



Di tangan nurwahid, seorang perajin batu alam asal desa kaliwungu kecamatan ngunut, tulungagung, batu alam yang tak bernilai di sulap menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi. Batu aji merupakan batu alam yang memiliki ciri-ciri tertentu, jika dibentuk dan direkayasa sampai mengkilap, bisa menjadi perhiasanseperti cincin, liontin (kalung), anting-anting dan aksesori lainnya untuk kepentingan estetika.

Untuk membuatnya menjadi kerajinan bermutu, batu aji mula-mula dipilah sesuai motif kristal yang terdapat di dalam batu itu sendiri.Tidak semua jenis batu aji bisa dengan mudah dibentuk menjadi beragam kerajinan. Dibutuhkan keahlian khusus untuk menciptakan bentuk kristal atau serat yang terdapat di dalam batu.

Teknik inilah yang diakui perajin sebagai hal tersulit, sebab untuk dijadikan sebagai liontin maupun hiasan almari, kristal dalam batu itu harus ditonjolkan tanpa mengurangi keaslian alaminya.

Menurut Nurwachid, untuk membuat beragam produk kerajinan batu aji ternyata cukup rumit dan harus melalui berbagai tahapan. Batu-batu yang masih berukuran besar harus dipotongi tipis-tipis sesuai motif kristalnya, kemudian diperhalus hingga produk jadi.

Produk yang biasa dihasilkan dari batu aji adalah gelang, hiasan lemari, cincing maupun batu permata, batu akik dan gantungan kunci. Hasilnya yang eksotis dan alami membuat produk kerajinan ini diminati konsumen luar negeri.

Dengan dibantu 6 pekerjanya, Nurwachid mampu menghasilkan 30 hingga 40 buah cincin batu aji, serta 20 buah permata kalung setiap harinya. Dalam sebulan Nurwachid mampu menghasilkan ratusan jenis kerajinan dari batu aji.

Untuk cincin dan permat kalung dijual mulai harga 10.000 hingga Rp 17.500 rupiah, sedang gelang dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000. sedangkan hiasan lemari atau biseki dijual mulai Rp 50.000 hingga 5 juta Rupiah.

Selain dipasarkan di dalam negeri seperti Jakarta, Bali, Malang dan Surabaya, produk batu aji ini kini terus diminati konsumen mancanegara mulai Belanda, Kanada, Australia Jerman dan Jepang.(86)