GAYA EKSPRESI REMAJA MELALUI KOMUNITAS BREAKDANCE


Breakdance atau seni olah tubuh yang mirip acrobat dengan meliuk-liukkan tubuh, kini semakin trend dan banyak diminati sebagian remaja di kota Gresik Jawa Timur. Selain menjadi sarana bebas dalam mengekspresikan diri, seni joged asal Amerika Latin yang memperlihatkan kelenturan tubuh tersebut, juga efektif untuk menjaga kesehatan kelompok remaja.

Latihan breakdance sering dilakukan komunitas pecinta tarian atraktif breakdance yang tergabung dalam Grisse Beat Rocker Crew (BGRC) dalam mengisi waktu luang mereka, terutama pada malam hari.

Komunitas pecinta breakdance asal Gresik tersebut, beranggotakan semua kelompok umur, mulai dari mereka yang baru duduk di bangku SMP, SMA hingga yang duduk di bangku kuliah.

Komunitas pecinta breakdance tersebut berdiri sejak satu tahun lalu dan terus berlatih secara rutin selama tiga kali dalam seminggu, agar mampu menghasilkan gerakan indah melalui mengkombinasikan olah gerak, keseimbangan tubuh dalam mengikuti iringan irama musik.

Meski baru berumur satu tahun, tetapi remaja pecinta breakdance Gresik, mampu menghasilkan atraksi berbagai jenis joged yang memukau, diantaranya top rock, food rock, trick, hingga yang ekstrem, yakni power move atau berputar-putar dengan menggunakan kepala.

Wira Satria, penggagas komunitas breakdance Gresik mengatakan, butuh berlatih secara serius dan disiplin, karena tarian ini harus memadukan antara kelenturan tubuh dengan iringan musik hip hop khas break dance.

Melalui komunitas ini, remaja tidak hanya mampu mengekspresikan diri secara bebas, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh, dan menghindarkan diri dari pergaulan yang tidak sehat, seperti seperti mengkonsumsi narkoba, drug, bahkan pergaulan bebas.

Kerja keras BGRC, akhirnya membuahkan hasil, karena pada bulan Maret 2012 mendatang, tim BGRC dipercaya mewakili Propinsi Jawa Timur mengikuti kompetisi radikal force jump tingkat Asia di Singapura.