INDAHNYA KALIGRAFI DARI LIMBAH GABUS


Sekilas, kaligrafi karya Mochammad Syahrir (53 tahun,) warga Kelurahan Pandegiling Surabaya, seperti terbuat dari bahan kayu. Jangan salah, dengan tangannya yang kreatif, gabus bekas atau streofoam bekas, diukir hingga menjadi karya seni kaligrafi yang cukup indah.

Syahrir yang sehari-hari bekerja sebagai Penjaga Masjid Al Hidayah dikawasan Pasar Turi Surabaya tersebut, selain kreatif ia juga tergolong orang yang peduli lingkungan. Gabus-gabus bekas ia kumpulkan untuk kemudian diukir menjadi seni kaligrafi sesuai dengan bentuk gabus itu sendiri.

Cara membuatnya dibutuhkan keahlian khusus, yaitu gabus setebal 2 centimeter digambar dengan penggaris, lalu dilubangi hingga berbentuk sebuah ornamen. Gabus kemudian diwarnai hingga berbentuk kaligrafi yang indah. Alat-alatnya cukup sederhana pula, yakni pisau, gergaji dan kikir besi.

Awalnya, Syahrir tergerak membuat kaligrafi dari gabus bekas, karena melihat banyak sampah gabus yang berserakan di sekitar Masjid yang tidak di manfaatkan warga. Saat itu, Syahrir mencoba mengukir gabus bekas hingga menjadi kaligrafi indah berlafal aneka tulisan dalam Al-quran. karena hasilnya bagus akhirnya, syahrir banyak mendapat pesanan.

Uniknya Syahrir tidak mematok harga khusus dalam menjualnya, melainkan tergantung ke-iklasan pembelinya, yakni antara 10 Ribu hingga 100 Ribu Rupiah. ia tidak hanya mencari keuntungan semata, namun Syahrir berharap, agar kaligrafi hasil karyanya itu, bisa menghiasi rumah orang-orag miskin yang tidak mampu membeli kaligrafi mahal.

Syahrir mengaku, bisa melukis dan mengukir kaligrafi sejak masih usia muda. Namun untuk membuat kaligrafi dari gabus bekas, baru tiga tahun ia geluti.